Napak Tilas Pesantren Cokrokertopati Takeran Magetan Dalam Memberantas Komunis
“Jadi PKI pada saat itu menculik para Kiai dengan memakai dalil Qur’an dan mengatasnamakan kepentingan umat, tapi sebetulnya mereka berbohong. Para Kiai diculik kemudian dibawa ke beberapa tempat, lalu dibantai dan dibunuh,” terang Mbah Zuhdi.
Untuk mengenang kebiadaban dan keganasan PKI yang terjadi di wilayah Madiun tahun 1948, setiap tanggal 30 September dilakukan tahlil Qubro yang diikuti seluruh santri dan jamaah Ponpes Cokrokertopati, dilanjutkan dengan Orasi dan pemutaran film G 30/PKI yang sempat dilarang oleh Pemerintah.
“Itu sejarah dan tidak boleh dilupakan. Kekejaman, kebiadaban PKI yang mengorbankan 13 Kiai Madiun dan Magetan itu wajib kita kenang supaya anak cucu kita juga lebih berhati-hati terhadap PKI yang sampai saat ini masih menghantui dan masih ada di Indonesia, PKI harus dibasmi dan dihilangkan agar Indonesia benar-benar menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” tutup Mbah Kiai Zuhdi. (fq)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


