Jelang Ramadhan Aksi Boikot Kurma Israel Diserukan ke Seluruh Negara Islam
Gaza — 1miliarsantri.net : Industri riil Israel mulai ketar-ketir karena aksi boikot menjelang Ramadhan di tengah konflik Gaza. Ramadhan menjadi momentum baru untuk melakukan boikot terhadap produk-produk Israel yang mayoritas diproduksi di wilayah penjajahan.
Aksi boikot tersebut dapat mengancam sekitar sepertiga produksi kurma Israel yang melakukan ekspor selama Ramadhan. Seruan boikot di bulan Ramadhan ini tidak hanya dimulai di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, khususnya terhadap produk kurma.
Berdasarkan pemberitaan Haaretz seperti dikutip dari Iran Front Page, Kamis (29/2/2024), kampanye iklan senilai 550 ribu untuk mempromosikan kurma Medjool Israel dihentikan sebagai tanggapan atas ketakutan boikot tersebut. Pengawasan terhadap produk-produk Israel di kalangan komunitas Muslim juga meningkat setelah pertumpahan darah di Gaza.
“Siapa pun yang mendekati rak tersebut dan melihat tulisan Buatan Israel dan akan berpikir dua kali,” ujar seorang pengusaha yang memiliki hubungan dengan industri kurma kepada Haaretz.
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan kampanye Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) untuk memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan Israel. Mengingat pentingnya buah tersebut selama Ramadhan, banyak umat Muslim mencoba memastikan kurma yang dikonsumsi tidak berasal dari Israel.
Israel merupakan salah satu produsen kurma terbesar di dunia, khususnya kurma Medjool yang populer. Kelompok pendukung BDS telah melakukan upaya bersama untuk memastikan bahwa konsumen dapat membuat pilihan yang tepat dan menghindari membeli kurma Israel.
“Ada organisasi yang memasuki supermarket di Eropa yang menjual kurma dengan merek kami dan menempelkan stiker di supermarket tersebut yang menyatakan bahwa pembelinya ‘berkontribusi terhadap genosida,” kata salah satu produsen kurma Israel kepada Haaretz.


