Ilmuwan Kembali Menemukan 8 Bumi Super

Dengarkan Artikel Ini

Mereka tidak hanya menemukan tambahan delapan Bumi super, namun juga mengidentifikasi enam di antaranya yang merupakan kandidat untuk studi lanjutan. “Di antara semua planet yang tervalidasi ini, enam di antaranya termasuk dalam wilayah yang dikenal sebagai ‘planet kunci’, yang menjadikannya sangat menarik dipelajari,” mereka menjelaskan.

Planet kunci adalah gagasan yang berakar pada biologi. Dalam biologi, spesies kunci adalah spesies yang menentukan keseluruhan ekosistem. Contoh yang bagus adalah karang di terumbu karang. Terumbu karang adalah ekosistem berbeda yang ditopang oleh karang.

Dalam ilmu eksoplanet, planet kunci adalah planet yang membantu menjelaskan populasi eksoplanet secara keseluruhan. Secara khusus, hal itu bisa menjelaskan kesenjangan radius yang dilihat pada populasi planet ekstrasurya.

Dari delapan planet itu, jarang yang berukuran antara 1,5 dan 2 jari-jari Bumi. Ini mungkin disebabkan oleh hilangnya massa fotoevaporasi. Radiasi bintang yang kuat, khususnya sinar-X dan emisi UV (XUV), bisa mengikis atmosfer planet seiring berjalannya waktu.

“Patut dicatat bahwa kisaran ukuran planet-planet yang diselidiki di sini tidak ada di tata surya kita, sehingga penelitian ini penting untuk mendapatkan wawasan tentang tahap evolusi planet ukuran antara Bumi dan Neptunus,” jelas para penulis.

Tim tersebut berencana menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) untuk penelitian selanjutnya. Mereka telah melakukan simulasi atmosfer pada delapan Bumi super itu dan apa yang kemungkinan akan dilihat JWST saat memeriksa atmosfernya.

Hasilnya menarik, menunjukkan tanda-tanda adanya karbon dioksida, air, dan yang paling menarik adalah metana. Metana bisa menjadi tanda biologis, meski ada banyak ketidakpastian. Menemukannya di atmosfer planet ekstrasurya mana pun akan membantu para ilmuwan memahami keberadaannya secara lebih lengkap, baik itu tanda biologis yang sebenarnya atau bukan.

“Namun, pengamatan nyata terhadap planet-planet yang divalidasi menggunakan JWST diperlukan untuk mengonfirmasi analisis spektrum transmisi kami,” makalah tersebut menyimpulkan. (Iin/UT)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca