Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Konseling

Dengarkan Artikel Ini

Dalam pelaksanaannya, pelayanan konseling yang diberikan oleh konselor kepada konseli tidak serta merta dilakukan tanpa adanya asas-asas yang menjadi acuan dalam pelayanan konseling.

Jadi, Bagaimana Pemanfaatan Teknologi AI dalam Konseling?

Seiring perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya berkaitan dengan  kesehatan mental. Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang tidak kalah penting, mengingat tuntutan hidup yang semakin kompleks membuat banyak individu merasa ingin memiliki tempat untuk berbagi cerita.

Namun, permasalahan yang sering terjadi adalah tidak sedikit yang enggan untuk melakukan konseling secara langsung dengan konselor professional sehingga teknologi AI menjadi salah satu opsi yang saat ini banyak digunakan untuk melakukan konseling secara virtual atau online.

Pemanfaatan AI dalam konseling, dipercaya mampu mengurangi kemungkinan kesalahan diagnosis yang mungkin muncul dari ketidaktahuan atau bias konselor. Contohnya, penggunaan alat berbasis AI, dapat membantu konselor untuk melakukan identifikasi mengenai indikasi gangguan psikologis yang mungkin terlewat dalam sesi wawancara biasa. Hal ini secara tidak langsung, dapat memberikan wawasan lebih kepada konselor mengenai kondisi klien sehingga memungkinkan untuk memberikan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Selanjutnya, pemanfaatan AI dalam konseling juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas intervensi secara lebih objektif, misalnya dengan alat berbasis AI yang dapat memantau pola tidur, penggunaan media sosia atau perubahan perilaku yang dapat memberikan informasi berharga mengenai perkembangan kondisi klien.

Namun, mengingat bahwa konseling merupakan hubungan yang dibangun dengan menjaga keseimbangan antara nilai-nilai empati dan hubungan personal antara konselor dan klien, maka yang harus digarisbawahi adalah pemanfaatan AI tetap harus dilihat sebagai alat pendukung bukan pengganti, mengingat peran konselor dalam proses konseling adalah tetap memberikan sentuhan manusiawi untuk menjaga hubungan terapeutik yang efektif. Sehingga keseimbangan antara teknologi dan empati harus tetap dijaga agar proses konseling tetap berpusat pada kebutuhan klien.

Sumber:

Jurnal Komputer dan Teknologi Sains (KOMTEKS)

Hartono, Soedarmadji Boy. 2012. Psikologi Konseling Edisi Revisi. Jakarta :  Kencana Prenada Media Group

Fadhillah, R. & Lestari, B. (2024). Penggunaan AI Pada Mahasiswa Psikologi Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental. Jurnal Empati, 13 (4), 280-290.

https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id

https://ojs.fkip.ummetro.ac.id

https://ejournal3.undip.ac.id

http://repository.iainpalu.ac.id

https://bk.fip.unesa.ac.id

Kontributor : Gita Rianti D Pratiwi, S.Psi

Editor  : Toto Budiman


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca