GPIB dan SMAN 11 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Radikalisme Era Digital
Lebih lanjut dia menegaskan, “Di era transformasi digital ini, anak-anak menghadapi berbagai problematika terkait kekerasan di sekolah yang dapat menimbulkan trauma dan dampak pada kesehatan mental baik bagi korban maupun pelaku.”
Menurutnya, diperlukan sistem dan strategi yang terkoordinasi antara sekolah, Pemprov DKI, dan pihak terkait seperti GPIB.
“Siswa adalah sumber emas bangsa yang harus menjadi kader cerdas, bekerja keras, dan mendapatkan perlindungan yang baik agar dapat belajar dalam suasana yang nyaman, tenang, dan inklusif. “
“Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan komunitas sangat diperlukan untuk mewujudkannya,” tambahnya.
Yulina berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan sinergi yang baik untuk membangun antisipasi dan menghasilkan generasi yang cerdas pada tahun 2045. “Saya ucapkan semangat kepada Pak Agung dalam memperjuangkan misi dan visi pendidikan Indonesia, serta siap memberikan dukungan dan pengetahuan yang diperlukan,” tandasnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, hadir dalam acara tsb Muhammad Amin ketua komite sekolah SMAN 11 yg juga sebagai Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur, Dani Hendro Pradiatmoko wakil ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Rahayu Desi Leni, Nurhayati, Suhana, Nani Wijaya, Yenti, Titik Suparti, Lina serta acara diakhiri dengan sesi foto bersama.**
Sumber : Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang
Foto istimewa
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


