Wisata Kota Lama Surabaya, Potensi Gaet Wisatawan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Destinasi wisata Kota Lama Surabaya berpotensi menggaet wisatawan lokal dan internasional. Hal ini disampaikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla mahmud Mattalitti saat mengunjungi Kota Lama yang sedang dalam tahap revitalisasi. Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Sekda Kota Surabaya, Ikhsan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Hidayat Syah dan Ketua KADIN Kota Surabaya, HM Ali Affandi LNM. Mengelilingi wilayah yang sempat menjadi pusat pemerintahan di masa Kolonial, LaNyalla terpukau keindahan Kota Surabaya tempo dulu. “Saya kira revitalisasi ini memang sangat penting, karena jejak peradaban Indonesia, khususnya Kota Surabaya, bisa kita lihat di sini. Tentu saja Kota Lama ini akan menjadi ikon baru bagi Surabaya, khususnya dalam konteks kepariwisataan,” tutur LaNyalla yang berkunjung dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan atau Kundapil, Selasa (16/7/2024). Senator asal Jawa Timur itu berharap wisata Kota Lama dapat menarik minat wisatawan, baik bagi mereka yang suka dengan sejarah, infrastruktur bangunan klasik, maupun minat wisata pendidikan. “Saya optimistis wisata Kota Lama akan menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Surabaya. Sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya UMKM yang memang diberdayakan oleh Pemkot Surabaya. Jadi, konsep tricle down effect terjadi di sini,” kata LaNyalla. Saat memberikan penjelasan kepada Ketua DPD RI, Sekda Kota Surabaya, Ikhsan menjelaskan jika revitalisasi Kota Lama ini masih terus berlangsung. Anggaran yang digunakan diambil dari APBD maupun CSR.

Read More

Mbah Hasyim Asy’ari Sosok Bintang yang Mekar Bersama Umat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari itu merupakan sosok yang lengkap, bukan hanya “bintang” tapi juga sosok yang mau/suka “ronda” (bersama masyarakat). “Hadratussyaikh itu bukan hanya bintang atau mercusuar, tapi beliau juga suka ronda, gerilyawan, beliau mekar bersama masyarakat,” ungkap Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur Prof M Mas’ud Said MM PhD dalam bedah buku ‘KHM Hasyim As’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia’, Selasa (16/7/2024). Acara yang diselenggarakan oleh PC Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Kota Surabaya itu juga dihadiri pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Wagub Jatim 2019-2024 Emil Dardak, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Bianto, Ketua Presnas Ikapete Pusat Prof DR H Masykuri MSi, dan pengurus Ikapete se-Jatim. Bedah buku dan peluncuran yang dipandu Ismail Nachu (Ketua ICMI Pusat) itu, Prof Mas’ud Said yang juga Direktur Pascasarjana Unisma itu menjelaskan sosok besar yang juga membesarkan masyarakat itu membuatnya berpengaruh besar di Nusantara, bukan hanya Indonesia. “Hadratusyaikh itu pernah di pondok-pondok besar seperti Bangkalan, Kediri (Lirboyo/Ploso), Sidoarjo (Siwalanpanji), dan sebagainya. Beliau juga mengajar dan mengarang 21-23 kitab. Beliau juga mendatangi petani pada setiap hari Selasa, dan juga pejuang,” katanya. Oleh karena itu, Ikapete kedepan memiliki tugas untuk mengembangkan ideologi Aswaja, penguatan organisasi NU secara strukturl dan kultural, baik di dalam maupun luar negeri, penguatan kolaborasi dan teknologi IT di pesantren dan NU. “Aswaja dan NU itu warisan Hadratussyaikh yang harus dijaga, bagi Ikapete ya wajib,” tegasnya. Dalam bedah buku itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Bianto mengapresiasi buku “KHM Hasyim As’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia” yang dinilai sangat akademis dan jauh dari aspek mistis atau klenik.

Read More

Bila Kita Ingin Maju dan Bersatu Jangan Khianati Konstitusi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Indonesia telah mengalami pahit getirnya dijajah oleh Belanda dan Jepang. Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak mau ada satu suku bangsa pun di dunia ini yang mengalami hal yang sama. Dalam pandangan bangsa Indonesia yang namanya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu dalam mukadimah UUD 1945 para pendiri bangsa ini telah menjelaskan dengan tegas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan. Itulah sebabnya mengapa sampai hari ini negara Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel karena negara tersebut telah menjajah dan tidak mau memberikan kemerdekaan kepada rakyat dan bangsa Palestina. Bahkan Israel tidak hanya sekadar ingin menjajah tapi juga telah melakukan tindakan-tindakan yang terbilang sangat-sangat biadab dengan melakukan tindakan genosida atau membunuh sudah lebih dari 36.050 orang di Gaza sejak Oktober tahun lalu dan melukai setidaknya 81.026 orang akibat serangan yang mereka lakukan ke daerah Palestina tersebut. Keadaan semakin mengenaskan lagi karena kebanyakan dari mereka yang tewas dan terluka tersebut adalah kaum perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu jika ada dari anak-anak bangsa ini yang bermesraan dengan Israel padahal negara zionis tersebut kita tahu telah berbuat zalim dan aniaya terhadap rakyat Palestina maka hal demikian merupakan pertanda bahwa mereka sudah tidak punya hati nurani dan tidak punya rasa perikeadilan serta perikemanusiaan. Mungkin saja mereka beralasan bahwa mereka melakukan hal tersebut adalah karena mereka ingin mengubah sikap Israel, rasa-rasanya hal itu bagaikan mimpi di siang bolong karena sekarang ini sudah lebih dari 146 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina termasuk beberapa negara dari Eropa Barat yang selama ini merupakan sekutu Israel seperti Spanyol, Inggris dan Prancis serta lainnya sudah meminta Israel untuk mengakui kemerdekaan Palestina namun Israel tetap bersikukuh dan tidak mau memberikannya. Ini pertanda bahwa Israel memang punya niat jahat untuk terus menduduki dan menjajah Palestina bahkan kalau bisa mereka akan mendirikan sebuah negara baru yang disebut dengan Israel Raya yang meliputi beberapa negara yang ada di sekitarnya.

Read More

Dua Nikmat yang Manusia Lalai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dua kabilah Anshor yakni Bani Haristsah dan Bani Harist berseteru. Keduanya saling membanggakan nasab kabilahnya dengan bermegah-megahan soal keturunan dan hartanya. Bahkan, kedua kabilah saling membuktikan dengan mendatangi kuburan-kuburan nenek moyang mereka yang dikenal orang hebat. Dalam Kitab Asbabun Nuzul karya Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuti, pertengkaran atau pembantahan kedua kabilah tersebut turun ayat 1-8 Surah At-Taakatsur. Dalam ayat 1 dan 2, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” As-Suyuti mengutip ucapan Ibnu Jabrir dari Ali berkata, “Kita ragu akan adanya siksa kubur. Kemudian Allah SWT menyakinkan mereka, dengan ayat ini.”Kekisruhan kedua kabilah itu pada 14 abad silam, masih dapat kita saksikan sampai hari ini. Banyak keturunan anak Adam ‘Alaihissalam (AS) yang dengan sadar atau tidak sadar kerap membanggakan anak keturunan dan harta mereka kepada orang lain, terlebih di berbagai platform media sosial. Terlepas dari pro dan kontra persoalan ini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir pada penjelasan Surah At-Taakatsur tersebut, Allah SWT berfirman, kalian terlalu disibukkan oleh kecintaan pada dunia, kenikmatan dan berbagai perhiasannnya, sehingga lupa untuk mencari dan mengejar kehidupan akhirat. Hal tersebut terus menimpa manusia, hingga kematian menjemputnya, lalu manusia mendatangi kuburan dan menjadi salah satu penghuninya. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid bin Aslam dari ayahnya mengatakan, Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) bersabda, “Bermegah-megahan telah melalaikanmu dari ketaatan, sampai kamu masuk ke dalam kubur, sampai kematian menjemput kalian.” Bermegah-megahan ini, menurut Al-Hasan Al-Bashri, dalam hal harta dan anak. Bukankah manusia dalam kehidupannya, tak terlepas dari harta dan anak. Mereka kerap membanggakan harta dan anak-anaknya. Padahal, soal harta ini, Rasulullah SAW bersabda, “Harta yang kamu makan akan habis, harta yang kamu pakai akan usang, tapi harta yang kamu sedekahkan akan menjadi tabunganmu,” (HR. Muslim). Ternyata harta yang sesungguhnya, ketika hari ini kita makan dan kita pakai. Sedangkan yang tidak kita makan dan tidak kita pakai pada hakekatnya bukan harta milik kita. Sementara harta yang disedekahkan, itulah harta yang kekal abadi di dunia hingga mengalir di akhirat. Ketika sampai di kubur, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang mengantarkan jenazah, lalu dua diantaranya kembali sedang asatu lagi tetap bersamanya. Jenazah itu diantarkan oleh keluarga, harta, dan amalnya, lalu keluarga dan hartanya kembali pulang, sedangkan amalnya tetap bersamanya,” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Pada asalnya, menurut Al-Quran sifat manusia itu ada 15. Yakni, lemah, terperdaya, lalai, penakut, bersedih hati, tergesa-gesa, suka membantah, berlebih-lebihan, pelupa, berkeluh kesah, kikir, kufur nikmat, zalim dan bodoh, berprasangka, dan berangan-angan.

Read More

Mengapa Gelombang Konservatisme Agama Meningkat di Malaysia Namun Surut di Indonesia

Kelantan — 1miliarsantri.net: Di pasar pusat yang ramai di Kuala Terengganu, penjual kerupuk Mdm Raqiah Abdullah membuka-buka halaman Al-Qur’an – kitab suci umat Islam – sambil duduk di bangku reyot. Alquran dibungkus kain hijau dengan lingkaran putih di tengahnya – bendera partai konservatif Parti Islam Se-Malaysia (PAS). “Kami umat Islam, jadi tugas kami mendukung PAS. Saya pikir jika kita ingin menjadi umat Islam yang baik, di dunia dan di akhirat, kita harus mengikuti ajaran PAS dan para pemimpinnya, seperti Tok Guru Hadi,” kata Mdm Raqiah, mengacu pada presiden PAS Abdul Hadi Awang, seorang ulama terkenal. yang telah memimpin partai tersebut selama lebih dari dua dekade. Nyonya Raqiah adalah pendukung setia partai Islam. Namun, ia mengatakan bahwa di kalangan komunitasnya di Kuala Terengganu, dukungan terhadap PAS baru menjadi populer dan mainstream dalam lima tahun terakhir ini. Para pengamat mencatat bahwa pergeseran dukungan ini disebabkan oleh masalah dalam partai tertua Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan kasus korupsi di kalangan pimpinannya, seperti skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak. Sebelumnya, persaingan UMNO dan PAS di Terengganu sangat sengit – terdapat masjid, desa, bahkan tempat makan yang berbeda-beda untuk pendukung masing-masing partai. Tapi sekarang sepertinya hampir semua orang bersatu mendukung PAS, Alhamdulillah,” ujarnya. Antara tahun 1974 dan 2013, koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin UMNO memerintah pemerintahan negara bagian Terengganu kecuali pada periode antara tahun 1999 dan 2004 ketika Abdul Hadi menjabat sebagai menteri utama di bawah koalisi Barisan Alternatif. Namun, sejak Pemilu 2018 ketika BN kehilangan kekuasaan, PAS dan koalisi Perikatan Nasional (PN) tetap mempertahankan kendali atas pemerintahan negara bagian Terengganu. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas PAS tampaknya telah berkembang melampaui basis pendukungnya dan partai tersebut telah menjadi pilihan utama bagi banyak umat Islam yang tinggal di jantung pedesaan Melayu. Dalam sebuah wawancara dengan CNA, anggota komite pusat PAS Muhammad Khalil Abdul Hadi menguraikan bahwa popularitas partai tersebut semakin meningkat akhir-akhir ini karena adanya faktor penarik dan pendorong. Muhammad Khalil, yang juga putra presiden partai Abdul Hadi, menekankan bahwa “konsistensi partai dalam menegakkan hak-hak orang Melayu dan Muslim” mungkin telah menarik pemilih. Nilai-nilai ras dan agama sangatlah penting bagi penduduk Melayu Bumiputera, dan kami belum mengubah pendirian kami sejak partai ini dibentuk dan ini adalah faktor kuncinya,” kata mantan anggota divisi informasi, dakwah dan pemberdayaan Syariah Terengganu. di pemerintahan negara bagian. “Ada juga faktor pendorongnya, misalnya kegagalan UMNO sebagai partai memenuhi kewajibannya dalam membela dan menegakkan prinsip-prinsip Islam serta membela hak-hak orang Melayu,” tambahnya. Analis politik Norshahril Saat, peneliti senior di ISEAS-Yusof Ishak Institute, mengatakan kepada CNA bahwa dalam beberapa tahun terakhir, PAS telah memperkuat basis kekuatan intinya di negara bagian utara dan pantai timur sambil membuat terobosan di wilayah lain di Semenanjung Malaysia. “Ada banyak cara untuk menjelaskannya. Salah satu kemungkinannya adalah adanya ketakutan bahwa para pemilih akan semakin konservatif, khususnya di kalangan masyarakat Melayu, dan mereka sekarang menerima argumen yang telah diajukan PAS selama bertahun-tahun dalam Islamisasi, mempromosikan hukum Syariah dan sebagainya,” kata Dr Norshahril. . “Tetapi argumen lainnya mungkin adalah kurangnya alternatif. Masyarakat Melayu selalu mendukung UMNO dan mereka memandang UMNO sebagai partai utama bagi masyarakat Melayu dan Islam. Tapi sekarang mengingat permasalahan mereka, alternatif terbaik berikutnya adalah Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan tentunya partai yang sejarahnya lebih panjang adalah PAS,” imbuhnya. Sebaliknya, pemilu di Indonesia bulan lalu tampaknya menunjukkan bahwa politik identitas telah surut, meskipun ada kekhawatiran awal bahwa hal ini dapat dirusak oleh konservatisme agama. Dr Norshahril mengatakan bahwa politik identitas “entah bagaimana dibatalkan” di antara para kandidat dalam pemilu di Indonesia. “Kami tidak melihat politik identitas serupa terjadi pada pemilu tahun ini dibandingkan dengan pemilu tahun 2019 dan 2014. Hal ini bisa berarti bahwa para kandidat sendiri telah mempersiapkan diri dengan sangat baik,” kata Dr Norshahril. “Jadi dengan cara ini semua kandidat berhasil menggalang dukungan Islam dan karenanya kita tidak melihat politik identitas digunakan untuk menyerang satu sama lain,” tambahnya. Melihat lebih dekat situasi Indonesia Di negara tetangga, Indonesia, kekhawatiran terhadap kebangkitan Islam politik dan konservatisme agama, terutama menjelang pemilu bulan lalu, tampaknya sudah mereda. Ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak menyerah pada penggunaan politik identitas untuk mengumpulkan suara, kata para pengamat. Ketiga pasangan tersebut adalah: Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Islam (PKB) Muhaimin Iskandar; Menteri Pertahanan saat ini Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka; serta mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mencalonkan diri bersama mantan anggota PKB Mahfud MD. Pasangan pemenangan, Pak Prabowo dan Pak Gibran, tidak pernah menjadi anggota partai Islam, berbeda dengan dua paslon lainnya. Ada kekhawatiran bahwa pemilu ini akan dirusak oleh konservatisme agama, terutama karena politik identitas mendominasi pemilu presiden dan legislatif tahun 2019 serta pemilu gubernur Jakarta tahun 2017. Ujang Komarudin, pakar Islam politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, yakin beberapa kelompok politik ingin menegakkan ideologi Islam tetapi kesulitan untuk menang dalam pemilu karena masyarakat Indonesia heterogen. “Secara obyektif memang ada orang atau kelompok yang memperjuangkan ideologi Islam atau Islam politik.

Read More

Sejarah Upaya Pembunuhan Presiden AS

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penembakan kandidat calon presiden sekaligus mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingatkan pada sejarah panjang upaya pembunuhan presiden di negara tersebut. Berikut daftar sejumlah pembunuhan politik tersebut. Presiden AS Abraham Lincoln adalah yang pertama dalam daftar ini. Presiden Amerika Serikat ke-16 itu dibunuh pada 14 April 1865, hanya lima hari setelah Tentara Konfederasi menyerah dan berakhirnya Perang Saudara AS. The Best Diplomat melansir, pembunuhan Lincoln bukanlah sebuah tindakan spontan namun terencana dengan baik, yang berakar pada perpecahan politik dan ideologi yang mengakar. Pada tahun-tahun menjelang pembunuhan tersebut, Lincoln menghadapi tentangan keras dari negara-negara Selatan dan simpatisannya, yang menentang kebijakannya, khususnya sikapnya terhadap perbudakan dan negara kesatuan. Negara-negara bagian Selatan telah menarik diri dari Persatuan yang menyebabkan pecahnya Perang Saudara. Perang ini berlangsung selama empat tahun dan merenggut nyawa lebih dari 600.000 orang Amerika Orang di balik pembunuhan itu adalah John Wilkes Booth, seorang aktor terkenal dan simpatisan Konfederasi. Booth adalah bagian dari konspirasi yang lebih besar yang melibatkan beberapa individu lain, termasuk Mary Surratt, Lewis Powell, dan George Atzerodt. Rencananya adalah untuk menculik Lincoln dan menukarnya dengan tawanan perang Konfederasi, tetapi ketika perang sudah jelas akan segera berakhir, mereka malah memutuskan untuk membunuh Lincoln. Selanjutnya, terjadi pembunuhan Presiden AS James A Garfield pada tanggal 2 Juli 1881. Charles J Guiteau menembak Presiden Amerika Serikat ke-20 di Stasiun Kereta Api Baltimore dan Potomac di Washington, DC, tindakan mengejutkan yang berakar pada ketidakpuasan politik dan delusi pribadi. Sebelum menjadi presiden, Garfield memiliki karir cemerlang sebagai jenderal Union Army selama Perang Saudara dan sebagai anggota Dewan Perwakilan AS. Ia dikenal karena integritas, kecerdasan, dan komitmennya terhadap hak-hak sipil. Namun, masa kepresidenannya hanya bertahan empat bulan karena ia terkena peluru pembunuh. Pembunuhan Presiden AS William McKinley menandai momen tragis dalam sejarah Amerika selanjutnya. Presiden Amerika Serikat ke-25 itu ditembak mati oleh anarkis Leon Czolgosz pada 6 September 1901, di Pan-American Exposition di Buffalo, New York. Pembunuhan McKinley merupakan peristiwa mengejutkan yang menyoroti bahaya ekstremisme politik.

Read More

Latar Berdirinya NU Tak Lepas dari Peristiwa Komite Hijaz, yang dikirimkan ke Saudi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sebuah peristiwa historis terjadi pada tanggal 26 Januari 1926 di Kampung Kertopaten, Surabaya (Jawa Timur), dimana ratusan ulama terkemuka berkumpul di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah. Dan, dalam pertemuan inilah Nahdlatul Ulama (NU) lahir. Di antara para kiai itu, terdapat KH Muhammad Hasyim Asy’ari, sosok ulama karismatik yang sangat disegani saat itu. Pertemuan ini, menurut Choirul Anam, diadakan atas undangan Komite Hijaz yang menjadi cikal bakal berdirinya NU. Awal mulanya NU memang tidak dapat lepas dari Komite Hijaz. Komite ini bermula dari suatu panitia khusus yang dibentuk oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH Hasyim Asy’ari yang menjadi kiai sepuh. Ibaratnya, Kiai Wahab membuat wadahnya dan Kiai Hasyim memberi ruhnya. Tugas utama komite yang beranggotakan puluhan ulama dan pendiri pondok pesantren itu, antara lain merumuskan sikap para ulama pemegang mazhab ahlussunnah wal jama’ah untuk disampaikan kepada penguasa di Hijaz (Arab Saudi), Raja Saud. Ketika pertemuan berlangsung ada pertanyaan muncul, yakni siapa nantinya yang berhak mengirim delegasi ke kota suci Makkah. Selain itu, apa nama dan bentuk organisasi yang akan memberi mandat kepada delegasi Komite Hijaz. Menjawab pertanyaan tersebut, para ulama dan pimpinan pondok pesantren pun sepakat untuk membentuk suatu jam’iyah — wadah baru bagi persatuan dan perjuangan ulama. Namun, apa nama yang patut diberikan kepada jam’iyah ini? Maka, terjadilah perdebatan cukup seru di antara para ulama sekitar nama jam’iyah yang bakal dibentuk tersebut. Dalam perdebatan itu muncul dua pendapat. KH Abdul Hamid, dari Pondok Pesantren Sedayu, Gresik, mengusulkan nama Nahuddul Ulama (kebangkitan ulama) dengan alasan para ulama mulai bersiap-siap akan bangkit melalui jam’iyah tersebut. Usul tersebut mendapat tanggapan dari KH Mas Alwi Bin Abdul Azis. Kiai dari Ampel, Surabaya, ini berpendapat sebenarnya kebangkitan ulama bukan lagi mulai atau akan bangkit. Tapi, sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, ‘sudah bergerak’ jauh sebelum adanya tanda-tanda akan terbentuknya Komite Hijaz, sekalipun belum terorganisir secara rapi. Atas dasar itulah KH Mas Alwi mengajukan usul nama Nahdlatul Ulama. Sama-sama berarti ‘kebangkitan ulama’ tapi pengertiannya lebih luas. Lebih condong pada gerakan serentak para ulama dalam suatu pengarahan, atau gerakan bersama-sama yang terorganisir. Usul tersebut diterima secara aklamasi. Maka, saat itu juga berdirilah jam’iyah Nahdlatul Ulama yang biasa disingkat NU. Dan, hari itu, tepat 16 Rajab 1344 H atau 26 Januari 1926, ditetapkan sebagai hari lahir NU. Sekalipun KH Wahab Hasbullah adalah pencetus, perintis dan penggerak utama pembentukan NU, ia tidak bersedia menduduki jabatan Rais Akbar yang merupakan jabatan tertinggi dalam jam’iyah NU. Jabatan itu diserahkan kepada KH Hasyim Asy’ari, karena ialah saat itu tokoh pemersatu dan paling disegani di antara para ulama dan pimpinan pondok pesantren. Dalam pertemuan itu terpilih pula KH Ahmad Dachlan (Surabaya) sebagai wakil Rais Akbar. Presiden Tanfidziah (eksekutif) dipercayakan kepada H Hasan Gipo yang juga aktif dalam Komite Hijaz. Sedangkan KH Wahab Hasbullah cukup puas menduduki jabatan Khatib ‘Aam (sekretaris umum) Syuriah (legislatif). Jelas, peran KH Hasyim Asy’ari dalam pendirian NU sangat besar. Saat itu ia diakui oleh masyarakat luas sebagai kiai yang sangat disegani dan dihormati di Jawa. Karena itu, untuk membujuk para kiai yang lebih berpengaruh agar mau mendukung berdirinya NU, KH Wahab Hasbullah memerlukan dukungan moril KH Hasyim Asy’ari. Suatu hari, KH Wahab Hasbullah juga pernah mengusulkan kepada KH Hasyim Asy’ari agar mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan membela kedudukan ulama dan otonomi pesantren dari serangan kaum modernis. Karena KH Hasyim Asy’ari tidak memberikan restu, usulan tersebut gagal terlaksana. Begitu hormatnya Kiai Wahab kepada KH Hasyim, sehingga ketika diangkat menggantikannya ia tidak lagi menggunakan istilah Rois Akbar, tapi Rois Aam. Sejak meninggalnya KH Hasyim pada 25 Juli 1947 sebutan Rois Akbar tidak diberlakukan lagi dan diganti Rois Aam — sebutan itulah yang dipakai NU sampai saat ini. Pemilihan terhadap KH Hasyim Asy’ari, menurut almarhum KH Saifuddin Zuhri, didasarkan pada relevensi perjuangan Hadratus Sheikh.

Read More

Kemenag dan Universitas Al-Azhar Resmikan Pembangunan Markaz Tathwir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar meresmikan pembangunan Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin Wa Al-Ajanib cabang Indonesia. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Profesor Dr. Nahla Sabry El Seidy, Head of Center for the Development of Foreign Students Education at Al-Azhar Affairs (Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Mahasiswa Asing Al-Azhar) di Auditorium HM Rasjidi, Kamis (11/07/2024). “Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, maka sudah selayaknya Indonesia menjalin hubungan yang baik dan bekerja sama dengan Mesir demi kebaikan dua negara yang kita cintai,” ujar Wakil Menteri Kementerian Agama, Saiful Rahmat Dasuki. Menurutnya, Mesir memiliki Universitas Al-Azhar yang menjadi salah satu destinasi pendidikan pelajar Indonesia yang ingin menambah ilmu pengetahuan agama islam. “Al-Azhar banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama Indonesia, Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Mustofa Bisri, dan lain-lain. Tentunya ada keterkaitan pandangan pandangan Islam beliau hari ini dan mengajarkan pada kita”, ucap Wamenag. Wamenag menyampaikan, Al-Azhar adalah kampus pencetak ulama yang memiliki pemahaman Islam yang moderat, dan benteng Islam moderat yang tertua yang ada di dunia islam saat ini. “Saya mewakili Menteri Agama, menyampaikan rasa terima kasih yang setulusnya kepada Yang Mulia Grand Syekh Al Azhar, Prof. Ahmed Mohammed Ahmed Al-Tayeb dan juga kepada Prof. Dr. Nadzir Muhammad Iyad, atas kesempatan silaturahmi dan hubungan yang baik ini,” katanya Prof. Dr. Nahla Sabry El Seidy mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang berinisiatif membuka cabang Markaz Tathwir di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Al-azhar selalu mengedepankan upaya maksimal untuk melayani para mahasiswa asing terutama dalam pendirian Markaz Tathwir di indonesia.

Read More

ISNU Jatim Siapkan Buku dan Simposium Hari Santri 2024

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur bersama PC ISNU Ponorogo menyiapkan kegiatan penulisan antologi buku dan simposium “SIIR Santren ke-2” untuk menyambut Hari Santri Nasional 2024. “Ponorogo akan menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional 2024 oleh ISNU Jatim yang sarat akan wacana intelektual,” terang Ketua PW ISNU Jatim Prof Mas’ud Said MA di Surabaya, Kamis (11/7/2024) Kegiatan Hari Santri 2024 yang dipusatkan di Ponorogo itu memang disiapkan ISNU Ponorogo dengan dua acara utama, yakni penulisan antologi buku dan simposium tentang pemikiran santri. Ia menegaskan bahwa tema penulisan antologi buku adalah “Trajectory Visi Kemanusiaan Sarjana NU”, sedangkan tema Simposium SIIR Santren ke-2 adalah “Pemikiran Santri & Khazanah Pesantren Nusantara”. “Antologi ini mengajak para dosen, akademisi, aktivis, penulis, peneliti, dan praktisi untuk menggali gagasan-gagasan segar seputar peran sarjana NU dalam menjawab tantangan zaman,” urainya. Topik-topik yang diangkat meliputi konservasi budaya Islam Nusantara, kebijakan publik, ekonomi inklusif, dan nilai-nilai Aswaja dalam konteks kebangsaan. Partisipan yang terpilih akan mendapatkan e-sertifikat, e-book, sertifikat HAKI, dan kesempatan untuk meluncurkan karya mereka pada Hari Santri Nasional 2024. Sementara itu, simposium SIIR Santren ke-2 akan menjadi ajang diskusi pemikiran santri dalam menghadapi berbagai isu kontemporer, seperti ekologi, era digital, konsep negara bangsa, diaspora Nahdliyin, dan pendidikan tinggi NU era Revolusi Industri 5.0.

Read More

Pergantian Kiswah Ka’bah Gunakan 1.000 Kilogram Sutera

Mekah — 1miliarsantri.net : Otoritas Pengelola dan Perawatan Masjid Agung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menghiasi kiblat umat Islam, Ka’bah, dengan penutup baru Kiswah sesuai tradisi tahunan di negara tersebut. Melansir Kantor Berita Arab Saudi atau Saudi Press Agency (SPA), proses ini dilakukan Sabtu (6/7/2024) oleh tim dari Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci, yang terdiri dari 159 pengrajin terampil. Para pengrajin tersebar di sekitar sisi dan atap Ka’bah, masing-masing bertanggung jawab sesuai keahlian mereka. Mereka mulai dengan membongkar Kiswah lama, memasang yang baru, dan melakukan perbaikan di sudut-sudut dan atap Ka’bah. “Kiswah yang baru terdiri dari empat sisi terpisah dan tirai pintu, memiliki berat 1.350 kilogram dan tinggi 14 meter. Setiap sisi Ka’bah dinaikkan secara individu ke puncak Ka’bah untuk dipersiapkan sebelum dipasang di atas penutup lama,” tulis SPA, dikutip Rabu (10/7/2024). Proses pemasangan melibatkan pengikatan dan penurunan secara bertahap dari ujung Kiswah lama, sementara sisi baru dipindahkan ke tempatnya. Proses ini diulang sebanyak empat kali untuk setiap sisi hingga Kiswah terpasang dengan sempurna. Sabuk kemudian diselaraskan dan dijahit untuk memastikan keseluruhan tampilan Kiswah teratur dan indah. Setelah semua sisi dipasang, sudut-sudut Kiswah dijahit dari atas hingga ke bawah. Proses penyelesaian meliputi pemasangan tirai, yang membutuhkan waktu dan presisi yang besar. Setiap potongan tirai dibuat dari kain hitam dengan dimensi yang sesuai, kemudian dipasang dengan detail jahitan yang cermat ke Kiswah. Untuk membuat Kiswah, digunakan sekitar 1.000 kilogram sutera mentah yang dicelup warna hitam, dihiasi dengan 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram benang perak.

Read More