MUI Gelar FGD Merumuskan Strategi Dakwah Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Jelang Pemilu 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Dakwah mengadakan Fokus Group Discussion (FGD), di Aula Buya Hamka MUI Pusat, Kamis (21/12/2023). Kegiatan ini merumuskan strategi dakwah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjelang Pemilu 2024. FGD juga dimaksudkan mempersatukan manhaj (metode) dakwah pada semua agama dalam mempersatukan bangsa menjelang pemilu. Menurut Ketua MUI KH M. Cholil Nafis, situasi menjelang pemilu ini cukup menghawatirkan. Sudah mulai ada gangguan terhadap kedamaian Pemilu. Menurutnya, pintu masuk paling mudah untuk menciptakan gangguan terhadap pemilu melalui narasi keagamaan atau politisasi agama. Bahkan, fenomena gangguan melalui benturan internal umat beragama dan antar umat beragama mulai nampak. “Dengan kumpulnya tokoh-tokoh agama dan bersepakat dalam pemilu damai ini maka potensi kerawanan sosial dapat diminimalisasi,” ulasnya. Hadir dalam FGD ini Paulus C Siswantoko (Sekretaris KWI), Maylen TNI (Purn) Dr. Putu Sastra Winparta (Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa – Sabha Walaka – PHDI), Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D (Ketum MATAKIN), Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin (Sekretaris PGI), dan Prof. Dr. Philip Kuntjoro Widjaja (Ketum Permabudhi). Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA mengatakan, FGD ini menyepakati 7 point sebagai komitmen tokoh-tokoh agama dalam mendukung pemilu damai: Tujuh poin itupun telah dideklarasikan oloh 6 perwakilan tokoh agama sebagai komitmen bersama mengawal pemilu damai. (wink) Baca juga :

Read More

Ketika Alquran Bantah Klaim Yahudi Sebagai Kaum Paling Cerdas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Yahudi kerap mengklaim diri sebagai kaum yang istimewa, unggul, dan pintar. Nyatanya tidak demikian, Alquran membantahnya berdasarkan jejak sejarah umat Yahudi dan Bani Israil. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 78: وَمِنْهُمْ اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّآ اَمَانِيَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ “Wa minhum umiyyūna lā ya‘lamūnal-kitāba illā amāniyya wa in hum illā yaẓunnūn(a).” Yang artinya, “Di antara mereka ada yang umiy (buta huruf), tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.” Dalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan, setelah kelakuan kelompok cendekia dan tokoh agama Yahudi dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, ayat-ayat selanjutnya menjelaskan kelompok lain di kalangan Bani Israil. Yaitu bahwa di antara mereka ada yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, atau bodoh dan keras hati. Mereka tidak memahami makna dan pesan Kitab Taurat dengan pemahaman yang penuh penghayatan, kecuali hanya berangan-angan berupa kebohongan yang disajikan oleh pemuka agama mereka dan dikatakan sebagai kebenaran. Dan mereka hanya menduga-duga, sebab kalau pun mereka membacanya, itu tidak dilakukan dengan disertai pemahaman yang mendalam. Maka dalam ayat ini diberitahukan tentang orang-orang awam pengikut-pengikut mereka yang mengikuti saja kemauan pendeta-pendeta yang memutarbalikkan isi Taurat. Baik pemimpin atau pun pengikutnya, keduanya dalam kesesatan. Di antara orang-orang Yahudi itu ada golongan ummi yaitu orang-orang yang buta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Mereka hanya dapat menghafal Kitab Taurat, tetapi mereka tidak dapat memahami makna dan kandungan isinya, dan amal perbuatannya pun tidak dapat mencerminkan apa yang dimaksud oleh isi Taurat itu. Mereka adalah kaum yang hanya mendasarkan sesuatu kepada sangkaan saja, tidak sampai kepada martabat keyakinan yang berdasarkan keterangan-keterangan yang pasti tidak meragukan. Orang-orang Yahudi itu memang banyak ingkar terhadap kebenaran, meskipun kebenaran itu telah terang dan jelas. Mereka banyak mendustakan ayat-ayat Allah, dan paling banyak tertipu oleh dirinya sendiri serta suka memakan harta orang lain dengan cara haram, seperti riba, menipu dan suap. Mereka menganggap bahwa mereka adalah orang yang paling utama di antara bangsa di dunia.(yan) Baca juga :

Read More

Lazisnu Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua Untuk Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap ke dua untuk Palestina melalui NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdatul Ulama (LAZISNU) sebesar Rp2.275.000.000 itu diserahkan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa kepada Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (20/12/2023). “Insya Allah kita akan terus bergerak bersama memberikan bantuan semaksimal mungkin meringankan saudara kita, tidak hanya untuk yang ada di Gaza tetapi juga yang ada di Raffah dan Jordan karena sebagian sudah berpindah ke sana, sama membutuhkan bantuan,” terang Khofiffah. Bantuan yang diberikan berasal dari hasil iuran para pimpinan wilayah, pimpinan cabang, dan pimpinan pusat Muslimat NU, sebagai bagian dari upaya untuk membantu rakyat di Palestina yang mengalami musibah kemanusiaan. Dia mengatakan bahwa tidak mudah untuk dapat memastikan bantuan yang diserahkan bisa sampai langsung kepada para korban. Namun, dengan jejaring yang dimiliki LAZISNU, bantuan-bantuan tersebut secara nyata tersampaikan melalui laporan yang diterima untuk para penerima manfaat yakni rakyat Palestina. “Muslimat secara kolektif sama hati dan pikirannya karena tidak mudah bisa memastikan bantuan sampai, terima kasih LAZISNU,” sambungnya. Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas bantuan yang kembali diserahkan oleh Muslimat NU. Dia memastikan bahwa bantuan yang diberikan segera disalurkan langsung ke jantung Kota Gaza melalui relasi yang dimiliki, termasuk melalui Grand Syekh Azhar Mesir yang juga memiliki Baitul Mal. “Terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga Muslimat NU. Sampai saat ini, dari keluarga besar Nahdatul Ulama yang memberikan bantuan dengan nyata dan terkoodinir dengan baik adalah Muslimat,” ungkapnya. Menurutnya, hingga saat ini LAZISNU telah menerima bantuan sebesar Rp30 miliar untuk rakyat Palestina, dan Rp3 miliar di antaranya berasal dari dari Muslimat NU. Bantuan yang telah disalurkan telah mencapai Rp7 miliar dengan jenis bantuan yang bermacam-macam melalui berbagai baitul zakat, termasuk melalui BAZNAS milik Pemerintah. (rid) Baca juga :

Read More

Misi Menyelamatkan Pohon Zaitun Berusia 2.000 Tahun di Yordania

Amman — 1miliarsantri.net : Setiap pagi petani Yordania Ali Saleh Atta menelan dua siung bawang putih dengan secangkir minyak zaitun sebelum keluar untuk memeriksa pohon zaitun kuno miliknya. “Pohon-pohon ini mewakili sejarah Yordania,” terang pria berusia 84 tahun itu, sambil memandangi pohon-pohon berusia 2.000 tahun yang batangnya berbonggol-bonggol besar dengan cabang dengan daun halus berwarna hijau pucat, dilansir di Malay Mail, Kamis (21/12/2023). Pohon zaitun adalah simbol nasional yang dicintai di Yordania. Namun, mereka juga terancam oleh perluasan kota, pembalakan liar untuk kayu bakar, dan pencabutan rumah dan kebun orang kaya untuk dekorasi. Lahan milik Atta, ayah 10 anak tersebut, berada di Al-Hashimiyya, kawasan hutan sekitar 70 kilometer barat laut Amman. “Saya telah memberikan wasiat tertulis kepada anak cucu saya bahwa setelah saya meninggal, mereka harus memeliharanya dan (hidup) dari apa yang mereka hasilkan,” urainya. Menurut Dewan Zaitun Dunia, Yordania adalah produsen zaitun terbesar kesepuluh secara global. Banyaknya pohon kuno yang bertahan ribuan tahun merupakan bagian integral dari identitas dan budaya negara ini. “Anda hampir tidak dapat mengunjungi sebuah rumah tanpa menemukan pohon zaitun di setiap kebun. Kami dibesarkan sejak kecil dalam budaya ini,” tukas Direktur Jenderal Pusat Penelitian Pertanian Nasional Nizar Haddad. Namun saat ini, katanya, keindahan pepohonan justru membahayakan mereka. “Beberapa hotel, villa, pengusaha dan perusahaan suka menambahkan sentuhan pada dekorasi mereka sehingga mereka membeli pohon tersebut dan membawanya pergi,” paparnya. Pepohonan sering kali tidak dapat bertahan dari perpindahan tersebut. Haddad menambahkan undang-undang baru bertujuan melindungi pohon zaitun. “Undang-undang Yordania yang baru melindungi pohon-pohon ini agar tidak tumbang atau ditebang, dan ada koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, pusat kami, dan polisi untuk mencegah operasi transportasi kecuali dalam kasus yang sangat luar biasa,” ujarnya. Yordania memiliki 11 juta pohon zaitun yang mencakup 20 persen dari seluruh lahan pertanian di negara tersebut. Mereka menghasilkan 50 ribu ton zaitun dan 25 ribu ton minyak zaitun setiap tahun. Komoditas ini menyumbang 120 juta dinar Yordania (sekitar Rp 2,6 triliun) terhadap perekonomian. Haddad mencatat pohon zaitun memiliki makna simbolis bagi umat Muslim dan Kristen di Yordania. Pohon zaitun disebutkan dalam Alquran dan Nabi Isa menghabiskan jam-jam terakhirnya berdoa di Bukit Zaitun. “Pohon-pohon ini harus dilestarikan agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, apalagi pohon-pohon tersebut merupakan jenis pohon yang mampu beradaptasi terhadap segala tantangan lingkungan yang dihadapi tidak hanya di wilayah kami, tetapi juga dunia,” lanjutnya. Kepala Masyarakat Koperasi Mehras Amer Gharaibeh mengatakan varietas pohon tersebut dikenal dengan nama Roman atau Mehras. Menurutnya, pohon ini harus dilestarikan sebagai harta nasional . “Di sini Anda bisa melihat pohon-pohon zaitun tertua. Pohon-pohon itu sudah ada di sini sejak Romawi menguasai wilayah ini, sebelum umat Islam menguasainya,” sambungnya. Penelitian menunjukkan Mehra memiliki nenek moyang yang sama dengan buah zaitun yang dibudidayakan di Italia, Siprus, dan Spanyol. Bersamaan dengan Kementerian Kebudayaan Yordania, organisasi Gharaibeh berupaya menambahkan pohon-pohon tersebut ke dalam Daftar Warisan Dunia Takbenda Unesco Harapannya, hal ini pada akhirnya akan berkontribusi dalam melestarikan dan melindunginya. Yordania sedang menyusun rencana untuk melibatkan masyarakat dengan pepohonan dengan memasang kode QR pada setiap botol minyak zaitun yang diproduksi. Dokumen tersebut mencantumkan lokasi pohon, nama pemiliknya, sejarahnya, kualitas minyak, dan umur pohon tersebut. “Kami tidak hanya akan menjual minyak zaitun, tetapi kami menyebarkan cerita yang relevan sehingga kami dapat memasarkan negara kami sepenuhnya,” kata Haddad, yang organisasinya mengerjakan proyek tersebut. (mil) Baca juga :

Read More

Santri Ponpes Al Wutsqo Depok Dapat Penyuluhan Kesehatan Terkait Penyakit Kulit yang Sering Menimpa Santri Pesantren

Depok — 1miliarsantri.net : Pesantren dengan konsep asrama merupakan lingkungan yang padat sehingga memiliki potensi penyebaran penyakit menular, seperti skabies atau kudis. Jika terjangkit, kondisi sangat gatal dan menular pada kulit. Penyakit skabies disebabkan oleh tungau kecil di dalam kulit. Kudis menular dan cepat menyebar melalui kontak fisik dekat dalam keluarga, sekolah, atau pasantren. Penyakit ini salah satunya disebabkan gigitan tungau atau kutu busuk. Tungau atau kutu busuk adalah serangga yang sangat kecil yang seringkali ada di tempat tidur atau kasur. Gigitannya tidak hanya bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit, tapi juga berisiko menyebabkan infeksi kulit dan reaksi alergi yang serius. Ciri-ciri gigitan tungau adalah rasa gatal, perih, hingga iritasi kulit. Pencegahan penyakit ini salah satunya dapat dilakukan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk itu, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Kedokteran (FK) melakukan kegiatan penyuluhan PHBS sekaligus pemeriksaan kesehatan kepada para santri dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wutsqo, Depok, Jawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) FKUI ini diketuai oleh Sasanthy Kusumaningtyas, S.Si, M.Biomed yang merupakan Ketua Departemen Anatomi FKUI. Kegiatan tersebut melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa FKUI. Dosen terdiri atas dr Isabella Kurnia Liem, Deswaty Furqonita, M.Biomed dan drg Haamid Hasan Haikal. Tendik meliputi Dini Fitriyanti, M.Si, Aldila Amini Nasrul, S.Si, Amaliatu Rosyidah, S.K.M dan Rafika Bunga Sofia Aruan, S.K.M. Sementara, mahasiswa terdiri dari Firda Asma’ul Husna, M.Biomed dan Milya Urfa Ahmad, S.Si. Menurut Sasanthy, upaya peningkatan PHBS di lingkungan pesantren tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kali penyuluhan, tetapi harus berkesinambungan. Hal itu dimaksudkan agar permasalahan kesehatan yang mengancam atau sedang dihadapi para santri dapat ditanggulangi. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan dilaksanakan secara berkelanjutan sejak bulan Agustus hingga November 2023. “Pada bulan Agustus, Tim Pengabdi melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pertama. Lalu, di bulan September, kami kembali melakukan penyuluhan yang disertai dengan pemantauan perkembangan program dan pembentukan kader kesehatan. Hingga akhir November, kami melakukan penyuluhan sekaligus evaluasi dan pemeriksaan kesehatan kepada para santri,” terang Sasanthy dalam siaran pers yang diterima 1miliarsantri.net, Rabu (20/12/2023). Dari hasil evaluasi program tersebut, ditemukan adanya penurunan 66,7% kasus skabies atau kudis dan 72,7% kasus kutu rambut pada santri perempuan jika dibandingkan dengan angka awal. Namun, meski terdapat kemajuan, tim mengaku kesulitan untuk mencapai penurunan 100%. Hal tersebut karena beberapa faktor, antara lain masih kurangnya kesadaran akan PHBS, faktor kebiasaan, dan faktor fasilitas. Salah seorang anggota Tim Pengabdi, Deswaty, mengatakan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga PHBS di lingkungan pesantren perlu ditingkatkan guna mencegah penyebaran penyakit. Menjaga PHBS bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, seperti mandi dua kali sehari dengan sabun, mengganti pakaian setiap hari, menjemur handuk setelah dipakai, dan tidak meminjam barang pribadi seperti sisir. “Selain itu, para santri sebaiknya tidur di kasur terpisah. Ventilasi dan sinar matahari di ruangan juga harus diperhatikan. Para santri perlu menjaga kebersihan asrama dan lingkungan demi mencegah penyakit menular,” jelasnya. Atas pelaksanaan kegiatan tersebut, perwakilan dari Ponpes Al Wutsqo Depok, Topik Muntaka, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Tim UI yang berkolaborasi dengan Ponoes Al Wutsqo Depok dalam mencegah infeksi skabies atau kudis. “Berkat program ini, anak-anak yang sebelumnya merasakan gatal-gatal mendapatkan obat secara gratis, termasuk obat kutu dan obat kulit. Kami juga menghargai bantuan sembako yang diberikan. Semoga kerja sama Al-Wutsqo dengan UI tidak berhenti sampai di sini,” ucapnya. Kegiatan pengmas ini didukung oleh dana hibah dari Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) UI tahun 2023, nomor: 84/UN2.PPM/HKP.05.00/2023, serta dukungan dari JT Clinic. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan santri di Kota Depok tentang PHBS dapat meningkat, sehingga para santri mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. (dik) Baca juga :

Read More

Gus Dur Wasiatkan Kepada Generasi Muda 4 Poin Etika Demokrasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Filsuf dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Karlina Rohima Supelli menyampaikan pesan dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait etika demokrasi untuk anak muda. Pesan Gus Dur kepada anak muda jangan hanya gara-gara muak terhadap praktik politik yang penuh dusta dan pengingkaran demokrasi, kita bersikap acuh tak acuh. “Kepada kaum muda yang tidak kenal Gus Dur, tidak pernah bersentuhan dengan Gus Dur, bukan berarti tidak bisa belajar,” terang Karlina dalam gelaran Haul Ke-14 Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, dikutip dari NU Online, Selasa (19/12/2023). Karlina menegaskan bahwa anak muda perlu memahami dan mengadopsi empat hal penting yang diwariskan oleh Gus Dur. Pertama, anak muda perlu meyakini kebenaran sebagai titik tolak sikap mereka. Gus Dur menekankan pentingnya kepekaan anak muda terhadap realitas di sekitarnya dan kemampuan untuk membedakan antara yang benar yang seharusnya dipertahankan, baik dalam bentuk keyakinan ideologi maupun agama. Kedua, anak muda perlu mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum membuat keputusan. Gus Dur mengajarkan bahwa pertimbangan yang matang terhadap konsekuensi tindakan dan pilihan-pilihan adalah esensial dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Ketiga, kehalusan budi dan rasa menjadi penentu apakah keyakinan yang benar dan pengetahuan yang dimiliki mampu memberikan dampak positif pada kehidupan. Gus Dur menekankan pentingnya memahami bahwa pengetahuan juga bisa menimbulkan risiko. Karena itu, diperlukan kehalusan budi dan rasa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Keempat, solidaritas sosial menjadi fondasi demokrasi. Gus Dur meyakini bahwa melalui solidaritas sosial, manusia dapat saling tolong-menolong, mencegah konflik, dan membangun masyarakat yang saling mendukung. Meskipun etika berdemokrasi kompleks, tetapi Gus Dur mengajarkan bahwa itu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Gus Dur telah mewariskan empat hal yang penting untuk membangun demokrasi, budaya untuk sangat hati-hati ketika anak muda membuat putusan dan pilihan-pilihan. Empat unsur ini diharapkan menjadi pegangan kaum muda untuk menempa diri dan sikapnya dalam berbagai keadaan,” tutupnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Majalengka Hadirkan Wisata Edukasi Religi Kertajati Umroh Park

Majalengka — 1miliarsantri.net : Destinasi wisata religi Kertajati Umroh Park akan dibangun di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Tempat itu nantinya akan dijadikan wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya calon jamaah haji dan umroh. Rencana pembangunan Kertajati Umroh Park itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dan PT Fitra Amanah Wisata. Perjanjian tersebut telah ditandatangani Bupati Majalengka Karna Sobahi di lokasi dekat area pembangunan di wilayah Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (14/12/2023). Ketua Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah (KSP BMD) Kabupaten Majalengka Wawan Sarwanto menjelaskan, penandatanganan perjanjian kerja sama itu untuk menjalin kesepahaman bersama antara Pemkab Majalengka dengan PT Fitra Amanah Wisata dalam pembangunan dan pengelolaan Kertajati Umroh Park. Setelah ditandatanganinya perjanjian kerja sama tersebut, diharapkan pembangunan Kertajati Umroh Park Majalengka segera terealisasi, berikut sarana dan prasarana pendukungnya. Realisasi itu diharapkan terwujud dalam jangka waktu paling lama dua tahun setelah semua perizinan didapatkan. “Rencana investasi pembangunan Kertajati Umroh Park Majalengka tersebut senilai Rp 50 miliar, dengan masa kerja sama pemanfaatan selama 30 tahun. Adapun kontribusi terhadap pendapatan asli daerah dalam kurun waktu 30 tahun tersebut senilai Rp 22.317.600.000,” terang Wawan. Direktur PT Fitra Amanah Wisata, Tomi Tris, menjelaskan, total luas tanah untuk Kertajati Umroh Park Majalengka itu sekitar 9,3 hektare. Menurut dia, sekitar empat hektare akan dipergunakan terlebih dahulu. Adapun daya tampungnya diperkirakan sekitar seribu orang. “Kertajati Umroh Park Majalengka itu nantinya akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya calon jamaah haji dan umroh,” beber Tomi. Di lokasi tersebut rencananya ada replika atau miniatur Ka’bah, beserta sarana lainnya yang menggambarkan tentang keadaan di Makkah. Hal tersebut diharapkan dapat lebih memberikan pengetahuan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji dan umroh di tanah suci. “Jadi, intinya kami memberikan edukasi kepada para calon jamaah ibadah haji dan umroh,” tambah Tomi. Bupati Majalengka Karna Sobahi menyambut baik rencana pembangunan destinasi wisata edukasi religi Kertajati Umroh Park. Menurut dia, selain menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat Majalengka maupun dari luar daerah, destinasi wisata itu dapat berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Majalengka. “Untuk itu, kami harus bantu dulu proses awal ini supaya mudah dan murah, sehingga nanti dalam proses pembangunannya lancar. Setelah itu, kita juga adakan lagi kerja sama pemanfaatan untuk menghadirkan masyarakat, baik itu calon jamaah haji dan umroh, para peserta didik sekolah, sehingga tempat ini akan menjadi pusat edukasi manasik bagi masyarakat,” tutup Bupati. (din) Baca juga :

Read More

Mahasiswa Unusa ini Magang Internasional, Sekaligus Menjadi Ustad Berkah Seringnya Membaca Al Qur’an

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mokhammad Ramadani Ilham Akbar, merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari Prodi S1 Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Saat ini dia magang internasional di Sariraya Co., Ltd. Jepang yang mempunyai islamic center (Toyota Islamic Center, Aichi, Jepang). Dia magang selama 3 bulan, bertugas menjadi ustad mengisi kegiatan keagamaan di Toyota Islamic Center, sekaligus mempelajari manajemen bisnis dan produk halal di Jepang. “Pengalaman magang ini dimulai saat saya diamanahi oleh Bapak Dekan FEBTD untuk mengikuti program magang internasional di Sariraya, Jepang. Dengan hati yang lapang, saya siap mengambil kesempatan yang sangat baik dan mulia ini, juga menambah wawasan dan ilmu saya, serta membagikan ilmu kepada teman-teman di Jepang. Terlebih saya memiliki hobi qiro’ah, dan pas dengan salah satu tugas saya di Toyota Islamic Center,” ungkapnya. Anak pasangan almarhum Mokammad Efendi Santoso dan almarhumah Dewi Rikhana ini mengungkapkan, semua berawal ketika dirinya ikut seleksi tingkat fakultas dan hingga akhirnya dia direkomendasikan Dekan FEBTD Unusa, Dr. Ubaidillah Zuhdi, ST, M.Eng., M.SM,. untuk mengikuti seleksi magang internasional. Salah satu tantangan utama dihadapi pria yang pernah juara MTQ 2021 tingkat perguruan tinggi se Jawa Timur ini, yakni keterbatasan dalam berkomunikasi karena perbedaan bahasa. Dia menyadari bahwa untuk mengatasi hambatan ini, perlu meningkatkan kemampuan berbahasanya. Oleh karena itu, dia telah mengambil inisiatif untuk aktif belajar dan memperdalam pemahamannya terhadap bahasa yang digunakan di lingkungannya. Selain itu, perbedaan budaya juga menjadi kendala yang menantang baginya. “Meskipun mungkin sulit pada awalnya, saya melihat perbedaan ini sebagai peluang untuk memperluas pandangan dan pemahaman saya terhadap dunia. Hal ini telah mendorong saya untuk lebih terbuka terhadap pemahaman budaya-budaya yang berbeda dan menumbuhkan semangat dalam belajar untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Dengan tekad dan upaya yang terus-menerus, saya yakin bahwa saya dapat mengatasi kendala-kendala ini dan menjadi lebih terampil dalam menghadapi tantangan komunikasi dan perbedaan budaya,” bebernya. Tidak hanya berbicara tentang kendala, Dani juga menuturkan tentang dukungan luar biasa yang diterimanya dari keluarga dan kampus. “Awalnya kaget dan dikira hanya bercanda, namun dengan i’tikad yang baik dan niat yang baik, Alhamdulillah keluarga saya besar hati untuk merestui keberangkatan saya,” tambahnya. Dukungan dari dosen, kaprodi, dan dekan Unusa juga menjadi aspek krusial dalam keberangkatannya. “Alhamdulillah wa syukurillah, bapak ibu dosen, bapak kaprodi, bapak dekan semua antusias untuk merestui keberangkatan saya,” ucapnya. Saat tiba di Jepang untuk pertama kalinya, pria kelahiran Mojokerto ini menggambarkan momen tersebut sebagai seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “Rasanya seperti mimpi, bisa merasakan suasana Jepang secara langsung, dan tak lupa saat saya di Haneda Airport Tokyo, sujud syukur adalah langkah awal saya saat di Jepang,” ceritanya dengan penuh syukur. Tentang lingkungan kerja di Jepang, Dani memberikan gambaran yang memukau. “Sangat perfeksionis, mulai dari waktu, cara kerja, dan profesionalitas dalam dunia kerja. Ini lah yang membuat saya semakin semangat dalam dunia magang ini, meskipun hanya 3 bulan,” ungkapnya. Setelah sukses menyelesaikan masa magangnya nanti, dia memiliki harapan besar untuk masa depan. “Harapan saya, ayo teman-teman mahasiswa, adik-adik mahasiswa kita bisa dan siapapun bisa untuk pergi ke negeri sakura. Tingkatkan lagi kreativitas dan inovasi belajar. Karena, saya yakin jika saya bisa, kalian pasti bisa,” ajaknya penuh semangat. Sebagai penyemangat dan nasihat bagi adik kelas di Unusa, Dani memberikan tips berharga. Seperti halnya di atas, jangan capek untuk bermimpi. Capek boleh berhenti sejenak, namun silahkan dilanjutkan lagi. Karena akan ada matahari dan pelangi yang akan menyinari dan mewarnai kalian saat malam dan badai berlalu. “Melalui pengalaman berharga ini, saya tidak hanya membawa pulang ilmu dan pengetahuan baru, tetapi juga semangat dan inspirasi yang dapat memotivasi mahasiswa Unusa lainnya untuk mengejar impian mereka di tingkat internasional,” tutupnya sambil tersenyum penuh keyakinan. (har) Baca juga :

Read More

Kemenag Adakan Madrasah English Community ke Beberapa Sekolah Madrasah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir menjalin sinergi dengan Peace Corp, antara lain dengan menginisiasi Madrasah English Community. Madrasah English Community digelar terakhir di Yogyakarta, tepatnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo Yogyakarta, Senin (11/12/2023) lalu. Acara ini menghadirkan Nikki Daughery, Ella Zelenak, dan Sarah Mericle selaku relawan Peace Corp. Plt. Direktur KSKK Madrasah, Muchammad Sidik Sisdiyanto sangat mengapresiasi kegiatan ini. Diharaokan kerja sama ini bisa memotivasi seluruh siswa-siswi madrasah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. “Belajar Bahasa Inggris sudah menjadi keniscayaan bagi seluruh pelajar di Indonesia, termasuk di madrasah. Kerja sama ini mudah-mudahan bisa memotivasi seluruh siswa-sisiwi madrasah untuk mengembangkan skill bahasa Inggris mereka,” tutur M. Sidik Sisdiyanto kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (16/12/2023). Plt. Direktur KSKK Madrasah berharap English Madrasah Community itu tidak hanya tercipta di dunia maya saat belajar online, tetapi juga di dunia nyata. Masing-masing madrasah diharapkan juga memiliki komunitas Bahasa Inggris. “Sebab berlajar Bahasa Inggris kalau tidak memiliki komunitas menjadi agak sulit. Yogyakarta sudah memberikan contoh, yakni membuat Kampung Inggris dengan peserta dari siswa-siswi MTs,” sambungnya. Madrasah English Community di MAN 2 Kulon Progo dihadiri juga oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Abu Suud serta Kepala Sub Direktorat Kerjasama Direktorat KSKK Madrasah, Papay Supriatna (secara online). Peace Corp adalah lembaga pemerintah Amerika yang memberikan bantuan berupa sukarelawan (volunteer) untuk menjadi guru Bahasa Inggris. Tahun 2023, ada tiga relawan yang bertugas di tiga madrasah. Ketiga relawan tersebut adalah Nikki Daughery, Ella Zelenak, dan Sarah Mericle. Masing-masing mereka mengajar Bahasa Inggris di MAN 1 Blitar, MTs Harapan Baru Ciamis dan MTsN 7 Kediri. Mereka juga memberikan edukasi kepada guru-guru terkait dengan pedagogi pembelajaran. Setiap bulan, diadakan juga belajar Bahasa Inggris secara online sehingga bisa diikuti seluruh siswa-siswi madrasah di Indonesia. Belajar bahasa Inggris online inilah yang kemudian dikemas dalam program Madrasah English Community. Dalam Madrasah English Community ini, para relawan Peace Corp berbicara tentang pentingnya Bahasa Inggris bagi pergaulan internasional, akses pengetahuan, dan akses pekerjaan. Selain itu, mereka juga berbicara tentang kebudayaan dan pendidikan. Kegiatan Madrasah English Community di MAN 2 Kulon Progo diakhiri dengan rekaman Modcast (Madrasah Podcast). Nikki Daugherty dalam kesempatan itu menceritakan tentang pengalamannya hidup di Blitar dan mengajar di Madrasah. Podcast ini akan ditayangkan di Youtube Direktorat KSKK Madrasah Channel. (yus) Baca juga :

Read More

Film Siksa Neraka, Visualisasi Neraka Menggunakan Pendekatan Al-Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sineas Anggy Umbara mengungkapkan film “Siksa Neraka” menggunakan pendekatan-pendekatan Al-Qur’an untuk menggambarkan tentang neraka. “Karena tidak ada yang pernah ke neraka, jadi kita pakai pendekatan-pendekatan di Al-Quran semaksimal mungkin untuk memberi gambaran tentang neraka,” terang Sutradara film “Siksa Neraka” Anggy Umbara, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (15/12/2023). Demi penggambaran neraka yang mengerikan, film ini menggunakan efek Computer-Generated Imagery (CGI). Penggunaan efek CGI memakan biaya produksi sekitar Rp5 miliar. Anggy menuturkan, film “Siksa Neraka” adalah film yang paling banyak menghabiskan biaya untuk proses editingnya. “Visual neraka membutuhkan sentuhan yang detail, karena kami ingin memberikan terapi kejut bagi penonton. Hampir semua siksaan mengerikan di dalam komik, divisualkan ke dalam film. Mungkin yang paling sulit dalam pembuatannya adalah ketika para penghuni neraka dimasukkan dalam lautan lava, serta di dibunuh dan disantap binatang-binatang beracun raksasa,” ujar Dheeraj Kalwani, Produser film “Siksa Neraka”. Film “Siksa Neraka” merupakan adaptasi dari komik berjudul sama karya M.B Rahimsyah, yang populer di tahun 80-an. Seperti komiknya, film ini memberikan gambaran siksaan neraka yang didapat para pendosa selama hidup di dunia. Film keluaran Rumah produksi Dee Company ini mengisahkan tentang empat orang kakak-beradik bernama Saleh (Rizky Fachrel), Fajar (Kiesha Alvaro), Tyas (Ratu Sofya), dan Azizah (Nayla Purnama). Sejak kecil, mereka telah mendengar kisah-kisah mengenai surga dan neraka. Mereka dididik dengan keras oleh ayahnya (Ariyo Wahab), seorang ustad muda terpandang di desa tempat mereka tinggal. Suatu malam, dalam perjalanan menuju desa seberang tanpa sepengetahuan orang tua mereka, Saleh dan adik-adiknya terseret arus sungai yang deras hingga menghilang. Saleh kemudian terbangun di alam yang lain, yakni neraka yang selalu dikisahkan ayahnya. Saat Saleh dan adik-adiknya masuk ke dalam alam neraka, pencarian juga dilakukan di dunia oleh ayah dan ibunya (Astri Nurdin) untuk menemukan anak-anaknya, baik dalam keadaan hidup atau mati. Selama pencarian berlangsung, satu per satu rahasia pun terungkap, membuat sang orang tua mempertanyakan apakah mereka sudah cukup membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama. Di neraka, Saleh dan adik-adiknya pun saling mencari, sambil menghadapi siksaan yang semakin besar atas dosa-dosa yang selama ini mereka sembunyikan. Film “Siksa Neraka” sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Desember 2023. (Iin) Baca juga :

Read More