Santri Memiliki Peranan Sangat Penting Untuk Bangun Pendidikan Berkualitas di Tanah Air

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua sebelum banyak bermunculan sekokah Islam lain nya di Tanah Air. Pesantren telah menjalankan peran penting dalam membangun pendidikan berkualitas melalui peran aktif santri. Santri, sebagai tulang punggung pesantren, memiliki peran yang signifikan dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi pesantren. Anisaul Koiriyah, salah satu santri berbakat dari pondok pesantren Khozinatul Ulum Pusat Blora berbagi pengalamannya tentang pentingnya pendidikan pesantren dan peran aktif santri dalam membangun pendidikan berkualitas. “Pendidikan Pesantren merupakan sistem pendidikan yang menjadi slah satu alternatif saat ini, perpaduan dua hal sekaligus, yaitu pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan umum sekaligus. Pendidikan karakter yang menurut saya kerap kali tidak bisa di temukan atau didapat di sekolah umum,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (8/1/2024). Pesantren juga menjadi tempat bagi para santri untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Anisa menambahkan di dalam pesantren santri tidak hanya diajarkan nilai-nilai agama dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di pesantren tidak semata-mata hanya diajarkan ilmu umum, tapi juga memberikan peluang kepada santri untuk membentuk keterampilan santri melalui kegiatan-kegiatan yang sekiranya dapat menarik minat bakat dari para santri seperti pelatihan kewirausahaan, kegiatan daurah bahasa arab dan inggris, jurnalistik, public speaking melalui kegiatan khitobah. Peran santri dalam menjaga dan memperkuat tradisi pesantren juga sangat penting. sebagai seorang santri sangatlah memiliki tanggung jawab yg besar dlam mencerdaskan kehidupan bangsa apalagi dalam mengembangkan sistem pendidikan yg berkualitas di Indonesia(atau lingkungan sekitar). Mengingat peran santri dlm perjalanan sejarah Indonesia melahirkan realitas sosial baik dalam bidang pendidikan,ekonomi,budaya maupun politik, maka tentunya santri memiliki peran yg sangat berpengaruh dlm mengembangkan kualitas pendidikan. Melihat kondisi bangsa saat ini yang krisis moral, santri harus mampu menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit Reformasi gerakan moral bangsa. Santri harus mampu memberikan solusi berbagai problem kemasyarakatan yang berkaitan dengan agama. Maka dengan begitu pendidikan tidak menjadi hampa dan kering dari nilai-nilai kemanusiaan. Pesantren, melalui peran aktif santri, terus berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi yang menjadi identitas pesantren. Pesantren memberikan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan mendorong pengembangan potensi individu. “Peran santri dalam membangun pendidikan berkualitas melalui pesantren sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Santri menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi pesantren, serta menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Kolaborasi BMH-PT Visi Inklusi dan Yayasan Raudhatul Makfifin Hadirkan Mesin Produksi Alquran Braille

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kebahagiaan menjadi milik tiga pihak dalam sesi serah terima mesin produksi Alquran Braille dari BMH kepada Yayasan Raudhatul Makfufin yang juga didukung oleh PT Visi Inklusi di Kampung Buaran, Tangerang Selatan, Banten. Ketua Yayasan Raudhatul Makfufin, Ade Ismail mengaku bersyukur dengan bantuan mesin produksi Alquran Braille itu. “Atas nama keluarga besar yayasan, kami sampaikan terimakasih kepada BMH dan PT Visi Inklusi yang telah memberikan bantuan mesin produksi ini kepada yayasan kami,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (7/1/2024) Laznas BMH sendiri menggandeng Yayasan Raudhatul Makfufin karena kiprah panjang dalam hal ini, sejak 1983. “Laznas BMH yakin yayasan ini mampu menguatkan amanah umat terhadap epngadaan mesin produksi ini. Terlebih yayasan ini telah konsisten dalam produksi Alquran Braile sekian lama,” terang Dirut Laznas BMH, Supendi. Tidak ketinggalan Manajer Marketing PT Visi Inkulsi, Maksum mengaku bangga dengan kiprah BMH dan Yayasan Raudhatul Makfufin. “Saya bangga dengan kedua yayasan ini, BMH dan Yayasan Raudhatul Makfufin yang sejatinya terdepan dalam mendorong anak bangsa yang tunanetra menjadi generasi cerdas dan religius. Kedua lembaga ini benar-benar membantu tugas pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Alumni UNM Berikan Inovasi Baru Pemberdayaan UMKM Lewat Aplikasi Menara Masjid

Jakarta — 1miliarsantti.net : Karya alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali membuat inovasi penting dengan merilis fitur terbaru pada Aplikasi Menara Masjid. Fitur ini khusus dikembangkan untuk mendukung program Baznas Microfinance Masjid (BMM), sebuah inisiatif pemberdayaan modal bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan skema pinjaman tanpa bunga (Qardhul Hasan). Peluncuran BMM telah diresmikan oleh Wakil Presiden RI Maruf Amin dan saat ini telah berhasil diterapkan di beberapa masjid di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Zakat Mikro yang digulirkan oleh BAZNAS, bertujuan untuk mendayagunakan dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya dalam bentuk pembiayaan permodalan dan pengembangan usaha. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad mengatakan, BMM menjalankan prinsip al-Qardh, di mana pembiayaan tidak menarik keuntungan dalam bentuk bagi hasil, margin, atau istilah lain sejenis. Hal ini memberi keberlanjutan dan keamanan bagi para penerima manfaat untuk menjalankan usaha mereka dengan tenang. “Para penerima manfaat dapat dengan tenang menjalankan usahanya,” terang Noor Achmad, dalam keterangan tertulis yang diterima 1miliarsantri.net, Sabtu (6/1/2024). Aplikasi Menara Masjid ini kata Noor Achmad, telah menjadi andalan Baznas sebagai aplikasi nasional, kini telah diperbarui dengan fitur Microfinance Masjid untuk mendukung implementasi BMM. Sementara itu, alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM), Muhammad Romadona selaku Founder Menara Masjid mengatakan dengan menggunakan aplikasi Menara Masjid dan fitur Microfinance Masjid, diharapkan memudahkan monitoring pelaporan dan pengelolaan program Microfinance di masjid. “Semoga setiap modul dan fitur yang ada di aplikasi ini memberikan berkah untuk memakmurkan masjid dan mempermudah di era digitalisasi,” kata Romadona. Pada kesempatan ini, Fitra Septia Nugraha sebagai Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), berharap agar mahasiswa dan alumni terus berinovasi serta memberikan dampak manfaat yang besar untuk masyarakat. “Dengan karya dari alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) ini, akan menjadi role model bagi karya-karya inovatif mahasiswa/i juga alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) lainnya. Terus bergerak, terus berbuat untuk kebermanfaatan orang lain dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Dua Mahasiswa UINSA Raih Penghargaan Deans List dari Buffalo State University Amerika

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) tercatat sebagai peserta MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) 2023 dan kembali meraih penghargaan Dean’s List. Mereka adalah Jennie Nabilah dan Dewinta Zahwa Nabila. Mereka berdua meraih penghargaan Dean’s List hasil kuliah satu semester di Buffalo State University, Amerika. MOSMA adalah program beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Kementerian Keuangan. Program ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk mengikuti kuliah selama satu semester di luar negeri. Dean’s List adalah penghargaan yang diberikan oleh Dekan Fakultas di Buffalo State University kepada mahasiswa berdasarkan kualitas kinerja akademik mereka. Untuk bisa mendapat penghargaan ini, mahasiswa harus memperoleh nilai rata-rata semester 3,5 atau lebih. Mereka juga harus menyelesaikan studi minimal 12 SKS. ”Saya sangat bersyukur bisa lolos MOSMA dan mendapat negara tujuan Amerika. Sehingga saya bisa mempelajari matematika dengan tools baru di sana, terlebih saya adalah satu-satunya mahasiswa yang mempelajari matematika di Buffalo State,” terang Jennie Nabilah melalui pesan singkatnya, Kamis (4/1/2024). Jennie Nabilah adalah mahasiswa semester 5 program studi Pendidikan Matematika di UINSA. Dia mengaku sangat antusias mempelajari matematika di Amerika. Menurutnya, belajar di kelas Applied Statistics dan Mathematical Biology, memberikan kesan bahwa matematika sebetulnya dekat dengan kehidupan manusia. Matematika juga relevan dengan kehidupan, tidak hanya pada periode ini, tapi juga bisa memperhitungkan hal-hal ilmiah di periode mendatang. ”Saya sangat menyukai mata kuliah Mathematical Biology. Saat itu saya menggunakan software bercampur sedikit coding untuk membuat pemodelan matematika tentang populasi makhluk hidup dari manusia hingga penyebaran virus seperti covid-19. Saya kagum! Ternyata matematika bisa seberkembang ini,” tutur Jennie. Hal senada disampaikan Dewinta Zahwa Nabila yang akrab dipanggil Nabila. Dia adalah mahasiswa semester 5 program studi Hubungan Internasional di UINSA. Dia juga mengaku sangat bangga mendapat kesempatan ini. ”Kesempatan kuliah di negara Amerika membuat saya belajar tentang berbagai isu dan kegiatan di Eropa juga, seperti tentang isu politik, ekonomi, dan sebagainya. Sehingga saya mendapat banyak perspektif. Tidak hanya mempelajari yang selinier dengan program studi, kampus ini juga memiliki mata kuliah yang dekat dengan life skill, seperti Creative Leadership,” imbuh Nabila. Jennie Nabilah dan Dewinta Zahwa Nabila menjalani proses perkuliahan Fall Semester di Buffalo State. Jennie dengan background matematikanya memperoleh GPA 3.83. Nabila dengan lingkungan hubungan internasionalnya memperoleh GPA 4.00. Dengan GPA yang tinggi, Jennie dan Nabila memperoleh penghargaan Dean’s List. ”Alhamdulillah, tidak menyangka akan memperoleh hasil ini. Kami hanya berusaha tekun dan menyerap semua ilmu yang didapatkan di Buffalo State. Kami berharap, hal ini menjadi motivasi untuk teman-teman UINSA lainnya, dan menyusul kami sebagai MOSMA Awardee angkatan berikutnya,” tutup Nabila. (har) Baca juga :

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Memiliki Galeri Sarung yang Bisa Dijadikan Tempat Nyangkruk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Jika anda berkunjung ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), kini masjid tersebut memiliki “Galeri Sarung” yang merupakan kolaborasi antara BUMM (Badan Usaha Milik Masjid/MAS) dengan official store Behaestex untuk menempatkan galeri di area Masjid Al-Akbar Surabaya atau di samping Menara 99m. “Selain memperluas jaringan retail untuk produk Sarung BHS dan Sarung Atlas, kami mendirikan galeri itu untuk memudahkan masyarakat Surabaya dan sekitarnya, untuk mencari produk Sarung BHS dan Sarung Atlas,” terang Manager Marketing PT Behaestex, Nur Yahya, Ahad (31/12/2023). Selain itu, pihaknya mendirikan Galeri Sarung di Masjid Al-Akbar Surabaya karena MAS merupakan salah satu masjid terbesar di Jawa Timur yang banyak dikunjungi jamaah dari berbagai daerah, bahkan pengunjung dari luar negeri. “Produk yang tersedia di Galeri Sarung terdiri dari brand Sarung BHS dan Sarung Atlas dari berbagai kelas produk sarung tenun, seperti BHS Cosmo, BHS Infinity, BHS Excellent, BHS Royal, BHS Signature, dan BHS Masterpiece,” ungkapnya. Selain sarung, BHS juga menjual produk baju muslim, songkok, baju jacquard batik, serta merchandie Sarung BHS, sedangkan produk Sarung Atlas juga menjual berbagai motif sarung tenun, baju muslim, songkok, dan sarung junior. “Dengan membeli di Galeri Sarung, maka Galeri Sarung MAS sebagai official store Behaestex akan membuat pengunjung bisa menemukan produk-produk paling terbaru. Selain itu, pengunjung pun bisa merasakan pengalaman belanja dengan melihat produk lebih detail serta mendapatkan harga diskon,” lanjutnya. Ia menambahkan Galeri Sarung dibuka setiap hari mulai pukul 05.00 WIB sampai 18.00 WIB. Di samping Galeri Sarung juga ada Taman Genzi MAS yang sekakigus bisa dipakai menjadi tempat cangkruk atau ngopi. (har) Baca juga :

Read More

P3M dan DJP Resmikan Tax Center Pesantren Untuk Memperkuat Literasi Pajak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Musyawarah (P3M) bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Timur meresmikan Tax Center Pesantren untuk memperkuat literasi pajak di lingkungan pesantren. Peresmian dilakukan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Kanwil DJP Jakarta Timur Muhammad Ismiransyah; Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti; serta Direktur P3M KH Sarmidi Husna di Kantor P3M, Jalan Cililitan Kecil III, Jakarta Timur, pada Kamis (28/12/2023) lalu. Direktur P3M KH Sarmidi Husna menjelaskan, Program Tax Center Pesantren ini bermula dari persoalan pajak yang dihadapi beberapa pesantren yang mulai memiliki usaha. “Banyak pesantren yang memiliki usaha, dan jika usahanya menghasilkan lebih dari 500 juta rupiah, akan kena pajak PPN dan PPH. Masalah timbul ketika usaha itu berada di atas tanah pesantren yang belum wakaf,” terang Kiai Sarmidi kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (30/22/2023). Menanggapi persoalan tersebut, P3M bersama Kanwil DJP Jakarta Timur berupaya menjembatani solusi agar pesantren mendapatkan literasi pajak dengan baik. “Ini akan menjadi pusat konsultasi pajak untuk membina pesantren terkait perpajakan,” jelasnya. Dengan adanya Tax Center Pesantren, Kiai Sarmidi mengatakan bahwa pihaknya juga siap untuk melakukan sosialisasi ke pesantren-pesantren untuk memberikan literasi dan pemahaman perpajakan. “Kami siap keliling pesantren bangaimana santri itu yang nanti calon wajib pajak bisa kita sadarkan dari awal, millennial, sini pemahaman mengenai pajak baik untuk dirinya sendiri, maupun ketika berorganisasi paham dengan pajak,” ucapnya. Kepala Kanwil DJP Jakarta Timur Muhammad Ismiransyah mengatakan bahwa pendirian tax center di lingkungan pesantren merupakan hal baru. “Ini baru pertama kali kita melakukan PKS tax center dengan teman-teman pesantren dan ini pintu masuk yang sangat baik,” urainya. Ia mengatakan, di Kanwil DJP Jakarta Timur saat ini baru tersedia 18 tax center. Padahal sudah ada ratusan tax center di seluruh Indonesia. “Kita baru memiliki 18 tax center, padahal jumlah perguruan tingginya mencapai 30. Di seluruh Indonesia kini memiliki 434 tax center,” tuturnya. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP (DJP) Dwi Astuti menyatakan, tax center pesantren ini merupakan yang perdana dan diharapkan dapat diratifikasi oleh pesantren lain. Dalam upaya sosialisasi, ia juga menyatakan kesiapannya untuk mengunjungi pesantren-pesantren. Dia merasa senang sekali, terlebih ini adalah pertama kali. Dwi berharap semoga nantinya dapat diratifikasi oleh pesantren lain. “Saya sependapat, santri kita akan berdiri sendiri. Semakin banyak pajak yang dikumpulkan, manfaatnya akan kembali ke kita, seperti sekolah, BLT, subsidi bensin, listrik, dan bantuan pesantren. Oleh karena itu, saya berterima kasih dan insyaallah ke depannya kita bisa bekerja sama lebih baik lagi,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Musala Al Fauz Berkonsep Ramah Lingkungan Diresmikan Pjs Gubernur DKI Jakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan Musala Al Fauz yang berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Heru berharap tempat ibadah ini dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Pembangunan musala tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana, serta memberikan kemudahan bagi warga sekitar dan pegawai untuk beribadah. “Ini menjadi bagian dari perhatian Wali Kota dan Pak Camat untuk melengkapi gedung kantor kecamatan dengan sarana ibadah, yaitu musala,” ujar Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam keterangan resmi, Jumat (29/12/2023). Musala Al Fauz telah dibangun selama tiga bulan terakhir, dimana peletakan batu pertama dilakukan pada 8 September 2023. Bangunan ini memiliki luas sebesar 35 meter persegi yang dapat menampung sekitar 40 jemaat. “Musala telah dilengkapi dengan perizinan yang disyaratkan berupa izin mendirikan bangunan yang diterbitkan oleh unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Cempaka Putih,” terang Camat M Fauzi. Fauzi melanjutkan, Musala Al Fauz memiliki bentuk estetik yang diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat sekitar maupun pengunjung. Tempat ibadah ini pun di desain dengan konsep yang ramah lingkungan dengan dikelilingi pohon dan rumput. Tempat ibadah tersebut juga tidak menggunakan Air Conditioner (AC), menurut Fauzi hal ini untuk mempertahankan keasrian, sekaligus ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati oleh masyarakat. “Pembangunan musala sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Kemudian kebahagiaan kami karena hari ini diresmikan langsung oleh bapak Pj Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya. Sebagai informasi, pembangunan Musala Al Fauz dilakukan secara sinergi antara Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Cempaka Putih, yaitu dari Suku Dinas (Sudin) PTSP, serta dibantu Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Bina Marga, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota DKI, dan dinas terkait lainnya. (rid) Baca juga :

Read More

Keseimbangan Hubungan Vertikal dengan Allah SWT dan Horizontal Dengan Sesama Makhluk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Abu Hurairah meriwayatkan, suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah yang tidak memiliki dirham (uang) dan barang.” Mendengar jawaban para sahabat tersebut, Nabi SAW menimpali, “Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Tapi bersama itu dia juga pernah menghina si Fulan, menuduh si Fulan, memakan harta si Fulan, menumpahkan darah si Fulan, dan memukul si Fulan. Akibatnya, si Fulan membalas dengan mengambil sebagian kebaikannya, si Fulan yang lain juga mengambil sebagian kebaikannya. Jika semua kebaikannya habis sebelum dapat menebus semua kejahatan yang dilakukannya, maka dosa orang-orang yang menjadi korban kejahatannya itu ditimpakan kepadanya, sehingga dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim). Bangkrut merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Naluri manusia pasti menginginkan keberuntungan, terutama bagi yang berprofesi sebagai pebisnis. Tetapi ada yang lebih parah daripada bangkrut di dunia, yaitu bangkrut amal kebaikan di hari pembalasan yang lebih dahsyat akibatnya. Berdasarkan hadis di atas dapat dipahami, penyebab bangkrut di hari akhirat karena manusia tidak menyeimbangkan antara hubungan dengan Allah SWT (hablun min Allah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablun min an-Nas) saat hidup di dunia. Akibatnya, pahalanya ludes untuk menebus dosanya terhadap orang lain. Orang yang bangkrut hanya memikirkan hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi melupakan hubungan baik dengan sesama manusia. Padahal karakter positif telah diperlihatkan para sahabat Rasulullah SAW dalam menyeimbangkan hubungan. Kekuatan iman dan takwa mereka kepada Allah SWT, berbanding lurus dengan ukhuwah Islamiyah yang terjalin di antara mereka sehingga terwujudnya persaudaraan yang kokoh. Kesalehan orang yang bangkrut terlihat secara ritual, seperti rajin shalat, berpuasa, dan mengeluarkan zakat. Namun semangat ibadahnya itu tidak berimbang dengan tingkah lakunya dalam pergaulan. Hubungan vertikalnya kepada Allah SWT berjalan dengan baik, tetapi bermasalah secara horizontal terhadap sesama. Hal ini ditandai dengan perbuatan zalim yang ia perbuat, seperti menghina, menuduh tanpa bukti, memakan harta yang bukan miliknya, membunuh, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain. Tanpa disadari, ia telah mentransfer pahala kebaikannya kepada korban kejahatannya. Semakin banyak orang yang ia zalimi, maka semakin banyak pahalanya yang terkuras. Sebagai langkah preventif, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya untuk berhati-hati terhadap perbuatan zalim agar tidak menjadi orang bangkrut. Rasulullah SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan zalim, sesungguhnya kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat.” (HR Muslim). Dalam khutbah pada haji Wada’, Rasulullah SAW mengingatkan, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram (untuk ditumpahkan, dirampas, dan dicemarkan), seperti haramnya hari kalian ini, di negeri ini (Makkah) dan bulan kalian ini.” (HR al-Bukhari). Islam sangat menjaga hak hidup setiap umat manusia. Rasulullah SAW menegaskan, mencaci sesama Muslim merupakan tanda kefasikan dan membunuh sesama Muslim adalah kekufuran (HR al-Bukhari dan Muslim). Perbuatan zalim akan menjadi senjata pemusnah bagi seluruh amal kebaikan yang dikumpulkan semasa di dunia. Secara horizontal, bukan hanya hubungan dengan sesama manusia yang harus diperhatikan, tetapi juga hubungan dengan makhluk lain sebagai sesama ciptaan Allah SWT. Ada dua kisah dalam hadis sahih yang menceritakan tentang dua orang yang memperlakukan hewan dengan cara berbeda. Keduanya mendapat balasan yang berbeda sesuai dengan perbuatannya. Kisah pertama, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di pinggir sumur karena kehausan. Melihat ini, si wanita pelacur itu melepaskan sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya, lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Atas kebaikannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla.” (HR al-Bukhari). Kisah kedua, sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Ada seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan, lalu dengan sebab itu dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan dia juga tidak melepaskannya supaya ia bisa memakan serangga tanah.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Dari kedua kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa memperlakukan hewan dengan cara baik atau buruk ada ganjarannya. Jika dengan hewan saja kita diharuskan untuk berlaku baik, maka sudah tentu dalam hubungan dengan sesama manusia harus baik pula. Kesalehan yang bernilai adalah keseimbangan hubungan secara vertikal dengan Allah SWT dan secara horizontal dengan sesama makhluk. Perpaduan antara kesalehan individual dengan kesalehan sosial akan melahirkan keharmonisan dalam kehidupan. (yat) Baca juga :

Read More

Meski Mengalami Down Syndrome, Tak Menyurutkan Niat Menjadi Penghafal Al Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muslimah asal Yordania, Rawan Dweik, menjadi penyandang down syndrome pertama di dunia yang menghafal 30 juz Al-Qur’an. Down syndrome atau sindrom down terjadi karena kelainan kromosom genetik yang menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik dan intelektual. Kondisi ini disebabkan ketika pembelahan sel abnormal menghasilkan materi genetik tambahan dari kromosom 21. Walaupun menderita sindrom down, namun Rawan Dweik mampu menghafal seluruh Al-Qur’an. Adalah Awatef Jaber, sang ibu, sosok di balik kisah inspiratif Rawan Dweik. Awatef Jaber sangat bangga dengan pencapaian prestasi putrinya yang berkebutuhan khusus. “Saya ibu Rawan (ayahnya meninggal dunia) dan saya bangga padanya. Saya mempunyai 4 anak perempuan dan satu anak laki-laki, dan anak laki-laki saya memohon agar saya diberi saudara laki-laki karena dia sendirian. Ketika saya memikirkan hal itu, saya diberkati dengan Rawan. Alhamdulillah, dia adalah anugerah dari Tuhan semesta alam; untuk meningkatkan harga diri dan kehormatan saya,” terang Rawan dikutip Kamis (28/12/2023). Setelah mengetahui bahwa Dweik memiliki kondisi khusus, Awatef, seperti ibu lainnya, patah hati dan kecewa, namun dia sangat mencintainya dan berjanji untuk mengajarinya Al-Quran. “Ketika saya melahirkannya dan mengetahui bahwa dia menderita down syndrome, seperti ibu lainnya, saya merasa terpukul dan sedih. Tapi, kemudian saya berjanji kepada Allah SWT bahwa saya akan mengajarinya membaca Al-Qur’an, dan in shaa Allah, juga akan membantunya menghafal seluruh al-Qur’an,” tutur Awatef. Sejak awal, Awatef mengetahui Rawan adalah anak yang cerdas, sehingga dia mulai dengan mengajarinya surat-surat terpendek dalam Al-Qur’an. Menurutnya, Rawan cepat mempelajari dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Ia pun akhirnya mendaftarkan Rawan ke sekolah saat berusia enam tahun. Bahkan di sekolah, Rawan bisa menjalaninya dengan sangat baik. Rawan Dweik belajar sampai kelas 7 di sekolah itu dan kemudian, atas kemauannya sendiri, ia menghentikan pendidikannya. “Rawan sangat pintar dan cerdas. Saya mulai mengajarinya surat-surat pendek dari Kitab Suci. Dia menghafalnya dengan sangat cepat. Jadi saya mendaftarkannya di sekolah ketika dia berusia 6 tahun. Tapi setelah tamat kelas 7, dia putus sekolah”, kata Awatef. Awatef mengungkapkan metode belajar sang anak hingga bisa menghafal seluruh isi Al-Qur’an. Ia mengatakan, sang putri mempelajari dengan menulis ayat dan menghafalnya ayat demi ayat. Rawan membutuhkan waktu satu setengah tahun untuk menghafal Surat al-Baqarah dan berhasil dalam ujiannya. Setelah itu, dia bersujud kepada Allah sebagai rasa syukur. “Rawan menghafal melalui menulis. Dia menghafal Surah al-Baqarah dalam waktu satu setengah tahun. Rawan terus menghafal Al-Qur’an (dengan kecepatan teratur) selama 7 tahun, dan dia menyelesaikannya pada tanggal 29 Ramadhan 2021 lalu, dan ketika dia menghafal satu, dua atau tiga bagian, dia diuji di dalamnya,” tambah Awatef. Dalam video viral Rawan Dweik menceritakan bagaimana dia menghafal seluruh Al-Qur’an dengan bantuan ibu dan gurunya. “Ibuku akan membacakan satu ayat pada satu waktu yang biasa aku ulangi setelahnya. Saya melakukan ini untuk setiap halaman sampai saya menghafalnya,” cerita Rawan. Rawan belajar dan menghafal Al-Qur’an di Bayan Center, di mana sang guru menuntunnya dengan tidak beranjak ke ayat berikutnya sebelum Rawan hafal ayat tersebut. “Saya mengulangi setiap ayat setidaknya 10 kali dan kemudian saya akan membacanya dengan hati. Dan, Allah-lah yang membuat ini mudah bagi saya.” pungkas Rawan. (Iin) Baca juga :

Read More

Tahun 2023 Penerima Manfaat Dompet Dhuafa Capai 2,6 Juta di 38 Provinsi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia selepas pandemi berakhir, terdapat tantangan kemiskinan yang baru. Menurut Sumber Badan Pusat Statistik 2023, jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 25,90 juta orang (9,36%), menurun 0,46 juta orang (0.21%) terhadap September 2022 dan menurun 0,26 juta orang (0,18%) terhadap Maret 2022. Tingkat serapan penyaluran tahun 2023 sebesar 99,58%, Kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle. “Total penerima manfaat 2023 sebanyak 2.625.323 Jiwa dan total penerima manfaat sejak 1993-2022 sebanyak 33.946.523 Jiwa, dengan menyebar di 38 Provinsi se-Indonesia dan 26 Negara di Dunia,” terang Haryo Mojopahit selaku GM Komunikasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa dalam pemaparan di agenda I HitS (Indonesia Humantarian Summit) di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (21/12/2023) lalu. Haryo menambahkan, dengan lima pilar Dompet Dhuafa, secara rinci Pilar Pendidikan dengan jumlah penerima manfaat 67.459 jiwa dengan cakupan program Institut Kemandirian, Beasiswa Aktivis Nusantara, Ekselensia School Development, ETOS ID, Sekolah Literasi Indonesia, Sekolah Guru Indonesia, Smart Ekselensia Indonesia, Beasiswa Umar Usman, Makmal Pendidikan, Beasiswa STIM Budi Bakti”. “Lalu Ekonomi dengan 10.347 jiwa dengan cakupan program Bank kangkung, Budidaya Jahe kunyit, Kampung Sejuta Anggrek, Agroeduwisata Melon Hidroponik, Breeding dan Pakan Hijauan, DD Farm, Desa Tani, IKM, Kater Macanda, Kopi Sinjai, Kopi Solok, Lesehan Macca, Zona Madina, Pilantrokopi, Kantin Kontainer,” papar Haryo. Haryo menambahkan, di pilar Kesehatan terdapat 139.881 Jiwa dengan cakupan program Aksi Layanan Sehat, Bidan Untuk Negeri, Gerai Sehat, Kampung Sehati, Kawasan Binaan, Kawasan Sehat, Pos Sehat, Pulau Sehat Indonesia, Respon Darurat Kesehatan, Aksi Kesehatan Volunteer. “Sementara itu, di pilar Sosial Kemanusiaan terdapat 2.302.124 Jiwa dengan cakupan program terdapat Layanan Mustahik, Shelter Sehati, Bagian Pemulasaraan Jenazah, Bimbingan Rohani, Dapur Keliling, Pemberdayaan Keluarga Mandiri, Pendampingan Disabilitas Mental, Recovery Bencana, Respons Bencana, Humanitarian Academic dan Aksi Sosial Volunteer,” tambah Haryo. Haryo melanjutkan Untuk pilar Dakwah dan Budaya terdapat 105.512 Jiwa dengan cakupan program Dakwah Internasional, Kemitraan Dakwah Nasional, Dakwah Mualaf, Kampung Silat Jampang, Suluk Nusantara dan Serambi Budaya. Dompet Dhuafa terus berkembang seiring waktu dan melebarkan beragam program pemberdayaan bagi masyarakat untuk berdaya. Kawasan Madaya dikembangkan sebagai program multi tematik yang meliputi 5 pilar, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya dan dakwah. Khusus pemberdayaan ekonomi, kawasan yang diberdayakan adalah kawasan yang memang memiliki syarat-syarat yang bisa dikembangkan dan bisa berkelanjutan. Kawasan Madaya Dompet Dhuafa melakukan pendekatan intensifikasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang telah ditetapkan perimeternya, baik berbasis geografi ekologis maupun administratif pemerintahan. Kawasan ini nantinya juga akan menjadi kawasan tanggap bencana dan model bagi pengelolaan berbasis kesadaran lingkungan serta adaptasi perubahan iklim. Implementasinya, program ini menggunakan metode pendekatan Filantropreneurship, yaitu program dengan tiga tahapan, yakni pendampingan mustahik, penguatan kelembagaan kemitraan, dan aliansi nasional social enterprise. (rid) Baca juga :

Read More