Keutamaan Luar Biasa Puasa Ayyamul Bidh

Dengarkan Artikel Ini

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rukun Islam merupakan lima perkara dasar yang menjadi syarat untuk menjadi sosok Muslim yang sempurna. Di antara lima perkara tersebut adalah ibadah puasa. Selain bulan yang wajib yakni puasa di bulan Ramadhan, terdapat beberapa puasa sunnah.

Diantara sekian puasa sunnah yang ada, puasa Ayyamul Bidh dihukumi sebagai sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Ibadah ini dilakukan di hari-hari putih (white days), saat bulan bersinar terang atau purnama sempurna di malam hari. Karena itu, puasa Ayyamul Bidh dilakukan sesuai dengan penanggalan kalender Hijriah, yaitu setiap tanggal 13, 14 dan 15 di setiap bulannya.

Dari Jarir bin ‘Abdullah, dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa Dahr dan puasa hari-hari Bidh (putih cerah karena sinar rembulan), adalah waktu pagi tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas.” [Sunan an-Nasa’i]

Selain itu, dalam hadits lain diketahui bahwa Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘As meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Menjalankan Saum (puasa) pada tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sebulan penuh.” [Al-Bukhari dan Muslim]

Puasa merupakan suatu amalan yang sangat diganjar oleh Allah SWT. Dari Abu Huraira meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Allah Yang Maha Agung dan Ta’ala bersabda: Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Hal ini dilakukan demi Aku, dan Aku akan memberikan pahala untuk itu. Demi Allah yang di tangan-Nya nyawa Muhammad, nafas orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi musk.” [Shahih Muslim]

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, “Pahala setiap amal (kebaikan) seseorang dikalikan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah (SWT) berfirman: ‘Pahala menjalankan Saum (puasa) berbeda dengan pahala amal shaleh lainnya; Saum itu untuk-Ku, dan Aku Sendiri yang akan memberikan pahalanya. Orang yang menjalankan Saum pantang makan dan minum hanya demi Aku.’ Orang yang berpuasa mempunyai dua peristiwa yang menggembirakan, satu pada saat berbuka, dan yang lainnya pada saat bertemu Rubb-nya. Sesungguhnya nafas orang yang mengamati Saum lebih harum di sisi Allah dari pada harumnya musk.” [Muslim]

Dilansir di About Islam, Ahad (03/09/2023), disebutkan bahwa dengan puasa akan membantu seorang Muslim mendisiplinkan dirinya. Di sisi lain, ibadah ini juga bentuk dari pemurnian spiritual dan fisiknya.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: ‘Setiap amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali As-Siyam (puasa) yang (khususnya) untuk-Ku, dan Aku akan membalasnya atas hal itu.’

Puasa adalah perisai. Jika ada di antara kalian yang menjalankan puasa, hendaknya ia tidak mengucapkan kata-kata kotor dan tidak boleh meninggikan suaranya; dan siapa pun yang mencaci-makinya atau mencoba bertengkar dengannya, hendaknya dia berkata: ‘Aku sedang berpuasa.’

Demi Dia yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, nafas orang yang menjalankan Saum lebih harum di sisi Allah daripada wangi musk. Orang yang berpuasa merasakan dua kebahagiaan: kenikmatan yang dirasakannya saat berbuka. Dia bergembira karena puasanya ketika bertemu Rubb-nya.” [Al-Bukhari dan Muslim]


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca