Timwas Soroti Keterlambatan Garuda Hingga 11 jam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI John Kenedy Azis mengungkapkan beberapa masalah serius yang dialami oleh jamaah haji Indonesia terkait dengan layanan transportasi udara. John Kenedy menyampaikan kekhawatirannya terhadap ketidaknyamanan yang dialami oleh para jamaah selama proses pemberangkatan dan kepulangan haji. “Transportasi haji ke Tanah Suci melibatkan dua penerbangan utama, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Namun, dalam beberapa kejadian, ada ketidaknyamanan yang dialami oleh jemaah haji kita,” terang John Kenedy di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Jumat (5/7/2024). Ia menyoroti beberapa insiden yang terjadi, termasuk gangguan teknis pada pesawat dan keterlambatan signifikan dalam jadwal penerbangan. “Pada awal pemberangkatan, ada pesawat yang mengalami gangguan teknis yang cukup serius, termasuk insiden percikan api di mesin. Selain itu, keterlambatan pemberangkatan dari tanah air menuju Tanah Suci juga sering terjadi. Kami mencatat ada penundaan hingga 8 jam,” ungkapnya. Tidak hanya itu, John Kenedy Azis juga menyoroti masalah serupa yang terjadi pada kepulangan jamaah haji. “Kami juga mendapatkan informasi, dan kami sendiri mengalami, bahwa ada keterlambatan pemberangkatan dalam kepulangan haji. Beberapa kasus bahkan mengalami penundaan hingga 11 jam,” tambahnya. Masalah-masalah ini, menurutnya, menimbulkan ketidaknyamanan yang besar bagi para jamaah haji, yang sebagian besar adalah lanjut usia dan memiliki keterbatasan fisik.

Read More

Jumlah Jamaah Haji 2024 1,8 Juta, 63% dari Asia

Mekah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Arab Saudi merilis data jumlah jamaah haji tahun 1445 H/2024 M. General Authority for Statistics Arab Saudi menyebut total jamaah haji 1445 H/2024 M berjumlah lebih dari 1,8 juta orang. “Kami barusan mendapat rilis dari General Authority for Statistics atau semacam Badan Pusat Statistik Arab Saudi. Disebutkan bahwa tahun ini ada 1.833.164 jemaah haji, terdiri atas 221.854 jamaah asal Saudi atau domestik dan 1.611.310 dari luar Saudi,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Madinah dalam keterangan resmi, Rabu (3/7/2024). Menurut Hilman, Pemerintah Arab Saudi mengklasifikasikan asal jamaah haji dalam empat kawasan, yaitu: negara-negara Arab, Afrika, Asia, serta kelompok Eropa, Amerika, Amerika Latin, dan Australia. Ada 22,3% jamaah haji yang berasal dari negara-negara Arab, baik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan lainnya. Sementara jamaah dari kawasan Afrika, jumlahnya mencapai 11,3%. Untuk negara-negara Eropa, Amerika, Amerika Latin dan Australia, prosentasenya 3,2%. “Terbesar dari kawasan Asia, mencapai 63,3%. Dari jumlah itu, Indonesia adalah negara pengirim jamaah haji terbesar, dengan kuota mencapai 241.000,” papar Hilman. Berdasarkan jenis kelamin, lanjut Hilman, mayoritas jamaah haji tahun ini adalah laki-laki. Komposisinya, 958.137 jemaah laki-laki (52%) dan 875.027 jamaah perempuan (48%).

Read More

Wapres Ajak Santri Belajar Kesuksesan Mesir dari Produk Kopi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak para santri pondok pesantren (ponpes) untuk belajar dari kesuksesan Mesir dalam mengekspor produk kopi rempah ke berbagai negara. Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau produk unggulan UMKM pesantren di Pondok Pesantren Salaf Al-Quran (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya, Wapres menyoroti stan dari Ponpes Bahrul Magfiroh yang memamerkan produk kopi rempah. Ia membandingkan dengan kopi rempah dari Mesir yang sukses menembus pasar Eropa dan Amerika. “Pasarnya sudah ke mana? Mesir itu, itu kopi yang sudah diolah dengan rempah. Kopi Mesir di Eropa dan Amerika tetapi Mesir tidak punya kopi, tidak punya rempah. Kopinya dari sini (Indonesia). Dia (Mesir) hanya mengolah saja tetapi keluarnya jadi kopinya Mesir,” ucap Wapres dikutip dari keterangan Biro Pers Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta, Rabu (3/7/2024). Oleh karena itu, Wapres pun menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan produk untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. “Coba kalian berinovasi, cari itu, kopi Mesir, rasanya seperti apa, buat, tandingi. Kalau bisa lebih bagus. Bisa menguasai Eropa dan Amerika,” ujar Wapres. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi terhadap berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh pondok pesantren dan SMK mulai dari olahan makanan, produk pertanian hingga teknologi. Ia mengharapkan para santri terus mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk memajukan produk-produk lokal.

Read More

PBNU dan Al-Azhar Mesir Berencana Dirikan Pusat Bahasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan Wakil Grand Syekh Al-Azhar Mesir Mohammed Abdel Rahman Ad Duweiny. PBNU dan Al-Azhar tertarik untuk melakukan kerja sama untuk mendirikan pusat bahasa. Setelah pertemuan, Ketua KH Ulil Abshar Abdalla yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menjelaskan, PBNU dan Al-Azhar sedang merencanakan kerja sama untuk mendirikan pusat pendidikan bahasa Arab karena Al-Azhar memiliki kurikulum khusus pendidikan atau pengajaran bahasa Arab bagi orang-orang asing. “Mendirikan pusat bahasa itu penting sekali untuk mengader ulama-ulama, pimpinan-pimpinan, aktivis-aktivis kita sehingga kita bisa lebih menyuarakan Islam Indonesia itu ke Timur Tengah,” terang Gus Ulil, Selasa (2/7/2024). Gus Ulil juga menerangkan bahwa PBNU memberikan ancar-ancar waktu untuk mendirikan pusat bahasa di akhir tahun 2024. Pendirian pusat bahasa juga merupakan upaya mengenalkan budaya Islam Indonesia pada Timur Tengah terutama Mesir. “Karena bagaimanapun harus diakui pengetahuan orang Timur Tengah tentang Islam di Indonesia sebetulnya belum terlalu banyak walaupun hubungan antara Timur Tengah dengan Indonesia terutama Mesir cukup lama tetapi hubungannya asimetrik tidak seimbang,” ungkapnya. Kunjungan Wakil Grand Syekh Al-Azhar itu juga mengupayakan peningkatan kerja sama antara NU dan Al-Azhar dalam bidang pendidikan dan peningkatan jumlah mahasiswa NU di Al-Azhar.

Read More

Guru Besar UIN Walisongo Respons Deligitimasi Kiai NU Sebab Dekat Pemerintah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Syamsul Ma’arif mengatakan bahwa hubungan ulama dan umara atau pemimpin pemerintahan sudah terjalin kuat sejak lama. Menurut dia, akrabnya kaum ulama dengan unsur pemerintahan di Indonesia sudah dimulai dari masa perjuangan kemerdekaan. Kala itu, imbuhnya, para kiai ikut menyerukan santri-nya untuk ikut berjihad mengusir penjajah. “Hubungan ulama dan umara di Indonesia begitu kuat dan ini sudah berlangsung sejak lama. Hal ini bisa tergambar dari seruan Mbah Hasyim Asy’ari di masa perjuangan, yang berbunyi ‘hubbul wathan minal iman,’ artinya ‘cinta negara atau nasionalisme adalah bagian dari keimanan’,” ucap Syamsul dalam keterangan media di Jakarta, Senin (1/7/2024). Dia menyebut, kedekatan kedua pihak ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Oleh sebab itu, ulama yang memiliki kedekatan tertentu dengan pemerintah tidak bisa langsung dinilai sebagai kezaliman, terlebih jika menelisik akar historis simbiosis keduanya yang sudah tertanam sebelum Indonesia merdeka. Selain itu, dia menilai belum tentu hasil akhir dari kolaborasi ulama dan pemerintah menghasilkan kemudaratan bagi rakyat. Menurutnya, kolaborasi yang terjadi menghasilkan perundang-undangan dan tata kelola negara yang lebih komprehensif karena melibatkan ulama yang menjadi corong kepentingan masyarakat. Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah periode 2022-2025 ini pun menyebutkan, eksistensi Indonesia sebagai negara multikultural turut didukung oleh para kiai dan ulama yang mampu mengakomodasi berbagai golongan budaya dan kepercayaan. “Ulama moderat adalah kalangan yang lebih luwes dalam menyikapi perbedaan dan dinamika Indonesia sebagai suatu bangsa. Wajar jika kemudian dalam perkembangannya, mereka memiliki kedekatan tersendiri dengan pemerintah Indonesia. Ulama moderat tidak hanya bicara dalam koridor hukum agama semata, namun juga bisa menempatkan kaidah agama dalam bingkai kenegaraan Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, mantan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang itu menilai munculnya upaya delegitimasi terhadap ormas keagamaan belakangan ini biasa terjadi di negara demokrasi dan cukup ditanggapi dengan santai. “Terkait dengan adanya upaya delegitimasi ulama moderat, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama yang dianggap ‘cinta dunia’ karena kedekatannya dengan Pemerintah, kita cukup tanggapi dengan santai saja. Bisa jadi ungkapan itu keluar karena rasa cemburu pihak tertentu terhadap kerja sama yang baik antara ulama dan umara,” tuturnya.

Read More

Jusuf Kalla Himbau Pengurus DMI Istiqomah Memakmurkan Masjid

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 dan 2014 – 2019, H.M Jusuf Kalla (JK) mengimbau pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) istikamah memakmurkan masjid. Bahkan masjid yang merupakan rumah Allah harus dijadikan energi meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. “Sekarang ada 800 ribu masjid di Indonesia, tersebar di banyak kawasan. Kalau semuanya digerakkan untuk memakmurkan masyarakat sekitar, maka ini akan menjadi inspirasi yang membangun negeri ini,” terang Ketua Umum DMI di Jakarta pada Minggu (30/6/2024). Jumlah tersebut jauh melampaui jumlah masjid di negara lain. Arab Saudi memiliki sekitar 200.000 hingga 300.000 masjid yang tersebar di seluruh negeri. Namun, di antara semua masjid tersebut, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua tujuan utama wisata religi bagi umat Islam di seluruh dunia setiap saat. Mesir, dengan sejarah Islam yang panjang, memiliki sekitar 100.000 hingga 110.000 masjid. Negara Turki berada di urutan kelima dengan memiliki sekitar 80.000 hingga 85.000 masjid. Masjid-masjid di Turki sering kali menjadi titik fokus dalam arsitektur kota-kota besar seperti Istanbul, mencerminkan warisan kekayaan sejarah dan budaya Islam di negara ini. India memiliki sejarah peradaban Islam yang cukup panjang. Saat ini, India tercatat sebagai negara dengan Masjid terbanyak ketiga, memiliki sekitar 300.000 hingga 400.000 masjid. Berdasarkan data tersebut, jumlah masjid di Indonesia adalah terbanyak. JK mengatakan, dulu visi DMI sederhana, memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Sebab selama ini hanya berbicara memakmurkan masjid, tapi fungsi masjid itu hanya tempat ibadah. Padahal untuk lebih bermanfaat tentu harus memakmurkan jamaahnya juga. DMI mengemban amanah untuk melakukan hal tersebut. Terdiri dari 200 personel pengurus DMI dari berbagai profesi dan latar belakang, mereka dinilai cakap dan mampu menghidupkan dan meramaikan masjid untuk menjadi sentra pemberdayaan masyarakat sekitar. “Sebab siapapun yang hadir di sini, ada orang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah atau siapapun, doanya pasti ditutup Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar (wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka),” ungkap JK.

Read More

Sebanyak 1.500 Pesantren Ikuti Program Kemandirian Ekonomi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemandirin pesantren menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Program ini telah bergulir sejak 2020 dan terus diimplementasikan melalui beragam pendekatan, salah satunya Pelatihan Kemandirian Pesantren. Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Mastuki mengatakan, Pelatihan Kemandirian Pesantren bergulir sejak 2021. Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kata Mastuki, Pusdiklat memulai proyek ini dengan melatih 105 Pondok Pesantren. Setahun berselang, program ini berhasil melatih 504 Pondok Pesantren. Jumlah ini terus meningkat tajam pada tahun 2023, dengan 1.494 Pondok Pesantren penerima pelatihan. “Untuk tahun 2024, Pusdiklat dan Direktorat PD Pontren menargetkan pelatihan bagi 1.500 Pondok Pesantren, dengan 850 pondok pada tahap pertama dan 650 pondok pada tahap kedua,” terang Mastuki di Ciputat, Sabtu (29/6/2024). Pelatihan 2024 ini dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama ada 21 angkatan yang dilaksanakan dalam lima gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 20-23 Mei 2024, diikuti gelombang kedua pada 28-31 Mei, lalu ketiga pada 4-7 Juni, dan gelombang keempat pada 10-13 Juni. Untuk gelombang kelima dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Juni 2024. Program pelatihan gelombang ke-5 yang saat ini sedang berlangsun, dibagi menjadi empat Angkatan (9 – 12). Setiap Angkatan diikuti 40 peserta, perwakilan dari Pondok Pesantren yang telah lulus seleksi berkas dan proposal melalui aplikasi SIMBA. “Seleksi ketat dilakukan oleh Tim Ahli Kemandirian Pesantren untuk memastikan peserta memiliki potensi dan komitmen yang kuat dalam mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren mereka,” sebut Mastuki. Pelatihan ini mengadopsi metode blended learning, yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka. Peserta mengikuti sesi online selama empat hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan sesi tatap muka selama dua hari, dan diakhiri dengan Bimbingan Teknis (BIMTEK) selama dua hari. Metode ini dirancang agar peserta dapat memahami teori sekaligus mempraktikkan keterampilan yang diajarkan. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Tim Ahli Kemandirian Pesantren yang ditetapkan melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Mereka terdiri para profesional yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang pemberdayaan ekonomi pesantren. Keberadaan narasumber ini sangat penting untuk memberikan wawasan dan bimbingan praktis kepada para peserta.

Read More

ICMI : Judi Online Haram dan Merusak Ekonomi Serta Moral Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) secara tegas meminta agar pemerintah secara khusus Kemenkominfo untuk menutup akses situs judi online di Indonesia termasuk slot, sebab sudah jelas hukumnya adalah perbuatan haram dan dilarang oleh ajaran agama Islam disamping dapat merugikan ekonomi, moral dan mental masyarakat, terutama generasi muda. “Judi apapun termasuk judi online, adalah haram hukumnya menurut agama serta merusak sendi-sendi ekonomi, moral dan mental masyarakat khususnya kalangan muda. Oleh sebab itu ICMI meminta dengan tegas agar pemerintah dapat menutup akses judi online yang beredar di masyarakat dimanapun asalnya,” terang Ketua Umum ICMI, Profesor Arif Satria, Jumat (28/6/2024). Arif mengatakan situasi yang sangat memprihatinkan dengan mengutip informasi dari data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menyebutkan transaksi judi online warga Indonesia mencapai Rp 327 triliun pada tahun 2023. “Ini sangat ironi, mengingat Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbanyak, namun justeru menjadi juara 1 dalam transaksi judi online di seluruh dunia,” ungkap Arif. Bahkan, jumlah itu telah melonjak signifikan, yakni sejumlah 213% dari Rp 104,41 triliun pada 2022. Secara historis, jumlah itu bahkan jauh melambung tinggi. Dalam 5 tahun terakhir, transaksi judi online warga RI tercatat sudah melejit 8.136,77% dari tahun 2018 yang “hanya” sebesar Rp 3,97 triliun. “Fenomena negatif ini semakin serius dan dapat merusak masa depan bangsa ini, sebab banyak kasus akhir-akhir ini terungkap para korban jika sudah kecanduan judi seringkali mengakibatkan orang terjebak dalam perangkap pinjaman online. Dan yang lebih tragis, menyebabkan tindakan kriminal ataupun bunuh diri saat tidak mampu menemukan solusi,” lanjut Arif. Jika dibiarkan dan tidak dicegah oleh pemerintah,maka judi online akan merusak ekonomi dan masa depan masyarakat. “Harus dicegah, karena menyangkut masa depan bangsa. Generasi bangsa kita dikuatirkan akan menjadi generasi pemalas dan hanya senang mengejar kesenangan dengan cara instan. Lalu bagaimana mungkin bangsa Indonesia memiliki SDM unggulan jika generasi mudanya dirusak judi online?” tegas Arif.

Read More

Tim Pengawas dan Kualitas Pelayanan Jamaah Haji Yang Akan Terus Bermasalah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kehadiran tim pengawas dari DPR dan juga dari internal kemenag serta pihak lain benar-benar membawa arti dan makna bagi kesempurnaan pelayanan terhadap jamaah haji. Dengan adanya kritik dan temuan-temuan tersebut pihak penyelenggara terus merespon dengan melakukan berbagai langkah. Pertama, ketika di Mina ada anggota DPR yang mengkritik banyak jamaah yang tidak mendapatkan tempat sehingga mereka terpaksa tidur di lorong-lorong. Informasi ini oleh petugas langsung dilakukan pengecekan ke lapangan. Mereka pergi ke tempat-tempat penginapan yang dimaksud. Oleh pihak petugas para jamaah diminta untuk berdiri di kasur mereka masing-masing. Ternyata yang mengejutkan banyak kasur yang kosong. Tetapi herannya di kasur tersebut ada tas dan barang. Ketika oleh petugas ditanya ini tas dan barang milik siapa? Ternyata barang barang tersebut adalah milik jamaah yang ada di sebelahnya. Kelihatannya hal ini yang menjadi salah satu sebab adanya jamaah yang tidak kebagian tempat karena melihat ada tas dan barang serta juga ada rasa enggan bertanya sehingga ketika melihat di kasur yang dia tuju ada barang maka dia mundur sehingga akibatnya mereka lebih memilih duduk dan atau tidur di lorong. Untuk itu kedepan para petugas semestinya ada yg standby di masing-masing tempat penginapan dengan memegang daftar nama penghuni sampai bisa dipastikan semua jamaah telah mendapatkan tempatnya. Kedua, kritik tentang kasur yang disediakan kekecilan serta terlalu rapat antara satu dengan lainnya. Hal itu memang tidak bisa dipungkiri tetapi masalah pengadaan kasur tersebut merupakan tanggung jawab dari pihak maktab yang telah terikat kontrak dengan pihak masyariq. Tapi hal itu juga dapat difahami karena luas lahan yang tersedia di Mina tidak bertambah sementara jumlah jamaah haji dari tahun ketahun terus bertambah maka untuk menampungnya sudah jelas pihak maktab terpaksa memperkecil lebar dan memperpendek panjang dari kasur yang mereka sediakan. Akibatnya kalau para jamaah tidur memang akan membuat mereka risih karena jarak antara jamaah yang satu dengan yang lain terlalu dekat. Jadi masalah tempat dan kasur serta katering ini sebenarnya merupakan tanggung jawab pihak masyariq karena pihak kemenag mendapatkan tempat tersebut lewat kontrak yang ditanda tanganinya dengan pihak masyariq bukan dengan pihak maktab. Untuk itu kedepan kemenag harus lebih tegas lagi dalam bertransaksi dengan pihak masyariq agar peristiwa serupa tidak terulang. Tapi rasa-rasanya kasus serupa akan tetap terjadi apalagi jumlah kuota untuk kita terus bertambah. Kedepan masalah tempat ini memang harus ada solusi baik dari perspektif sarana- prasarana maupun dari perspektif keagamaan. Seperti diketahui mabit di mina itu masuk kelompok wajib haji. Jika tidak dilakukan maka jamaah harus membayar dam. Pertanyaannya bolehkah jamaah di malam mabit tersebut berangkat jam 22 dari hotel lalu berdiam sejenak sampai lewat tengah malam, kemudian mereka kembali ke hotel ?

Read More

Wakil Grand Syekh Al-Azhar Menekankan Kedudukan Turos

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo, Prof Dr Muhammad Ad-Duwaini berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin (24/6/2024). Dalam kesempatan tersebut, terdapat tiga poin penting yang disampaikan. Dalam kesempatan tersebut yang turut menyambut Wakil Grand Syekh Al-Azhar di antaranya Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh beserta jajaran pimpinan MUI dan ormas Islam. Dalam kunjungan kali ini juga dilengkapi pula dengan sesi tanya jawab saat forum diskusi bersama Wakil Grand Syekh Al-Azhar. Syekh Ad-Duwaini mengatakan, pertama, turos atau kitab-kitab klasik merupakan warisan keilmuan Islam. Al Azhar mempunyai pengalaman lebih dari 1.000 tahun tanpa berhenti dalam menjaga, mengembangkan, dan menyebarkan warisan keilmuan Islam. Menurutnya, turos bukanlah sebab kemunduran umat Islam. Justru sebaliknya, ia bagian dari harta warisan paling berharga umat Islam dalam menjaga jati diri dan menguatkan generasi penerus untuk terus berpegang teguh kepada pemahaman agama yang benar, yaitu kepada Alquran dan sunnah. “Kedua, Al-Azhar dalam menjaga dan mengembangkan turos. Pemahaman terhadap turos harus juga dibarengi oleh kesadaran akan dinamika perkembangan keilmuan dan keadaaan umat saat ini,” terang Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo ini di MUI. Di hadapan pimpinan MUI serta para perwakilan ormas Islam, Syekh Ad-Duwaini menyampaikan pemahaman yang baik terhadap Turos sebagaimana yang dilakukan oleh Al-Azhar dapat melahirkan pandangan yang wasathi. Di samping itu, lahirnya kemampuan untuk bersinergi dan menghormati pendapat orang atau kelompok lain. Sebab, menurut dia wasathiyah bukanlah sebuah slogan dan pemanis bibir saja. Wasathiyah adalah konsep yang berakar kuat dari pemahaman yang benar, dijaga, dikuatkan, disinergikan dan disebarkan oleh para ahli yang mengaku wasathi. Adapun dalam konteks yang dimaksud adalah peran yang juga digawangi oleh MUI sebagai payung besar ormas Islam di Indonesia. Oleh karenanya, pemahaman para alim ulama terkait Turos sangatlah penting. “Ketiga, penyesuaian masa kini, berdasarkan keilmuan turos tersebut dengan melihat perkembangan yang terjadi sekarang,” ujar Syekh Ad-Duwaini.

Read More