Syeikh Afeefuddin Al Jailani: Indonesia Contoh Bangsa Paling Harmonis

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ulama besar asal Baghdad, Irak, Maulana Al-Sheikh Afeefuddin Bin Abdul Qadir Mansoor Al Jailani menyebut Indonesia merupakan contoh bangsa paling harmonis yang mampu menjaga hubungan baik dengan bangsa lain. “Kalian merayakan kemerdekaan (HUT Ke-79 Kemerdekaan RI) di negeri yang menjadi contoh bangsa paling harmonis dan lembut di dunia, semoga Allah tetap menjaga kebaikan bangsa ini, bangsa yang harmonis dengan pendatang,” tutur dalam Kajian Akhlak dan Sholawat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan Indonesia adalah negara yang terbesar muslimnya, tapi juga terbesar mengamalkan akhlak. “Tema akhlak adalah inti ajaran agama. Allah tak menyebut Rasulullah sebagai ahli sholat/ibadah, tapi ahli akhlak yg baik. Kalau ibadah itu hanya hubungan dengan Allah, kalau muamalah (hubungan antarmanusia) itu akhlak dengan sesama yang diberi pahala oleh Allah,” imbuhnya. Pemegang Utama Mutawalli Masjid dan Maqam Sultanul Awlia Al Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad-Irak itu mencontohkan percakapan orang saleh dengan anaknya dalam tiga hal yakni makanan terbaik, tidur terbaik, dan tempat tinggal yang terbaik. “Makanan terbaik atau makanan paling enak itu kalau kita sedang lapar, apakah nasi mandi, nasgor, dan makanan atau minuman apa saja, seperti orang puasa yang akan enak untuk makanan atau minuman apa saja,” lanjut Cicit dari Syeikh Abdul Qadir Al Jailani (sufi terkenal abad ke-12). Untuk tidur paling enak adalah datang dari tempat kerja yang capek, seperti jamaah yang mabit haji pun bisa tidur sambil berdiri hingga mimpi bertemu Rasulullah, sedangkan tempat tinggak paling enak adalah kalau kita berbuat baik, sehingga orang akan baik dan lingkungan tempat tinggal pun enak serasa paling mewah di dunia. “Jadi, kita nggak akan ditanya punya berapa rumah, tapi punya berapa kebaikan. Kalau lapar, capek, dan baik/harmonis/lembut, maka kita sudah mendapatkan inti yang diajarkan Rasulullah,” sambungnya. Terkait pentingnya akhlak/kebaikan itu, cicit dari Syeikh Abdul Qadir Al Jailani itu juga menceritakan Sultonul Muhammad Alfatih yang membangun masjid dan sempat ada perempuan meletakkan cangkir di masjidnya. “Di akhirat, ternyata Allah membangunkan istana bagi Sultonul Muhammad Alfatih tapi juga ada istana kecil di dekatnya yang dibangun Allah untuk perempuan yang meletakkan cangkir di masjid, jadi Allah pasti membalas kebaikan, meski sebiji atom, termasuk keburukan,” ungkapnya. Ia juga mencontohkan nilai-nilai akhlak atau kebaikan/keharmonisan yang mendekatkan Baghdad-Indonesia. “Di sini, saya tahu rata-rata membaca manaqib Syeikh Abdulqadir Jailani, padahal butuh 10 jam dari Baghdad ke Indonesia, tapi jarak yang jauh didekatkan oleh hati/ akhlak. Datang ke sini, saya bertemu orang-orang baik,” paparnya. Ketika ditanya jamaah tentang upaya memadukan akhlak dalam ajaran dan amal, Syeikh Afeefuddin Al Jailani menyarankan untuk meneladani Rasulullah yakni bicara yang baik atau diam. “Diam itu ibadah, bahkan Allah memberi satu mulut, dua telinga, dan dua mata berarti kita diminta banyak mendengar dan melihat daripada bicara. Bicara pun yang baik atau zikir agar hati menjadi bersih,” urainya. Sementara itu, Inisiator Kajian Akhlak Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jatim 2019-2024 menjelaskan Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 adalah Hari Jumat dan bulan Ramadhan. Artinya, bangsa ini mengutamakan religiusitas dan membangun keberagaman. “Untuk itu, perlu siraman rohani, karena itu kami harapkan Syeikh Afeefuddin Al Jailani mau memberi kajian akhlak ini dua bulan sekali untuk membangun keberagamaan, religiusitas, dan karakter. Jadi, kajian ini dilaksanakan dua bulan sekali,” pungkas Khofifah. (har) Baca juga :

Read More

Banyak Mahasiswa Program Dokter Spesialis Ingin Bunuh Diri

Semarang — 1miliarsantri.net : Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa banyak peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ingin melakukan bunuh diri. Budi menyoroti praktik perundungan di lingkungan PPDS. “Kita juga pernah kan melakukan skrining mental terhadap para PPDS ini dan banyak kan memang yang ingin bunuh diri. Jadi, ini sudah fenomena yang besar yang terjadi,” ungkap Menkes kepada 1miliarsantri.net, Rabu (21/8/2024). Menkes merespons kasus kematian seorang peserta PPDS Fakultas Kedokteran Undip Semarang yang diduga bunuh diri akibat mengalami perundungan. Oleh karena itu, Menkes meminta semua pihak agar menghentikan praktik perundungan, termasuk pada profesi dokter. Menurutnya, perundungan dapat mengakibatkan hidup seseorang jadi tertekan. “Di sini saya mengajak sebenarnya semua sektor agar kita hentikan, kita putuskan kebiasaan ini. Karena ini adalah kebiasaan buruk berdampak buruk di profesi yang sangat mulia kedokteran. Bayangkan kalau dokter-dokter ini sejak muda sudah dididik seperti itu, hidupnya ditekan,” sambungnya. Menkes pun membandingkan kasus perundungan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) beberapa waktu lalu dengan kasus perundungan yang terjadi terhadap peserta PPDS saat ini. Menurutnya, kasus di IPDN lebih kepada tekanan fisik, sedangkan yang dialami peserta PPDS itu lebih kepada tekanan mental. “Teman-teman dengar IPDN kan? Dulu ada yang sampai meninggal kan? Terjadi di sana kan? Ya ini mirip. Kalau disana mungkin lebih ke tekanan fisik, ini ke tekanan mental,” kata Menkes. Ia mengatakan masih banyak cara yang jauh lebih mendidik untuk menciptakan tenaga kerja yang Tangguh tanpa harus melakukan perundungan. “Jadi, kita kan banyak profesornya nih, banyak guru besarnya. Harusnya banyak kok cara-cara mendidik untuk menciptakan manusia-manusia tangguh, bukan hanya kedokteran di TNI, di Polri, Pilot ada banyak profesi yang diminta memiliki ketangguhan mental yang berbeda tanpa buli, tanpa menyebabkan orang depresi, tanpa menyebabkan orang ke-trigger untuk bunuh diri,” papar Menkes. Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia guna mengusut kasus tersebut. “Kita kali ini sedang mengirim audit karena ini sudah ada kematian, juga kita juga bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang bunuh diri ini,” lanjut Menkes. Sebelumnya, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Undip Semarang meninggal dunia diduga bunuh diri di tempat indekosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kematian korban berinisial AR yang ditemukan pada Senin (12/8/2024) lalu tersebut diduga berkaitan dengan perundungan di tempatnya menempuh pendidikan. Polrestabes Semarang mendalami dugaan perundungan yang dialami AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang meninggal dunia akibat bunuh diri. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena di Semarang mengatakan, polisi menjadwalkan pemanggilan rekan kerja korban untuk dimintai keterangan. Selain itu, lanjut dia, polisi juga akan berkoordinasi dengan internal Undip Semarang dalam pengungkapan kasus tersebut. Berkaitan dengan buku harian korban yang berisi tentang kondisinya selama menempuh pendidikan dokter spesialis, ia menyebut buku tersebut tidak bisa diasumsikan berkaitan dengan dugaan perundungan. “Korban ini juga sering curhat ke ibunya, kemudian isi buku harian, semua akan didalami. Jangan berasumsi isi buku harian ini perundungan,” tuturnya. Andika menambahkan, permasalahan yang diceritakan oleh korban ke ibu maupun melalui buku harian berkaitan dengan pembelajaran yang sedang dijalaninya. Adapun mengenai penyebab kematian, lanjut dia, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Hanya ditemukan sisa wadah obat keras dan luka suntik,” katanya. Menurut dokter, kata dia, obat keras tersebut todak boleh disuntikkan ke dalam tubuh. Sebelumnya, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang meninggal dunia diduga bunuh diri di tempat indekosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kematian korban berinisial AR yang ditemukan pada Senin (12/8/2024) lalu tersebut diduga berkaitan dengan perundungan di tempatnya menempuh pendidikan. Pihak Universitas Diponegoro Semarang telah membantah kematian AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran, diduga bunuh diri karena dipicu masalah perundungan. Meski demikian, pihak Undip tidak bisa menjelaskan lebih detail mengenai masalah kesehatan yang dialami korban. “Berdasarkan hasil investigasi internal kami, hal tersebut tidak benar,” kata Manajer Layanan Terpadu dan Humas Undip Semarang Utami Setyowati saat menyampaikan tanggapan tertulis Rektor Undip di Semarang, Rabu (21/8/2024). Menurut dia, almarhumah merupakan mahasiswi yang berdedikasi terhadap pekerjaannya. Namun, lanjut dia, almarhumah disebut memiliki permasalahan kesehatan yang memengaruhi proses belajar yang sedang ditempuhnya. Utami menuturkan, mahasiswinya itu sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri akibat kondisi tersebut. “Namun almarhumah mengurungkan niat karena secara administratif terikat pada ketentuan penerima beasiswa,” katanya. Meski demikian, menurut dia, Undip sangat terbuka dengan fakta lain di luar hasil investigasi yang telah dilakukan. “Undip siap berkoordinasi dengan pihak manapun untuk menindaklanjuti tujuan pendidikan dengan menerapkan zero bullying di Fakultas Kedokteran,” pungkasnya.(hud) Baca juga :

Read More

Refleksi Kemerdekaan RI, 6 Tokoh Lintas Agama Berkumpul

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI, para tokoh lintas agama dari 6 agama berkumpul untuk refleksi kemerdekaan, Kamis (15/8/2024) lalu. Acara ini dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. M. Cholil Nafis. Para tokoh agama mengungkapkan pentingnya bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas karunia-Nya terhadap bangsa Indonesia. “Kita bersyukur sebagai bangsa Indonesia telah diberikan tanah air yang subur, air yang mencukupi, dan tanaman-tanaman pangan serta ternak yang berlimpah di atas bumi pertiwi ini,” kata Kyai Cholil mengawali pernyataannya. Ditambahkan nya, seluruh rakyat bersyukur diberikan hidup di sebuah negeri bernama Indonesia yang diberi kedamaian, penuh kegotongroyongan, kebersamaan dan saling pengertian, di tengah kenyataan bangsa ini bangsa yang majemuk dan penuh dengan keragaman. Menurutnya, dengan bersyukur, Insya Allah nikmat yang dirasakan ini akan semakin bertambah. Sebaliknya, kalau tidak mau bersyukur, dengan terus bertengkar, mempersoalkan hal-hal yang tidak prinsip, serta membesar-besarka perbedaan sebagai suatu masalah, maka akan terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak menyenangkan, tidak damai. Kiai Cholil mengajak mengedepankan persatuan dan kesatuan sebagai implementasi rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Terlebih saat ini kita akan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia “ tegas Kyai Cholil. Kegiatan ini dihadiri juga tokoh-tokoh lintas agama, seperti Prof. Dr. Philip K. Wijaya dari agama Budha,. Pendeta Jimmy Sormin (PGI), Budi Santoso T. (Matakin), dan Wisnu Bawa Tenaya (PDHI). Para tokoh agana sepakat dengan apa yang disampaikan Cholil. (rid) Baca juga :

Read More

Muhammadiyah Dorong Agrobisnis dan Kewirausahaan Santri

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah mengadakan workshop tiga hari di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Acara ini berfokus pada penyusunan panduan Pesantren Agrobisnis dan Entrepreneur, serta modul Risalah Islam Berkemajuan. Workshop juga bertujuan memperkuat program pengembangan ekonomi dan pendidikan di pesantren Muhammadiyah. Dalam pembukaan acara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, M. Djohar, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, diadakan nya workshop ini bertujuan untuk mengembangkan model pesantren Muhammadiyah yang berkemajuan serta memperkuat ekonomi pesantren melalui panduan agrobisnis dan kewirausahaan. “Kegiatan ini adalah sebuah inovasi baru, terutama di tengah berkembangnya pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Semoga workshop ini dapat menjadi arah baru menuju pesantren yang mandiri dan berkemajuan,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima 1miliarsantri.net, Senin (19/8/2024). Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah, Masykuri, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak UMP atas dukungannya. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari MoU yang telah disepakati dengan UMP, yang mencakup dua aspek: Pengembangan SDM Pesantren dan Pengembangan Pesantren Modern. “Workshop ini adalah bagian dari upaya pengembangan pesantren modern, dengan harapan agar panduan yang disusun dapat memperkuat kemandirian ekonomi pesantren Muhammadiyah,” tuturnya. Wakil Rektor III UMP, Ikhsan Mujahid, yang mewakili Rektor UMP, menyatakan kebanggaannya atas kerjasama yang terjalin. Ia juga berharap agar program pengembangan SDM di pesantren Muhammadiyah dapat segera dilaksanakan, termasuk program Training of Trainers (ToT) untuk ustadz-ustadzah dan calon mudir pesantren. Acara workshop ini diikuti oleh Pimpinan dan Anggota LP2 PPMuhammadiyah, utusan dari berbagai pesantren dan sekolah Muhammadiyah, serta menghadirkan narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMP. Setelah sambutan-sambutan, acara dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah bersama oleh Wakil Rektor III UMP. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya mengembangkan pesantren Muhammadiyah yang mampu berdiri mandiri dan berkontribusi dalam memajukan Islam yang berkemajuan. (wink) Baca juga :

Read More

Sebanyak 834 Santri Lolos Seleksi Beasiswa Dana Abadi Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 sudah diumumkan. Sebanyak 834 santri lolos seleksi dan berhak atas beasiswa kuliah dari Dana Abadi Pesantren. Mereka terpilih dari 8.000 santri yang mendaftar dari berbagai pesantren di Indonesia. Hasil seleksi PBSB ini diumumkan pada 12 Agustus 2024, melalui akun masing-masing pendaftar.PBSB berlangsung sejak 2005. Program ini menjadi salah satu andalan program Ditjen Pendidikan Islam dalam mengembangkan potensi santri di seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi terkemuka. Sejak 2023, PBSB bersumber dari Dana Abadi Pesantren. “PBSB adalah salah satu bentuk investasi Dana Abadi Pesantren bagi peningkatan SDM negeri, khususnya bagi kalangan santri,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Sabtu (17/8/2024). PBSB memberi kesempatan kepada para santri untuk kuliah di berbagai program studi pada perguruan tinggi favorit. Melalui PBSB, banyak santri yang menjadi dokter, insinyur di berbagai bidang teknik, ahli komputer, psikolog, guru, dosen, dan keahlian lainnya. Melalui PBSB, Kemenag telah melahirkan ribuan sarjana santri, yang tidak hanya memahami keagamaan secara moderat, tapi juga ahli dalam berbagai bidang,” sebutnya. Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani. Menurutnya, PBSB terus berkembang dari awalnya dibiayai melalui anggaran Kementerian Agama, kini dengan dukungan dari Dana Abadi Pesantren yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). “Dengan skema ini, kita dapat memberikan lebih banyak peluang kepada santri untuk meraih pendidikan tinggi. Melalui PBSB, kami memastikan bahwa para santri mendapatkan akses ke pendidikan terbaik di berbagai bidang yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta mampu berkembang baik di dalam maupun luar kampus,” tegasnya. Dengan dukungan Dana Abadi Pesantren, Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad berharap Kementerian dapat terus memberikan beasiswa kepada santri-santri terbaik di Indonesia. Abu Rokhmad juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama atas dukungannya terhadap pengelolaan Dana Abadi Pesantren. Dana ini akan dimanfaatkan sebagai investasi jangka panjang guna mencetak generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen untuk membangun Indonesia. “Melalui program beasiswa, para santri diharapkan dapat mencapai potensi maksimal mereka dan menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa. Ini adalah langkah besar bagi pendidikan di pesantren dan bagi masa depan bangsa. Kami yakin bahwa para santri ini akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia,” harapnya. Penetapan kelulusan para santri dilakukan melalui Rapat Koordinasi Penentuan Kelulusan Calon Mahasantri PBSB yang diselenggarakan di Jakarta pada 5 – 7 Agustus 2024. Rapat dihadiri perwakilan dari seluruh perguruan tinggi mitra PBSB yang kemudian menilai dan menentukan para calon mahasantri pada perguruan tingginya masing-masing. Proses ini akhirnya menghasilkan 834 mahasantri terpilih yang masuk ke 32 Perguruan Tinggi Mitra dan 92 Program Studi di bidang kesehatan, teknologi, ekonomi, sosial, dan keagamaan.Para santri yang dinyatakan lolos diimbau segera menghubungi narahubung masing-masing perguruan tinggi mitra. Selain itu, mereka diminta untuk melakukan registrasi ulang dan mengikuti aktivitas sesuai kalender akademik yang telah ditentukan oleh kampus. Para santri juga akan dibantu oleh pengurus CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs), yang merupakan organisasi mahasantri penerima PBSB. CSSMoRA juga akan berperan sebagai mentor dan sahabat bagi para mahasantri untuk membantu mereka dalam menavigasi tantangan akademik dan sosial di lingkungan kampus, sehingga dapat fokus pada studi dan meraih prestasi. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said menambahkan, selain hasil yang sudah diumumkan, masih terdapat satu proses seleksi yang akan dilaksanakan untuk mencari 40 mahasantri terbaik, yakni tes tahap III atau wawancara bagi para pendaftar Program Double Degree Magister di empat Ma’had Aly yaitu Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Ma’had Aly Mudi Aceh, dan Ma’had Aly Lirboyo serta Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Tes wawancara sedianya akan dilaksnakan pada hari 14 – 15 Agustus 2024, namun ads penyesuaian. “Para pendaftar Program Double Degree diminta untuk tetap memantau melalui akun santri masing-masing terkait pelaksanaan tes tahap akhir ini. Harapannya tes wawancara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Jika ada kendala maka segera menghubungi admin PBSB yang tertera pada Booklet PBSB, insya Allah akan selalu siap mengarahkan para pendaftar,” terang Basnang Said. Nantinya, 40 mahasantri yang dinyatakan lulus seleksi Program Double Degree Magister PBSB akan melangsungkan studi magister selama 1 tahun di 4 Ma’had Aly yang dilih pada tahun pertama. “Dan pada tahun kedua 40 mahasantri akan melanjutkan studi di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia,” tutup Basnang. (rid) Baca juga :

Read More

Muhammadiyah Soroti Kebijakan Politik yang Tak Berpihak ke Petani

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak berbagai stakeholder untuk bersatu mengentaskan masalah petani dan dunia pertanian di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi alam melimpah, namun petani sebagai soko guru bangsa nasibnya masih memprihatinkan. Ketika panen mereka kerap dikepung oleh produk pangan impor. Menurut Haedar, Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan, namun juga ikut merasakan dan proaktif dalam memberdayakan masyarakat petani. Melalui ini Muhammadiyah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produsen fatwa keagamaan, atau gerakan pendidikan dan kesehatan saja. Dalam mengusahakan keberdayaan petani Muhammadiyah mengajak gerak secara kolaboratif atau membangun kebersamaan. Kolaborasi itu dijalin secara pentahelix, yang melibatkan institusi pendidikan, masyarakat, swasta atau pemodal, dan ormas keagamaan yang dalam hal ini adalah Muhammadiyah. Tak lain gerakan kolaboratif ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, yang menurut Haedar sampai sekarang mereka masih jauh panggung dari api. Petani sebagai penyedia pangan, tapi tak jarang anak-anak dan keluarga mengalami kesusahan makan. Haedar memandang, selain gerakan yang dilakukan secara kolaboratif juga dibutuhkan pendorong lahirnya produk kebijakan yang berpihak kepada para petani. Mulai dari kebijakan yang mempermudah akses untuk pupuk, sampai kebijakan impor pangan di saat para petani sedang panen atau produk pangan dalam negeri jumlahnya melimpah. “Inikan di politik urusannya. Jadikan pokitik itu akarnya partai dan kekuatan masyarakat. Nanti kita bisa desakkan urusan ini pada pemerintahan baru. Karena sekuat-kuat kita saja itu kalau politik kebijakannya tidak sungguh-sungguh itu, kita ini kaya menabrak tembok terus,” sambungnya. Oleh karena itu Haedar menegaskan pentingnya secara bersama-sama mendesak kebijakan politik yang berpihak ke petani. Sebab jika desakan itu dilakukan secara sendiri-sendiri tentu berat. Kebijakan politik merupakan pintu keberhasilannya surplus produk pertanian dari petani Indonesia. Pada kesempatan ini, dalam dialog yang dilakukan dengan petani tebu juga menjawab keresahan tentang keterbatasan pendanaan yang dialami petani. Menjawab itu, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah melalui jaringan perbankan yang dibangun bisa membukakan akses untuk para petani. Haedar menyampaikan, terkait dengan kerja sama yang dibangun oleh PP Muhammadiyah dengan perbankan merupakan cara untuk mengajak dunia perbankan merealisasikan perintah sesuai konstitusi, yaitu memberikan manfaat bagi orang banyak, tidak semata perbankan bersifat bisnis dan berorientasi keuntungan saja. (wink) Baca juga :

Read More

Indonesia-Uruguay Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia dan Uruguay menjalin perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) Jaminan Produk Halal (JPH). MoU ini ditandatangani Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uruguay untuk Indonesia Cristina Gonzales. “Atas nama BPJPH saya bersyukur atas ditandatanganinya MoU Kerja sama Jaminan Produk Halal antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Uruguay yang telah dilaksanakan Senin (12/8/2024)” terang Muhammad Aqil Irham di Kantor BPJPH. MoU ini merupakan tindak lanjut dari proses pembicaraan bilateral kedua negara yang dimulai sejak awal tahun 2024 lalu, yang dilanjutkan dengan pembahasan finalisasi draft MoU. “Kami harapkan kerja sama ini menjadi sinergi sukses dan produktif yang sangat penting untuk perkembangan masa depan, khususnya dalam memanfaatkan potensi pasar halal global dan menghadapi tantangan industri halal global. Sinergi ini tentu juga akan membawa implikasi positif bagi penguatan ekosistem halal masing-masing negara, sekaligus memperkuat peranan sektor produk halal dalam meningkatkan nilai ekonomi kedua negara,” lanjut Aqil. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uruguay untuk Indonesia Cristina Gonzales mengatakan bahwa perjanjian kerja sama tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi ekonomi kedua negara. “Kami sangat berterima kasih dengan telah dilakukannya penandatanganan kerja sama ini. Dan kami akan meneruskan MoU kerja sama di bidang halal dengan Indonesia ini secara lebih lanjut. Ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam rangka memperkuat kerja sama antara Uruguay dengan Indonesia,” lanjutnya. Turut hadir dalam penandatanganan MoU Administrative Secretary Rahadianto Putra, Private Sector Representative Sara Quek dan Joefly J Bachroeni. Hadir pula Sekretaris BPJPH E.A Chuzaemi Abidin, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat Salamet Burhanudin, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH Dzikro, dan Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Abd Syakur. (wink) Baca juga :

Read More

Para Tokoh Wanita Mengkritik Keras PP 28 Tahun 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terus menuai kritik dan kecaman. Pasalnya, peraturann pemerintah ini mengatur penyediaan alat krontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja. Setelah kalangan dewan di DPR RI, kini para Ustadzah pun mengecam hal serupa. Hj. Imas Masruroh, Mubalighah Aswaja dari Cirebon menyatakan, menolak tegas PP 28/2024 karena berpotensi merusak besar merusak generasi muda kita. “Pemerintah harus segera merevisi PP tersebut. Jangan sampai generasi muda kita menjadi ‘korban’ dari terbitnya PP 28/2024 itu,” urainya kepada 1miliarsantri.net, Rabu (14/8/2024). Mubalighah Aswaja dari Palembang bahkan secara tegas menolak PP 28/2024 karena menjadi legalitas seks bebas dan aborsi. Begitu juga Hj. Padliyati Siregar dari Sumatera Selatan, juga tak kalah tegas meminta kepada pemerintah untuk mecabut PP tsb. Sementara pengasuh ponpes Darus Syifa’ dari Lombok Nusa Tenggara Barat Ustadzah Hj Nikmah juga menolak PP 28/2024. Ia sangat khawatir remaja akan terdorong melakukan seks bebas dengan adanya fasilitas alat kontrasepsi yang dengan mudah bisa diakses padahal seharusnya alat kontrasepsi tersebut hanya untuk pasutri. Ustadzah Fatimatuz Zuhro pimpinan daerah Wanita Islam Lombok Timur juga menolak dan menentang PP 28/2024 karena akan memfasilitasi seks bebas dengan penyediaan alat kontrasepsi. Remaja yang saat ini sudah bergaul bebas, ucap dia, akan makin bebas dan rusak dengan PP tersebut. “Jika remaja kita saat ini rusak bagaimana nasib Bangka kita ke depan. Karena itu meminta pemerintah mencabut PP tersebut. Jika tidak dicabut, maka tinggal tunggu adzab Allah di dunia dengan menyebarnya HIV/Aids dan kerusakan. Lainnya serta adzab akhirat jauh lebih pedih lagi,” tukasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal mengkritik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Menurut politisi PPP tersebut, PP 28/2024 kontroversial dan meresahkan publik. Sebab, pada pasal 103 ayat 4 mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja. “Pasal 103 ayat 4 butir e dalam PP 28 tahun 2024 itu menimbulkan tafsiran di masyarakat bahwa pemerintah membolehkan hubungan seksual di luar nikah pada anak sekolah dan remaja,” kata Illiza di Jakarta, Selasa (12/8/2024). Ia menjelaskan, pada ayat 4 disebutkan,pelayanan kesehatan reproduksi meliputi, penyediaan alat kontrasepsi (butir e). Bagaimana mungkin mewujudkan Indonesia Emas 2045, kata dia, jika sejak 21 tahun sebelumnya anak usia sekolah dan remaja telah dibekali alat kontrasepsi. “Terkesan negara memfasilitasi hubungan seksual di luar nikah,” tegasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Sandiaga Ingin Wujudkan Internasional Muslim Festival

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyambut baik terselenggaranya Muslim Fashion Festival (Muffest) 2024. Ia meminta agar potensi terhadap fashion muslim terus digali agar lebih maju lagi di kancah internasional. “Islamic fashion sekarang jadi kebutuhan yang banyak permintaan. Indonesia bukan hanya sebagai pengguna tapi juga sebagai basis produksi,” ungkap Sandiaga Uno di acara Muffest 2024, Istora Senayan, Jakarta, Selasa (13/8/2024). Lebih lanjut Sandiaga meminta pihak-pihak terkait untuk terus menggali potensi agar bisa bekerja sama dengan Muffest. “Semoga internasional muslim festival bisa kita wujudkan ke depan di Indonesia,” tambahnya. Dalam kunjungannya tersebut Sandiaga menyempatkan diri melihat lebih dekat hasil karya para desainer Indonesia, dengan mendatangi aneka both di sana. Salah satu yang ia kunjungi dan mengaku terkesan yaitu both Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH). Ia mengaku kagum dengan hasil karya desainer AMANAH yang memperkenalkan budaya asli Aceh kepada masyarakat luas. “Saya kagum peningkatan kualitas produknya. Saya juga rutin melihat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh. Program AMANAH ini bisa mengangkat spek dan kualitas dari produknya yang sangat mengikuti standar dan trend fashion terkini,” pujinya. Tak hanya memuji, Sandiaga juga membeli sejumlah hasil karya anak muda Aceh tersebut. Ia berharap ke depannya AMANAH bisa menjadi brand collective yang akan mengangkat anak-anak muda Aceh, khususnya yang menggeluti ekonomi kreatif dan memulai usaha. Sebanyak 12 desainer yang tergabung di AMANAH Youth Top Models menampilkan masing-masing karyanya lewat fashion show, antara lain Ibnu Nusyi, Syafira Mustaqilla, Deo Saad dan Syarifah Raihan. (wink) Baca juga :

Read More

Duplikat Sang Saka Merah Putih Tiba di IKN

Balikpapan — 1miliarsantri.net : Menjelang upacara HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara, IKN, duplikat Sang Saka Merah Putih dan teks Proklamasi tiba di Balikpapan. Duplikat Sang Saka Merah Putih dan teks Proklamasi itu dibawa Nayla Aulita Alqubra Sinapoy dan Lili Wenda, yang tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (10/8/2024). Kedatangan mereka disambut sejumlah pejabat Kaltim. Antara lain, Pj Gubernur Kaltim, Sekda Prov, Kapolda Kaltim dan Pangdam VI/Mlw.Nayla Aulita Alqubra Sinapoy dan Lili Wenda memasuki mobil, yang selanjutnya membawa duplikat Sang Saka Merah Putih dan teks Proklamasi menuju IKN dengan iring-iringan mobil. Di tengah perjalanan kirab, mereka disambut ratusan warga Balikpapan, khususnya di kawasan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur. Para wara memadati ruas Jalan Mawarman untuk bisa melihat secara langsung Kirab Duplikat Sang Saka Merah Putih melintas di jalan tersebut. Ratusan pelajar dan warga Balikpapan tampak bersemangat mengibarkan bendera plastik kecil di tangan mereka saat Kirab melintas di sepanjang Jalan Mulawarman. Iring-iringan pembawa Sang Saka Merah Putih kemudian masuk tol di Manggar, lalu keluar Kilometer 13 dan melanjutkan perjalanan melalui Jembatan Pulau Balang untuk menuju IKN. Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menyampaikan momentum kirab ini menjadi sejarah baru bagi Kaltim. Sebab, lanjutnya, HUT ke-79 RI akan dihelat di tanah Benua Etam, IKN untuk pertama kalinya. “Kita harus bangga, karena ini sejarah bangsa Indonesia. Pertama kali melaksanakan HUT RI di Kaltim,” pungkas Akmal. (hey) Baca juga :

Read More