China Luncurkan Al Qur’an Versi Mereka Dengan Menggabungkan Islam dan Konghucu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah China baru-baru ini berencana membuat Al-Quran versi mereka dengan menggabungkan ajaran Islam dan Konghucu. Seperti diberitakan Radio Free Air, dikutip Minggu (24/09/2023), Al-Quran versi China tersebut merupakan bagian dari upaya “sinisasi” terhadap Islam. Sinisasi sendiri diartikan sebagai proses modifikasi sesuatu sesuai dengan budaya China. Upaya sinisasi Islam ini sudah desain sejak 2018. Pada 2018, Institut Pusat Sosialisme China, bagi dari Kelompok Kerja Front Persatuan Partai Komunis, menyusun 32 poin sinisasi tiga agama monoteistik utama di China, yaitu Protestan, Katolik, dan Islam, yang akan diterapkan selama lima tahun ke depan. Namun, pada akhir Juli lalu, sejumlah pejabat pemerintah dan akademisi China bertemu di Urumqi untuk membahas penerapan sinisasi Islam di Xinjiang. Dalam pertemuan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, rencana sinisasi Islam belum berjalan signifikan. “Islam membutuhkan lebih banyak rekayasa,” kata mereka. Terkait itu, China merasa perlu berbuat lebih untuk menyatukan Islam dengan Konfusianisme. Demi mencapai tujuan tersebut, pemerintah China merasa perlu untuk merilis Al-Qur’an dan Hadist berbahasa Mandarin yang diterjemahkan dan diberi anotasi selaras dengan “semangat zaman.” “Mensinisasi Islam di Xinjiang harus mencerminkan aturan sejarah tentang bagaimana masyarakat berkembang, melalui konsolidasi kekuatan politik, pengamanan masyarakat, dan konstruksi budaya,” kata Wang Zhen, profesor di Institut Sosialisme Pusat Tiongkok. Pemimpin Partai Komunis China (PKC) sekaligus Presiden China, Xin Jinping sempat menyinggung sinifikasi agama di tahun 2015. Dia menyebutkan Sinicizing Islam secara khusus pada tahun 2017. PKC sudah lama memandang agama Islam sebagai ancaman. Selama beberapa dekade, PKC kerap menganiaya umat Muslim, seperti etnis Uyghur dan Hui. Namun kini, setelah kampanye yang oleh AS disebut sebagai genosida, partai tersebut praktis menghapus praktik publik Islam di Xinjiang yang tidak diawasi secara langsung oleh AS. “Tujuan akhir dari Sinicisasi adalah untuk memungkinkan adanya pengawasan yang lebih besar,” kata David Stroup, dosen Studi Tiongkok di Universitas Manchester. “Mereka ingin mengendalikan segalanya.” Kini mereka mencoba mengatasi kekusutan dalam versi baru Islam yang diharapkan dapat mengikat Muslim Tiongkok, termasuk Muslim Uyghur, kepada negara. Rencana 32 Poin Rencana 32 poin Islam menyoroti “masalah-masalah di beberapa bidang yang tidak dapat diabaikan,” menurut terjemahan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh China Law Translate. Rencana tersebut menyoroti “masalah di beberapa daerah yang tidak bisa diabaikan”. Menurut rencana tersebut, beberapa tempat di China telah “dipenuhi dengan ideologi ekstremis.” Masjid-masjid meniru arsitektur asing, umat Muslim mengenakan pakaian asing, dan label halal pada makanan diterapkan secara berlebihan. “Beberapa meniadakan ideologi tradisional Islam China,” tulis rencana tersebut seperti dikutip RFA. PKC akan memperkuat personel keagamaan untuk “menjelaskan dengan benar” Al-Quran dan Hadist versi terjemahan baru. Terjemahan ini akan “Menggunakan Konfusianisme untuk menafsirkan kitab suci”. Penafsiran itu merujuk pada kumpulan terjemahan dan tulisan Islam dalam bahasa Cina Dinasti Qing, yang dikenal di kalangan sarjana Barat sebagai Kitab Han, yang menggunakan konsep Konfusianisme untuk menguraikan teologi Islam. Teks-teks tersebut diproduksi di Tiongkok bagian timur, tidak pernah diedarkan di wilayah Uyghur, dan tidak diakui dalam tradisi Islam Uyghur. “PKT mengidentifikasi ini sebagai satu-satunya praktik keagamaan yang benar di Tiongkok,” kata Stroup. “Menggunakan pembingkaian seperti ini, untuk menyelaraskan Islam dengan Konfusianisme, menyelaraskan Islam dengan tradisi Tiongkok, adalah pembacaan sejarah yang sangat selektif.” Selain terjemahan bahasa Mandarin, partai tersebut sedang mempertimbangkan terjemahan Al-Qur’an Uyghur yang baru dan berbahasa Sinicized. Banyak Muslim Uyghur menyukai terjemahan bahasa Arab-Uyghur tahun 1980-an yang ditulis oleh ulama Muhammad Salih. Namun toko buku berhenti menyediakannya sekitar tahun 2010. Mereka menggantinya dengan terjemahan kelompok yang banyak dikritik, yang dijual seharga 1.000 yuan. Salih meninggal dalam tahanan polisi pada 2018 dalam usia 82 tahun. “Waktu selalu berubah, masyarakat selalu membaik, sehingga pemahaman kita terhadap kitab-kitab klasik seperti Al-Qur’an juga harus berubah,” kata Profesor Universitas Peking, Xue Qingguo, menurut laporan Xinhua pada konferensi Urumqi. (wink/AP) Baca juga :

Read More

Meski Digoyang Gempa, Masjid Ikonik Koutoubi di Marrakech Maroko Tetap Kokoh Berdiri

Marrakech — 1miliarsantri.net : Masjid Koutoubia merupakan salah satu bangunan paling simbolis di Marrakech, Maroo. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Maroko dan dapat menampung 25.000 jamaah sekaligus. Tempat ini merupakan salah satu Situs Warisan Dunia Unesco. Saat gempa berkekuatan Mw 6,8 melanda wilayah Marrakech-Safi pada 8 September 2023, masjid ini tetap utuh. Hanya beberapa bagian yang dilaporkan rusak. Kendati begitu, menara masjid tidak runtuh dan tetap berdiri tegak. Kerusakan terdeteksi di tembok merah. Tembok tersebut merupakan serangkaian benteng pertahanan yang melingkupi distrik medina bersejarah yang pertama kali dibangun pada awal abad ke-12. Mengutip laman resminya, berlokasi tepat di Jantung kota Marrakes, Masjid Koutoubia dibangun dengan gaya tradisional Almohadi pada abad ke-12. Koutubia berarti “penjual buku” dalam bahasa Arab, karena daerah ini dikenal sebagai tempat penjualan manuskrip. Masjid ini adalah masjid terbesar di kota Marrakesh, Maroko dan memiliki menara yang juga merupakan menara tertinggi di Marrakesh, yaitu memiliki tinggi sekitar 70 m. Hukum setempat membatasi segala pembangunan yang melampaui tinggi menara tersebut, sehingga menara tersebut tetap menjadi puncak tertinggi di kota Marrakesh. Masjid ini memiliki nama yang beragam seperti Jami’ al-Kutubiyah, Kutubiya Mosque, Kutubiyyin Mosque, dan Mosque of the Booksellers. Nama-nama ini diambil karena dahulu area di sekitar masjid banyak ditemukan penjual buku atau naskah pada abad ke-12 sampai 13 yang kemudian nama tersebut melekat pada Masjid Koutoubia. Itu karena berlokasi di wilayah tempat para pedagang berjualan buku. Keistimewaan masjid ini terletak pada menara masjid yang berdiri indah dan menakjubkan, Selain itu, menara yang memiliki tinggi 77 meter ini hanya dapat dimasuki oleh umat Islam, sehingga para pengunjung yang beragama lain dilarang memasuki menara agung ini. Salah satu hal menarik lainnya dari menara ini adalah di puncak menara terdapat hiasan berbentuk bola yang terbuat dari emas asli. Pada awalnya hanya terdapat tiga bola, lalu bola keempat didonasikan oleh istri Yacoub el-Mansour karena beliau gagal untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Karena menara ini merupakan menara tertinggi, pemandangan dari atas menara sangat menakjubkan. Pemandangan dari seluruh penjuru kota Marrakesh dapat Bapak/Ibu saksikan dari atas menara ini. (ghu/AFP) Baca juga :

Read More

Kerajaan Saudi Berikan Ketetapan Berpakaian Bagi Jamaah Wanita

Jeddah – 1miliarsantri.net : Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi menetapkan aturan berpakaian bagi jamaah haji dan umrah wanita selama di Masjidil Haram, Mekkah. Melalui Otoritas kerajaan menegaskan jamaah perempuan berhak mengenakan pakaian yang disukai selama beribadah, asalkan tetap mematuhi aturan tertentu. Adapun aturan yang berlaku bagi jamaah perempuan antara lain, pakaian harus longgar, bebas hiasan, dan menutupi tubuh. Hal tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Aturan ini mulai disorot ketika musim umrah mulai meningkat di Arab Saudi setelah pelaksanaan musim Haji tahun 2023 dan pasca berakhir nya pandemi Covid19 yang selama 2 tahun melarang kegiatan pelaksanaan haji dan Umrah. Musim umrah sendiri dimulai sejak dua bulan lalu, setelah selesainya ibadah haji tahunan. Tahun ini, sekitar 1,8 umat Islam dari seluruh dunia menjalani ibadah haji untuk pertama kalinya setelah pembatasan pandemi dicabut. Arab Saudi menargetkan sekitar 10 juta jamaah dari luar negeri untuk umrah di Masjidil Haram. Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi juga telah meluncurkan sejumlah fasilitas kemudahan bagi jamaah umrah dari luar negeri. Umat Muslim yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, visa kunjungan dan turis diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, makam Nabi Muhammad (SAW) yang terletak di Masjid Nabawi. Namun sebelumnya jamaah sudah memesan janji temu melalui aplikasi terdaftar. Pemerintah Saudi juga memperpanjang masa berlaku visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari. Kemudian mengizinkan pemegang visa umrah dari semua jalur, baik darat, laut, dan udara serta berangkat dari bandara mana pun. Kerajaan Saudi mengatakan bahwa ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk berhak mengajukan visa turis, apa pun profesinya, dan dapat menunaikan umrah. Otoritas Saudi juga telah memperbolehkan jamaah haji perempuan tidak lagi diwajibkan didampingi oleh wali laki-laki. (dul) Baca juga :

Read More

Mowalola Menarik Koleksi Rok Mini Berbendera Saudi Usai Dikecaman Netizen

London — 1miliarsantri.net : Jenama fesyen Mowalola akhirnya memutuskan menarik rok mini berbendera Saudi dari koleksinya usai kecaman secara online dari berbagai pihak yang merasa keberatan dirinya menampilkan busana rok mini dengan gambar bendera Saudi. Sebelumnya, Mowalola memamerkan koleksi Spring 2024 di London Fashion Week, Sabtu (16/09/2023) waktu setempat. Koleksi tersebut menjadi viral dan menuai kontroversi karena merilis rok mini menggunakan desain bendera Arab Saudi. Pengguna media sosial sontak mengecam desain rok dengan tulisan kalimat syahadat tersebut. Mereka menilai rok koleksi Mowalola tersebut tidak sopan. Selain bendera Arab Saudi, rok yang dirilis Mowalola juga menampilkan bendera negara lain. Hanya saja, banyak yang mengatakan sebaiknya bendera Arab Saudi tidak perlu digunakan karena ada kalimat syahadat, pengakuan keimanan umat Islam, yang memiliki arti “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah”. “Saya sama sekali tidak beragama, tapi ini sangat tidak sopan. Mengetahui bahwa bendera Saudi bertuliskan kata Allah di atasnya dan mereka menggunakannya sebagai rok mini yang provokatif menunjukkan betapa tidak tahu malunya industri fesyen terhadap agama. dari segala jenis,” kata salah satu pengguna media sosial, dikutip dari Middle East Eye, Rabu (20/09/2023). Sementara warganet lain mempertanyakan maksud dari sang perancang busana. Mereka meminta untuk menghapus rok tersebut dari koleksinya. Semula sang desainer mencoba bertahan pada koleksinya itu, namun kecaman terus berlanjut. “Ada alasan mengapa Saudi tidak mengibarkan benderanya di seluruh negeri. Ini berisi Syahadat [pengakuan iman Islam]. Saudi memiliki serangkaian undang-undang hanya untuk bendera. Bendera harus dicetak di kedua sisi dan dilipat, dibersihkan. dan menghancurkan semuanya dengan cara tertentu. Mengenakannya pada rok adalah tindakan yang tidak sopan,” tulis salah satu pengguna media sosial sebagai tanggapan. Mowalola Ogunlesi, sang desainer, akhirnya meminta maaf atas koleksi rok yang menuai hujatan itu. Melalui media sosial X, semula bernama Twitter, ia berjanji untuk menghapus desain tersebut dari koleksinya. “Salah satu inspirasi utama saya untuk SS24 adalah penggunaan bendera nasional dari berbagai negara. Setelah pertunjukan, saya menemukan bahwa salah satu bendera ini – Arab Saudi – menampilkan kata-kata suci, dan penggunaannya telah menimbulkan kebencian yang besar. Sekarang saya belahar dari kejadian ini, saya dengan tulus meminta maaf,” tulisnya. “Saya akan memastikan desain ini dihapus dari koleksi. Saya sangat menyesali segala kerugian atau pelanggaran yang mungkin ditimbulkan oleh kelalaian saya. Terima kasih telah meminta pertanggungjawaban saya, dan saya menghargai pengertian Anda saat saya belajar dari pengalaman ini.” lanjutnya. Mowalola Ogunlesi adalah perancang busana kelahiran Nigeria yang tinggal di London. Ia dikenal sebagai perancang yang menggunakan berbagai macam tekstur dan bahan dalam desainnya, yang dipakai untuk menciptakan tampilan non-tradisional yang terinspirasi oleh budaya anak muda. Ogunlesi memiliki lebih dari 300.000 pengikut Instagram, tempat ia membagikan foto rol tersebut di ceritanya. Ini bukan pertama kalinya sebuah merek festen mendapat kecaman karena menampilkan teks keagamaan pada pakaiannya. Di awal tahun, PayPal Melbourne Fashion Festival mengeluarkan permintaan maaf setelah dikecam selebgram keturunan Eritrea-Australia karena menampilkan teks keagamaan pada pakaian mereka. Mona Khalifa, model dan influencer yang berbasis di Melbourne, melalui media sosial mengecam label fesyen Not A Man’s Dream atas pakaian tipis yang dicetak dengan tulisan “Tuhan berjalan bersamaku” dalam bahasa Arab. (hid/AP) Baca juga :

Read More

Ketika Islam dan Budaya nya Sudah Mengakar di Jerman

Cologne — 1miliarsantri.net : Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, Islam adalah milik Jerman di tengah meningkatnya rasisme dan Islamofobia. Meningkatnya Islamofobia tersebut dipicu oleh propaganda kelompok dan partai sayap kanan yang mengeksploitasi krisis pengungsi dan berusaha untuk memicu ketakutan terhadap imigran. “Islam, agama Muslim, kehidupan Muslim, budaya Muslim telah mengakar di negara kami,” terang Steinmeier pada perayaan 50 tahun berdirinya Asosiasi Pusat Kebudayaan Islam (VIKZ) di Cologne. “Saat ini keberagaman Islam, keberagaman lebih dari 5 juta umat Islam, juga merupakan bagian dari negara kita,” ujarnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin (18/9/2023). Steinmeier menekankan bahwa kebebasan beragama juga berarti melindungi hak-hak semua penganutnya. “Jerman adalah negara yang netral secara ideologi. Namun kebebasan beragama bukan berarti negara kita bebas dari agama. Tidak, itu berarti memberikan ruang bagi agama dan melindungi kebebasan umat beriman, semua umat beriman.” tegas Steinmeier. Pernyataan Steinmeier muncul setelah adanya laporan baru-baru ini yang mengatakan rasisme dan Islamofobia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Jerman. Menurut laporan organisasi non-pemerintah yang berbasis di Berlin, the Alliance Against Islamophobia and Muslim Hostility, per bulan Juni ada 898 insiden anti-Muslim tercatat di Jerman pada tahun 2022. Penelitian tersebut menyebutkan rasisme merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari umat Islam di Jerman, dengan kasus terbanyak adalah perempuan. Di antara kasus-kasus yang terdokumentasi di antaranya, 500 serangan verbal, termasuk pernyataan yang menghasut, penghinaan, ancaman, dan pemaksaan. Tercatat ada sebelas surat ancaman ke masjid-masjid yang mengancam akan melakukan kekerasan dan pembunuhan yang sering kali berlebihan. Surat-surat tersebut berisi simbol-simbol Nazi atau referensi pada era Nazi. Laporan tersebut mencatat 190 kasus diskriminasi dan 167 kasus “perilaku merugikan”. Kategori terakhir mencakup 71 kasus penganiayaan fisik, 44 kasus pengrusakan properti, tiga serangan pembakaran, dan 49 tindakan kekerasan lainnya. Selain itu, serangan bermotif rasial terhadap generasi muda dan anak-anak semakin meningkat, katanya. Ada kasus di mana perempuan diserang di hadapan anak-anaknya dan perempuan hamil ditendang atau dipukul di bagian perut. Penulis penelitian berasumsi bahwa jumlah kasus yang tidak dilaporkan tinggi karena tidak adanya pemberitaan media yang luas. Laporan situasi pertama mencakup data dari 10 pusat nasihat di lima negara bagian Jerman serta laporan melalui portal “I-Report”, statistik kekerasan bermotif politik, serta laporan polisi dan pers. Laporan tersebut menyebutkan, kejahatan anti-Muslim seringkali tidak diakui atau mereka yang terkena dampak tidak melaporkannya karena kurangnya kepercayaan pada pihak berwenang. Terkait itu, ada seruan untuk perluasan struktur pelaporan dan peningkatan kesadaran mengenai topik kekerasan pada Muslim oleh pihak berwenang, sekolah, dan sektor kesehatan. Sebagai negara berpenduduk lebih dari 84 juta jiwa, Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Berdasarkan angka resmi, Jerman adalah rumah bagi lebih dari 5 juta Muslim. (git/DW) Baca juga :

Read More

Aksi Protes Pemukim Israel di Masjid Al Aqsa Berujung Penganiayaan Jamaah Lanjut Usia

Jerusalem — 1miliarsantri.net : Beberapa media lokal Yerusalem melaporkan pasukan pendudukan Israel menyerang jamaah Muslim secara brutal, Ahad (17/09/2023) pagi. Kejadian ini berlangsung di Bab as-Silsila (Gerbang Rantai), salah satu pintu masuk utama ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki. Pasukan pendudukan disebut melakukan serangan secara fisik dan memukuli tiga jamaah, termasuk di dalamnya adalah seorang pria lanjut usia dan seorang wanita lanjut usia, di dekat Gerbang Rantai. Penganiayaan dengan kekerasan ini terjadi setelah ketiganya melakukan protes damai terhadap pemukim Israel, yang diketahui meniup terompet di pintu masuk Masjid Al Aqsa. Dilansir di Wafa, Ahad (17/09/2023), insiden tersebut terjadi menyusul pasukan pendudukan Israel yang meningkatkan kehadiran mereka di sekitar Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki. Mereka berupaya menghalangi jamaah Muslim mengakses halaman masjid dan menghalangi masuknya warga Palestina dan pelajar ke kompleks tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya mereka memfasilitasi masuknya pemukim Yahudi Israel di Rosh Hasanah. Saat fajar, sejumlah jamaah Muslim dilaporkan berkumpul di tempat suci tersebut setelah shalat Subuh. Mereka menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap provokasi dan intrusi pemukim Israel ke kompleks Masjid Al Aqsa. Insiden ini kembali mengingatkan pada pelanggaran yang sedang berlangsung terhadap kesucian Masjid Al Aqsa, oleh pasukan pendudukan dan pemukim Israel. Kondisi ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan dan kebebasan beribadah bagi Muslim Palestina, di salah satu situs paling suci mereka. Pasukan pendudukan Israel beberapa hari terakhir meningkatkan kehadiran mereka di sekitar Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Sementara Muslim dihalangi, sejumlah pemukim Yahudi Israel memasuki kompleks tersebut dalam kelompok terpisah. Mereka melakukan tur provokatif melalui halaman masjid, menerima penjelasan tentang dugaan keberadaan “Kuil Yahudi”, serta melakukan ritual Talmud di dekat Kubah Batu. Departemen Wakaf Islam mengatakan pasukan Israel secara provokatif mengizinkan sejumlah besar pemukim memasuki halaman masjid. Secara bersamaan, mereka menyerang jamaah Muslim dan mencegah mereka yang berusia di bawah 50 tahun memasuki tempat suci tersebut. Dalam pernyataan resmi, mereka juga melaporkan bahwa polisi Israel sedang berupaya mengevakuasi jamaah Muslim dari halaman Al Aqsa. Wakaf Islam, otoritas yang dikelola Yordania yang bertanggung jawab atas situs suci tersebut, telah berulang kali menyerukan intervensi internasional untuk mencegah serangan tersebut. Apa yang dilakukan oleh pasukan Israel dipandang sebagai tantangan langsung terhadap status quo situs suci tersebut, sekaligus sebuah penghinaan terhadap sentimen umat Islam di seluruh dunia. (lia/AP) Baca juga :

Read More

Visit my Mosque Digelar Untuk Menampung Seluruh Komunitas Muslim di Inggris

London — 1miliarsantri.net : Sebuah acara bertajuk Visit my Mosque yang diselenggarakan di Inggris sangar menarik perhatian selama delapan tahun terakhir. Visit My Mosque merupakan acara open day masjid terbesar di Inggris. Tahun ini acara tersebut akan digelar kembali pada tanggal 23 dan 24 September 2023. Kampanye nasional yang difasilitasi oleh Muslim Council of Britain (MCB) ini mendukung lebih dari 250 masjid di seluruh Inggris untuk menyelenggarakan acara open day bersama. Saat ini sudah memasuki tahun kedelapan, Visit My Mosque memfasilitasi ratusan masjid di seluruh Inggris, membuka pintu bagi komunitas lokal, membina hubungan, dan memperkuat ikatan yang mengikat. Tema tahun ini adalah ‘Faith, Food, and Friendship (Iman, Makanan dan Persahabatan)’ dengan Masjid dan pusat-pusat Islam yang berpartisipasi menyatukan komunitas untuk minum teh, tur, dan diskusi. “Masjid lebih dari sekadar tempat beribadah; masjid merupakan pusat komunitas tempat berkumpulnya beragam komunitas Muslim, lembaga yang dapat menyediakan berbagai layanan penting bagi masyarakat setempat – mulai dari klub pemuda dan ruang yang hangat hingga bank makanan, yang terbuka untuk semua yang membutuhkan,” ungkap Sekretaris Jenderal MCB, Zara Mohammed, dalam acara peluncuran. Zara menambahkan, melalui Visit My Mosque ini diharapkan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat dapat terhubung dengan masjid dan komunitas Muslim setempat, mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan fungsi masjid, serta menjalin persahabatan yang langgeng. Dia berharap Visit My Mosque bertujuan untuk bersatu demi kebaikan bersama. “Masjid, Bagian Penting dari Sejarah InggrisMasjid telah menjadi bagian integral dari struktur Inggris, yang mencerminkan identitas multi-agama dan keragaman budaya yang telah lama ada di negara ini,” lanjutnya. Di antara masjid yang berpartisipasi adalah masjid pertama di Inggris, Abdullah Quilliam Society dan masjid pertama yang dibangun khusus di Inggris, Masjid Shah Jahan di Woking. Selain itu, Cambridge Central Mosque yang terkenal sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Eropa juga akan dibuka, yang telah mendapatkan penghargaan RIBA Awards 2021. Kunjungan ini akan memungkinkan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk belajar lebih banyak tentang sejarah masjid dan komunitas Muslim setempat. “Ini adalah inisiatif penting. Saya menantikan pencapaian tonggak sejarah 10 tahun dan saya juga menantikan 250+ (Masjid yang berpartisipasi) berubah menjadi 1000. Visit My Mosque adalah skema yang sangat penting, dalam hal pengembangan dan kepemimpinan yang patut dipuji oleh MCB,” kata Naz Shah MP, pada acara peluncuran Visit My Mosque 2023. Pada acara tersebut, Harriet Crabtree, Direktur Eksekutif Interfaith Network for the UK (IFNET), membeberkan kegembiraan nya. Kesempatan bagi orang-orang dari berbagai agama dan kepercayaan untuk mengalami dan belajar tentang tempat ibadah orang lain dan membuat hubungan yang positif sangat penting. (nia/AP) Baca juga :

Read More

Ketika Perusahaan Asuransi Syariah Sudah Berkembang di Inggris

London — 1miliarsantri.net : Masyarakat muslim di Inggris memang bisa dibilang minoritas. Namun geliat kehidupan berislam di negara tersebut kian berkembang. Saat ini bukan hanya sektor makanan halal yang mengalami banyak perkembangan, asuransi syariah pun sudah ada. Mengutip Islam Channel, asuransi adalah salah satu masalah pelik bagi umat Islam. Sulit untuk menavigasi dunia Barat tanpa mengambil asuransi. Sebagian besar ulama sepakat bahwa asuransi konvensional tidak sesuai dengan syariah karena mengandung dua unsur utama yang dilarang dalam Islam, yaitu riba (bunga atau riba) dan gharar (ketidakjelasan atau ketidakpastian). Namun, ada alternatif halal yang sudah lama ada dan dapat digunakan oleh umat Islam, takaful. Takaful adalah sistem asuransi yang sesuai dengan Syariah yang didasarkan pada kerja sama, bantuan, dan berbagi risiko. Sistem ini telah ada dalam bentuknya yang modern selama lebih dari 40 tahun. Pasar takaful mencapai $30 miliar pada tahun 2022, didorong oleh negara-negara Muslim seperti Turki, Iran, Arab Saudi, dan Asia Tenggara. Namun, tidak ada layanan yang setara di Barat, meskipun populasi Muslim terus bertambah. Satu organisasi berharap dapat mengubah hal itu dengan memperkenalkan asuransi takaful ke pasar Inggris. Perusahaan ini bernama Takaful Ltd. dan dipimpin oleh CEO Islam Channel, Mohamed Harrath. Saat ini, perusahaan ini sedang mengumpulkan pendapat dari umat Islam tentang asuransi halal untuk membantu menghadirkan solusi tersebut ke pasar. “Survei ini penting karena kami ingin mendukung proyek ini dengan dukungan dari masyarakat,” ujar Mohamed, CEO Takaful. Saat ini Takaful sedang berdiskusi dengan para regulator (Bank of England dan Financial Conduct Authority) untuk mendapatkan otorisasi, yang akan memungkinkan mereka untuk membawa produk ini ke pasar tahun depan. “Survei ini akan menjadi cara yang baik untuk memahami kebutuhan umat Islam di Inggris dan juga menunjukkan kepada para regulator tentang permintaan akan solusi tersebut,” tambah Mohamed. Permintaan Takaful di InggrisUmat Islam memilih asuransi konvensional karena tidak ada pilihan halal yang tersedia – dan organisasi ini ingin mengubah status quo tersebut. “Asuransi digunakan dalam banyak aspek kehidupan kita, mulai dari kendaraan bermotor hingga properti dan bisnis. Sementara beberapa orang memandangnya sebagai sesuatu yang bermasalah secara Islam, banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang haram. Umumnya, umat Islam mengikuti panduan para ulama dalam hal seperti ini, yang memandangnya haram,” ungkap Mohamed. Pada 1985, Dewan Besar Ulama Islam dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyatakan bahwa asuransi konvensional tidak sesuai dengan Syariah. Hal ini juga secara resmi mengizinkan takaful sebagai alternatif Islam untuk asuransi tradisional. “Kami memiliki alternatif yang ada dan berfungsi dengan sangat baik di banyak negara Muslim. Jadi langkah selanjutnya yang wajar adalah mengatakan mengapa kita tidak memilikinya di Inggris, di mana kita memiliki populasi Muslim yang besar dan terus bertambah?” Penelitian oleh Pew memprediksi bahwa pangsa populasi Muslim di Inggris dan Wales akan mencapai 16,7% pada tahun 2050. Menurut Sensus 2021, Muslim di Inggris dan Wales mencapai 6,5% dari populasi. Total pendapatan premi pasar asuransi di Inggris adalah £230 miliar, sehingga potensi pangsa pasar Muslim adalah sekitar £15 miliar (berdasarkan 6,5% populasi). Industri keuangan syariah global telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir – dan Inggris adalah salah satu pemimpin dalam industri ini di luar dunia Muslim. Mengingat posisi Inggris dalam hal keuangan Islam, Mohamed tidak melihat alasan mengapa Inggris tidak dapat menjadi negara pertama di dunia Barat yang menawarkan takaful kepada warganya yang beragama Islam: “Asuransi dianggap haram, tetapi ada alternatif halal yang sudah mapan. Sebagai sebuah komunitas, kita bisa menuntut dan menciptakan pilihan halal untuk kebutuhan keuangan kita di Inggris – dan itulah yang kami harapkan dapat membantu pekerjaan kami.” Para nasabah (pemegang polis) bisnis Takaful setuju untuk menggabungkan kontribusi mereka dan membagi tanggung jawab masing-masing pemegang polis. Seperti halnya asuransi reksadana, para pemegang polis berbagi risiko asuransi dan keuntungan dan kerugian dari bisnis Takaful (risiko tidak dialihkan seperti yang terjadi pada perusahaan asuransi konvensional). Dana harus diinvestasikan pada aset yang sesuai dengan Syariah (misalnya investasi tidak dapat dilakukan pada aset yang membayar bunga atau yang dianggap haram, seperti tembakau, alkohol, perjudian, dll.) (syn/AP) Baca juga :

Read More

World Halal Food Festival Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan Pecinta Kuliner Dunia

London — 1miliarsantri.net : Perkembangan masyarakat muslim di Inggris terus mengalami peningkatan. Bukan hanya dari sektor rumah ibadah saja, tapi sudah merambah ke sektor kuliner. Tepatnya 23-24 September 2023 nanti, World Halal Food Festival kembali digelar di Stadion London, Queen Elizabeth Olympic Park, Inggris. Festival tersebut kini memasuki tahun kedelapan, dimana perayaan kuliner halal yang luar biasa ini menjanjikan kemeriahan yang luar biasa bagi para penggemar makanan dari seluruh dunia. Sebelumnya dikenal sebagai London Halal Food Festival, acara tahunan ini terus berkembang dalam skala dan popularitas. Dalam perhelatan acara akhir pekan ini nantinya direncanakan menyambut ribuan penggemar makanan halal, menawarkan berbagai hidangan halal internasional yang menggugah selera dan kesempatan untuk menikmati pengalaman berbelanja yang menyenangkan sepanjang akhir pekan. Diselenggarakan dan dikelola oleh Algebra Festivals, tim di balik beberapa acara konsumen Muslim yang paling penting di dunia, termasuk London Muslim Shopping Festival dan London Eid Festival, acara ini memiliki rekam jejak yang telah terbukti dalam menarik ribuan pengunjung yang beragam dan antusias. World Halal Food Festival dengan bangga memiliki Kepolisian Metropolitan London sebagai mitra komunitas mereka, dengan Western Union dan Asosiasi Perdagangan Islam Inggris sebagai mitra bersama, serta Tariq Halal Meats sebagai sponsor utama mereka. Waleed Jahangir, Managing Director, Algebra Festivals, mengungkapkan kegembiraannya, dengan menyatakan: “Festival Makanan Halal Dunia adalah kesempatan bagi anggota dari semua komunitas untuk datang dan merasakan cita rasa dunia dalam satu atap bersama keluarga dan teman-teman.” Sementara itu, Graham Gilmore, CEO, London Stadium, menyambut baik kembalinya festival ini ke tempat yang ikonik ini, dengan mengatakan: “Tempat kami sangat cocok untuk acara ini, yang menyatukan makanan, musik, dan budaya komunitas Muslim untuk dinikmati oleh semua orang di jantung kota London Timur.” Pencinta kuliner dapat menyaksikan demonstrasi memasak langsung oleh koki selebriti terkenal di dunia di Tariq Halal Cookery Theatre, pertunjukan menawan dari para seniman berbakat di panggung utama, serta kompetisi Halal Eat-Off yang penuh semangat dan sering kali kocak. Penawaran festival yang diperluas meliputi Zona Anak, Zona Pencuci Mulut, VIP Lounge, dan masih banyak lagi, memastikan festival ini menjadi acara yang tak terlupakan bagi keluarga. Dipandu oleh selebriti “Cooking With the Stars”, Shelina Permalloo, festival ini akan menampilkan demonstrasi memasak secara langsung oleh para bintang kuliner seperti Ali Rehman, blogger makanan internasional ternama, dan Omar Foster, runner-up kompetisi MasterChef tahun ini. Menambah keseruan, produser musik pemenang penghargaan Naughty Boy akan memperkenalkan “Naughty Boy Kitchen” miliknya yang terkenal ke World Halal Food Festival untuk pertama kalinya. Inklusivitas festival ini terlihat jelas karena festival ini menyambut semua orang, baik yang hanya makan makanan halal atau yang hanya ingin menikmati hidangan yang luar biasa. (may/AP) Baca juga :

Read More

Sejarah dan Faktor Penyebab Yahudi dan Maroko Bersatu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada istilah pepatah lama Maroko yang menyinggung soal keberadaan orang Yahudi di Maroko, yaitu, “Pasar tanpa orang Yahudi ibarat pasar tanpa saksi.” Hal itu mengacu pada kehadiran orang Yahudi di bidang komersial dan ekonomi di Maroko berdasarkan keterlibatan mereka dalam perdagangan dan praktik di berbagai kerajinan dan profesi. Kehadiran Yahudi di Maroko sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu, dan hingga pertengahan abad ke-20. Mereka merupakan elemen penting dalam komposisi etnis, sosial dan agama di sejumlah kota dan desa. Sekaligus merupakan komponen utama dari keragaman budaya dan warisan spiritual mereka. Kedatangan orang Yahudi ke Maroko dimulai pada masa protektorat Prancis di Maroko, di mana saat itu orang Yahudi bermigrasi ke negara tersebut dan ke sejumlah negara Eropa. Migrasi ini meningkat secara intensif setelah Perang 1967. Sehingga, dari total populasi warga Maroko, 1 persennya adalah orang Yahudi. Setiap tahun, migrasi orang Yahudi ke Maroko terus terjadi sehingga muncul interaksi antara Islam dan Yahudi di Maroko. Koeksistensi dan interaksi antara Yahudi dan Muslim di Maroko menyebabkan interpenetrasi budaya di berbagai bidang kehidupan sehari-hari. Seperti makanan, pakaian, musik, cerita rakyat, peribahasa, kepercayaan, praktik magis, dan bahkan penghormatan terhadap orang-orang suci atau wali di Maroko. Aspek-aspek tersebut telah meninggalkan jejak di Maroko hingga saat ini. (yus) Baca juga :

Read More