Israel Tembaki Warga Palestina Yang Kelaparan

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara Israel kembali menembaki orang-orang yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza pada Kamis (14/3/2024), menewaskan 20 orang dan melukai sedikitnya 155 orang lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, insiden tersebut terjadi di sekitar kawasan Bundaran Kuwait. Kantor berita resmi Palestina WAFA. mengonfirmasi puluhan orang tewas dan terluka. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa serangan itu menunjukkan niat Israel yang terencana untuk melakukan aksi pembantaian baru dan mengerikan. Proses evakuasi korban tewas dan luka-luka sedang berlangsung meski kondisi di wilayah itu cukup menantang. “Jumlah korban tewas bisa bertambah karena kondisi serius korban cedera yang kini dirawat di beberapa rumah sakit terdekat,” tambahnya. Israel meluncurkan perangnya di Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 31.300 warga Palestina dan mendorong wilayah itu ke ambang kelaparan. Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina tersebut, menyebabkan penduduknya, khususnya warga di Gaza utara, berada di ambang kelaparan. Perang tersebut juga telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut bahan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara sebagian besar infrastruktur daerah itu telah rusak atau hancur, menurut PBB. Israel dituding melakukan aksi genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam putusan sela pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil langkah untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Israel Kembali Serang Gudang Pusat Bantuan UNRWA

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel kembali serang gudang yang digunakan badan bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) sebagai pusat bantuan kemanusiaan di Rafah. Serangan ke kota paling selatan Jalur Gaza itu menimbulkan bertambahnya korban. Serangan-serangan itu digelar saat Israel berusaha membubarkan lembaga yang mengakui hak pengungsi Palestina yang tersebar di Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon dan Yordania untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan dan layanan lain. Dikutip dari Aljazirah, Jumat (15/3/2024) UNRWA mengatakan, sudah 157 fasilitas yang rusak dalam serangan Israel sejak perang Israel di Gaza pada awal Oktober tahun lalu meski fasilitas-fasilitas itu dilindungi hukum internasional. UNRWA menambahkan selain fasilitas, serangan-serangan itu sudah mengakibatkan meninggal 162 stafnya. Pada akhir Januari 2024, Israel menuduh 12 pegawai UNRWA terlibat dalam serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober lalu. Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB segera meluncurkan penyelidikan, dan 10 dari anggota staf yang dituduh ditangguhkan kontraknya. Sementara dua orang lainnya tewas kemungkinan besar dalam serangan Israel ke Gaza. Para penyelidik PBB belum menerima bukti apapun dari Israel untuk mendukung klaim tersebut. Namun, respon internasional sangat cepat, 16 donor menangguhkan dana mereka untuk badan tersebut. Penarikan dana dapat menimbulkan konsekuensi yang parah bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Di mana sudah puluhan anak meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi. Dalam pertemuan khusus Majelis Umum PBB, Komisaris Jenderal Philippe Lazzarini mengatakan “UNRWA menghadapi upaya yang disengaja dan terpadu untuk melemahkan operasinya, dan pada akhirnya mengakhirinya.” Pada Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam pertemuan di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa ia berusaha untuk menggantikan UNRWA. Badan PBB untuk pengungsi Palestina mengkonfirmasi salah satu gudang bantuannya di Gaza selatan “diserang” dan “sejumlah” orang terluka. Ia menambahkan “sejumlah orang terluka”. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya lima orang tewas dalam “pengeboman gudang” tersebut. “Kami dapat mengonfirmasi sebuah gudang atau pusat distribusi UNRWA di Rafah telah dihantam,” ucap juru bicara UNRWA Juliette Touma. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Israel Sandera 14 Orang Staf Bulan Sabit Merah Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel menyandera 14 staf Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dan hingga saat ini keberadaan mereka masih belum diketahui. Hal tersebut diungkap PRCS dalam cuitan nya media sosial X, Selasa (12/3/2024) lalu. “Israel masih menyandera 14 anggota PRCS, yang keberadaannya masih belum diketahui. Keluarga dan kolega sangat prihatin dengan keselamatan mereka lantaran ada laporan penyiksaan dan perlakuan tidak senonoh berdasarkan kesaksian dari sejumlah rekan yang telah dibebaskan,” tulis PRCS di media sosial X. PRCS meminta komunitas internasional untuk segera campur tangan dan menekan otoritas Israel agar membebaskan tim mereka yang ditahan. Pada 7 Oktober tahun lalu kelompok perlawanan Palestina Hamas meluncurkan serangan roket besar-besaran terhadap Israel dari Gaza sehingga menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 orang lainnya. Israel kemudian melakukan serangan balasan, memerintahkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza dan mulai melancarkan serangan darat ke daerah kantong Palestina tersebut dengan tujuan melenyapkan para petempur Hamas dan menyelamatkan para sandera. Hingga kini sedikitnya 31.100 orang di Jalur Gaza tewas terbunuh, menurut pemerintah setempat. Pada 24 November, Qatar menjadi mediator antara Israel dan Hamas dalam mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran tahanan dan sandera, juga pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Gencatan senjata kemudian diperpanjang beberapa kali sampai berakhir pada 1 Desember dan lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Awal Ramadhan Nasib Ribuan Tahanan Palestina, Dibuat Kelaparan dan Dilarang Ibadah

Gaza — 1miliarsantri.net : Salah satu organisasi Palestina menyebut awal Ramadhan ini, Israel membuat lebih dari 9.100 tahanan Palestina kelaparan di penjara mereka. Otoritas penjara Israel terus membuat lebih dari 9.100 tahanan kelaparan, termasuk wanita, anak-anak dan orang sakit. “Israel juga membatasi kebebasan mereka untuk menjalankan ritual keagamaan mereka,” ungkap salah satu organisasi LSM Palestina. Ketegangan yang terus meningkat di Tepi Barat yang diduduki di tengah serangan mematikan Israel di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada Oktober 2023. Menurut data Palestina, lebih dari 420 orang tewas, 4.600 orang terluka dan lebih dari 7.530 lainnya ditahan. “Kelaparan adalah kebijakan paling berbahaya yang dilakukan pendudukan Israel sejak 7 Oktober 2023, selain penyiksaan dan pelecehan,” ungkap Masyarakat Tahanan Palestina. Israel juga telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan. Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 31.100 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas dalam perang Israel di Gaza, dan lebih dari 72.700 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Serangan gencar Israel telah mendorong 85 persen penduduk Gaza ke dalam pengungsian di tengah blokade yang melumpuhkan sebagian besar makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Bukan Hanya Indonesia, Beberapa Negara Juga Mengalami Perbedaan Awal Ramadhan

Riyadh — 1miliarsantri.net : Tahun 2024 ini beberapa negara muslim berbeda dalam menetapkan 1 Ramadhan sebagai awal puasa. Di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah menetapkan 1 Ramadhan pada Senin, sementara negara Asia umumnya berpuasa mulai Selasa. Dilansir laman Aljazirah, para pejabat Saudi telah melihat bulan sabit dan mendeklarasikan Ramadhan bagi 1,8 miliar umat Islam di dunia. Pada Ahad (10/3/2024) malam, televisi pemerintah Saudi melaporkan Senin sebagai hari pertama puasa. Mengikuti Saudi, banyak negara Teluk Arab seperti Irak, Suriah dan Mesir juga menetapkan puasa pada hari Senin (11/3/2024). Namun, beberapa negara di Asia-Pasifik seperti Australia, Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura menyatakan belum berhasil melihat hilal pada Ahad. Mereka mengatakan akan memulai Ramadhan pada Selasa (12/3/2024). Oman yang terletak di ujung paling timur Semenanjung Arab juga mengumumkan Ramadhan pada Selasa. Begitu juga dengan Yordania yang berpuasa pertama pada Selasa. Di Iran menurut kantor berita pemerintah IRNA, Kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamaenei juga mengumumkan 1 Ramadhan akan dimulai pada Selasa. Penentuan 1 Ramadhan memang kerap kali berbeda-beda di setiap negara karena berbeda metode penentuan hilal. Ada beberapa yang melihat lebih awal ada pula yang lebih lambat. (dul) Baca juga :

Read More

Awal Ramadhan Yang Memilukan Bagi Warga Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Mufti Agung Yerusalem dan Palestina, Mohammad Hussein, menyatakan Senin (11/3/2024) menjadi hari pertama bulan suci Ramadhan di Palestina. Bombardir Israel, kehancuran masjid-masjid, dan kelaparan ekstrem merenggut yang seharusnya jadi momen kebahagiaan warga Palestina tersebut. Pada malam Ramadhan pertama, Sejumlah warga sipil Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan beberapa rumah di kamp pengungsi Nusseirat, yang terletak di Jalur Gaza tengah. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel menargetkan beberapa rumah warga sipil di kamp pengungsi, yang menyebabkan terbunuhnya beberapa orang dan melukai beberapa orang lainnya. Sebanyak 85 warga Palestina syahid dalam delapan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel selama 24 jam terakhir sebelum Ramadhan di Jalur Gaza. Sehingga, jumlah korban tewas yang terdokumentasi sejak pecahnya perang genosida Israel menjadi 31.045 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil tak berdosa. Sementara jumlah korban luka yang didokumentasikan sejak awal agresi telah meningkat menjadi 72.654 orang. Beberapa korban masih berada di bawah reruntuhan atau berserakan di jalanan, sementara pasukan Israel terus menghalangi kedatangan ambulans dan tim penyelamat. Oleh karena itu, angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Kelaparan juga masih mendera bernagai wilayah di Gaza. Sehari sebelum Ramadhan, seorang perempuan dan seorang bayi lima bulan syahid di utara Gaza akibat malnutrisi dan dehidrasi. Total 25 warga Gaza syahid akibat kelaparan di Gaza. Pasukan penjajah Israel pada Ahad malam juga menghalangi masuknya ratusan jamaah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur untuk melaksanakan shalat Tarawih. Saksi mata mengatakan bahwa pasukan pendudukan menahan warga di gerbang Masjid al-Aqsa dan menghalangi akses mereka ke sana. Mereka menambahkan bahwa pendudukan memberlakukan pembatasan terhadap laki-laki muda memasuki al-Aqsa untuk melakukan Tarawih, dan mengizinkan perempuan berusia 40 tahun untuk masuk. Patut dicatat bahwa pasukan pendudukan telah melakukan pengepungan ketat terhadap Masjid al-Aqsa selama lima bulan dan melarang masuk ke dalamnya. Mereka juga mengeluarkan lusinan perintah deportasi terhadap warga Yerusalem untuk mencegah mereka melaksanakan shalat selama bulan suci Ramadhan. Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan Ramadhan di Jalur Gaza tahun ini “tidak seperti bulan suci tahun-tahun sebelumnya atau di mana pun di dunia”, terutama mengingat hancurnya seluruh aspek kehidupan di Jalur Gaza, termasuk para korban jiwa dan ragusan masjid. Ramadhan, kata lembaga tersebut dalam sebuah pernyataan, telah tiba ketika “warga Palestina menderita kekurangan dan kelangkaan makanan dan air minum selama lebih dari lima bulan berturut-turut”. Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan harapannya agar rakyat Palestina dapat mencapai harapannya akan kebebasan dan kemerdekaan, berdirinya negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Ia juga mengharapkan bulan Ramadhan disertai dengan penghentian agresi, pembunuhan, pengungsian dan kelaparan terhadap rakyat Palestina serta penodaan terhadap kesucian rumah ibadah mereka. “Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memberikan keamanan dan perdamaian kepada Palestina dan seluruh dunia, mendoakan rahmat Yang Maha Kuasa bagi para syuhada, kesembuhan bagi yang terluka, dan kebebasan bagi para tawanan heroik kita,” ungkap Presiden. Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud meminta komunitas internasional “untuk memikul tanggung jawabnya” untuk mengakhiri pembantaian warga Palestina, dan “menyediakan koridor kemanusiaan yang aman”. “Sangat menyedihkan bagi kami bahwa bulan Ramadhan datang tahun ini di tengah serangan yang dialami saudara-saudara kami di Palestina,” katanya dalam pidato yang dibacakan atas namanya oleh Menteri Media Saudi Salman Al-Dosari untuk menandai dimulainya bulan suci umat Islam. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Lakukan Tarawih 13 Rakaat Termasuk Witir

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Kerajaan Arab Saudi mengumumkan shalat tawarih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Ramadhan 2024 ini berjumlah 10 rakaat serta 3 witir. “Jumlah rakaat Tarawih di dua masjid suci akan terdiri dari 5 taslim yang dilanjutkan dengan salat Witir. 10 rakaat (Tarawih) dan 3 rakaat Witir,” lapor Inside the Haramain (Haramain Sharifain) dalam media sosial X-nya, Senin (4/3/2024). Melansir Islamic Information, Ahad (10/3/2024), shalat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dimulai pada pukul 20.00 dan berakhir pada pukul 22.00 waktu setempat. Presidensi umum juga mengungkapkan adanya pembatasan untuk jamaah tarawih yaitu mereka yang sudah divaksin. Selain itu, pihak masjid juga mengumumkan imam shalat tarawih di Masjidil Haram selama Ramadhan. Disebutkan ada empat imam yang akan memimpin shalat tarawih, yaitu Syekh Abdur Rahman Al Sudais, Syekh Abdullah Awad Al Juhany, Syekh Maher Al Muaiqly, dan Syekh Bandar Baleelah. Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al Sudais akan berpasangan dengan Syekh Juhany. Arab Saudi diperkirakan akan memulai 1 Ramadhan pada 11 maret 2024. Dalam laporan Gulf News, mayoritas negara-negara Islam diprediksi akan melihat hilal pada Ahad, 10 Maret 2024. Mahkamah Agung Kerajaan meminta masyarakat untuk ikut memantau penampakan hilal dan melaporkannya kepada otoritas setempat jika melihatnya. Arab Saudi akan melakukan pemantauan hilal menggunakan mata telanjang dan alat bantu. Di samping itu, otoritas setempat juga melakukan perhitungan secara astronomis atau hisab dalam menentukan awal puasa Ramadan 2024. (dul) Baca juga :

Read More

Bayi di Gaza Terpaksa Pakai Popok Kotor Berkali-kali Karena Mahal dan Susah Dicari

Gaza — 1miliarsantri.net : Pada beberapa malam yang dingin tiga pekan yang lalu Aida al-Baawi bergegas keluar dari tendanya menuju Rumah Sakit Syahid AL Aqsa untuk melahirkan putrinya. Proses kelahirannya sulit karena kurangnya tenaga medis untuk merawatnya dan tidak cukup anestesi untuk menutupi rasa sakit saat menerima jahitan. Putrinya lahir dengan sehat tapi perempuan 29 tahun itu menghadapi kesulitan baru. Ia kesulitan mencari kebutuhan dasar yang banyak ibu di tempat lain dapatkan dengan mudah, yaitu popok. Seperti kebanyakan ibu di Gaza bagi al-Baawi mendapatkan popok menjadi sangat menantang. Terutama karena kelangkaan yang disebabkan pengepungan Israel menaikan harga barang-barang. “Setiap hari adalah kesulitan untuk mendapatkan popok untuk bayi perempuan saya, terutama dengan anak lain yang masih membutuhkannya,” ungkap ibu empat anak ini, Sabtu (9/3/2024). Sebelum perang harga dua bungkus popok di bawah 10 dolar AS. Bayangkan perlu 75 sampai 80 dolar AS untuk popok, apakah ini situasi berkelanjutan. Kini ia beralih ke solusi lain. Terkadang ia mendatangi tempat perawatan bayi dekat rumah sakit, berharap mereka memiliki sisa popok. Terkadang ia mengeringkan popok di bawah matahari dengan harapan dapat digunakan lagi meski ada kemungkinan berdampak buruk bagi kebersihan. Terkadang ia terpaksa membiarkan bayinya menggunakan popok kotor sampai ia mendapatkan yang baru. Hal ini tentu berdampak buruk pada kulit bayi. Namun setiap sen yang ia habiskan untuk popok maka berkurang uang yang dibutuhkan untuk membeli kebutuhan lain. “Bila popok ini mahal, bagaimana saya bisa membeli pasokan lain? Anak-anak saya dan baru makan satu kali sejak kemarin sore,” katanya. Popok bukan satu-satunya kebutuhan dasar yang menjadi barang langka. Susu formula juga menjadi sangat mahal. Nariman Abu al-Saud melahirkan putrinya pada 9 Oktober lalu. Dua hari setelah perang Israel di Gaza dimulai. “Di harga saat ini, saya bahkan tidak bisa membeli makanan untuk anak-anak saya, bayi perempuan saya mengalami infeksi kulit parah karena saya tidak bisa mendapatkan popok, bahkan tidak ada susu formula, menyediakan susu dan popok menjadi neraka bagi kami,” lanjutnya. Dia menambahkan, Perang ini adalah perang pada anak-anak kami dan nyawa mereka, Apa yang mereka lakukan hingga harus menanggung kondisi seperti itu? Mayoritas penduduk Gaza menjadi pengungsi dan sangat membutuhkan bantuan. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sudah 20 orang di kantong pemukiman itu meninggal dunia akibat malnutrisi dan dehidrasi. Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan Israel harus mengizinkan akses jalan ke Gaza utara untuk menghindari kelaparan, mereka menekankan betapa buruknya situasi di daerah itu. Masyarakat didorong untuk mencari alternatif selain popok yang langka. Pabrik setempat memproduksi pengganti popok dengan menggunakan bahan-bahan mentah seperti kertas tisu, kapas medis, kain dan nilon. Pekerja pembuat popok, Yousef Darwish menjelaskan harga popok alternatif ini serupa dengan harga popok biasa sebelum perang. “Ada banyak permintaan dari keluarga-keluarga meskipun popok ini tidak sebagus popok yang lain dan tidak dibuat sesuai dengan spesifikasi kesehatan,” beber Darwish. Tetapi menurut Darwish, alternatif ini pun mungkin tidak akan bertahan lama karena bahan bakunya semakin menipis. “Kami menipiskan persediaan yang ada, dan dengan penutupan perbatasan sejak pecahnya perang, sumber daya ini hampir habis,” katanya mengacu pada pembatasan ketat masuknya bantuan ke Gaza yang diberlakukan Israel. Dari awal di Gaza pihaknya selalu mencari solusi. Namun, berapa lama lagi para ibu dan anak-anak dapat bertahan dengan kelangkaan dan kenaikan harga popok? Situasinya sudah tak tertahankan. Shaima Shinar, yang melahirkan anak pertamanya selama perang, juga harus beralih ke alternatif lain. Ibu mertuanya memotong-motong pakaian untuk dijadikan popok. “Saya tidak punya pilihan. Tidak mudah karena bahannya tidak nyaman, menyebabkan iritasi dan lecet pada kulit, saya juga harus mencucinya terus-menerus. Seperti yang Anda lihat, kami tinggal di tenda dan tidak ada air,” imbuh Shinar. Shinar melarikan diri dari Kota Gaza ke Deir el-Balah untuk menghindari pertempuran. Dia melakukan kunjungan singkat ke Mesir dua pekan sebelum konflik dimulai, tanpa mengetahui waktu kepulangannya akan menjadi bencana bagi dirinya dan anaknya yang saat itu belum lahir. “Saya tidak pernah membayangkan dalam hidup saya, anak saya akan lahir dalam kondisi seperti itu, bagaimana mungkin saya tidak bisa menyediakan popok untuk anak saya? Tidak bisa menaruhnya di tempat tidur yang bersih dan tempat yang bersih, bukan di tenda yang dingin ini?” Anak saya menderita dalam segala hal, saat ini, ia sedang pilek dan saya tidak bisa membeli obat, dan tidak ada pakaian atau popok,” tambahnya. Ibu baru ini menjelaskan ia sering mengembara dari satu lembaga ke lembaga lain untuk mencari bantuan, tetapi tidak berhasil. “Kemarin, bayi saya kehabisan susu. Saya pergi ke salah satu tenda untuk mendapatkan dua sendok susu untuk memuaskan rasa laparnya. Kami, orang dewasa, bisa menanggungnya, tapi bagaimana dengan anak-anak?” tutupnya. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Gencatan Senjata Menemui Jalan Buntu, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

Gaza — 1miliarsantri.net : Perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas bisa dikatakan mentok alias menemui jalan buntu. Hal ini bisa membuat krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Negosiator dari Hamas, Qatar dan Mesir mencoba mencapai gencatan senjata selama 40 hari sebelum bulan suci Ramadhan yang dimulai awal pekan depan. Namun, negosiasi belum mencapai titik temu. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Hamas untuk menerima penawaran dalam perundingan. Ia mengklaim Israel kooperatif dan sudah ada “tawaran rasional” dalam gencatan senjata dalam pertukaran pembebasan sandera. “Kini kesepakatan sepenuhnya ada di tangan Hamas,” ucap Biden, Jumat (8/3/2024). Ia memperingatkan “sangat berbahaya” pertempuran berlanjut sampai Ramadhan. Israel tidak menghadiri perundingan yang digelar di Kairo, Mesir. Sementara Hamas berjanji untuk terus berpartisipasi dalam perundingan tersebut. Pejabat Hamas menegaskan sebelum para sandera dapat dibebaskan, gencatan senjata sudah harus dilakukan, pasukan Israel harus meninggalkan Gaza dan semua warga Gaza yang terpaksa mengungsi dapat kembali pulang ke rumahnya. “Kami menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan untuk mencapai penghentian agresi yang komprehensif terhadap rakyat kami, tetapi penjajah masih menghindari hak-hak dari perjanjian ini,” kata Hamas dalam pernyataannya. Sebelumnya sumber mengatakan Israel menjauh dari perundingan Kairo karena Hamas menolak untuk memberikan daftar sandera yang masih hidup. Hamas mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa gencatan senjata karena para sandera tersebar di seluruh zona perang. Pasukan Israel, yang memulai serangan mereka di Gaza setelah serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober, terus membombardir daerah kantong Palestina itu sejak pembicaraan di Kairo dimulai pada hari Ahad (3/3/2024), dan situasi kemanusiaan yang mengerikan di daerah padat penduduk itu semakin memburuk. “Setiap hari kami kehilangan puluhan syahid. Kami ingin gencatan senjata sekarang,” kata Shaban Abdel-Raouf, seorang teknisi listrik Palestina dan ayah lima anak dari Kota Gaza, yang sekarang berada di kota selatan Khan Younis. Para pejabat kesehatan di Gaza mengatakan jumlah korban tewas dalam serangan Israel kini telah melampaui 30.700 orang. (zul) Baca juga :

Read More

Tenda Jamaah Indonesia Kini Dilengkapi Tempat Penyimpanan Air Cadangan

Mina — 1miliarsantri.net : Pelayanan kepada jamaah haji Indonesia tahun ini terlihat adanya perubahan semakin baik. Di antaranya tenda jamaah haji di Mina dilengkapi dengan tempat penyimpanan air cadangan. Pihak Saudi menyiapkan ini untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan air saat puncak haji. Pada musim Haji 1444 H/2023 M lalu sempat diwarnai dengan keterlambatan pasokan air di beberapa tenda jamaah. Sebagai langkah mitigasi, pihak Saudi tahun ini menyiapkan tempat penyimpanan air cadangan. “Hari ini kami meninjau tenda yang akan ditempati jamaah haji Indonesia pada operasional 1445 H/2024 M. Kita lihat pihak Saudi sedang siapkan tempat penyimpanan air cadangan untuk para jamaah haji Indonesia. Tempat penyimpanan air cadangan itu berupa tabung-tabung besar yang ditanam pada sejumlah area di sekitar tenda jamaah haji Indonesia di Mina,” terang Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji dan Umrah Ramadan Harisman di Mina, dikutip Kamis (7/3/2024). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kasubdit Siskohat Hasan Afandi, Katim Teknologi dan Sistem Infornasi Irfan Sembiring, serta perwakilan dari Syarikah. Ramadan menjelaskan bahwa jamaah haji Indonesia tahun ini diperkirakan tidak ada yang menempati tenda di Mina Jadid. Sebab, semuanya sedang diupayakan agar bisa menempati tenda di wilayah Mina. Selain tenda jamaah, Ramadan bersama delegasi Indonesia dalam kesempatan itu juga meninjau posko misi haji Indonesia di Mina. Lokasi tenda posko ini cukup strategis karena mudah diakses oleh kendaraan roda empat. “Sehingga, diharapkan akan memudahkan proses evakuasi dan mobilitas layanan jamaah,” lanjut Ramadan. Menurut Ramadan, pihak Saudi masih terus melakukan persiapan. Selain tempat air cadangan, sejumlah tenda Mina juga sudah direnovasi. “Ada sekitar 13 maktab yang tendanya sudah menggunakan dinding gypsum board dan ac split. Ini bagian dari peningkatan layanan. Semoga pada saatnya nanti semua sudah direnovasi. Kita juga cek jalur taradudi atau shuttle bus jamaah haji Indonesia, dari Makkah menuju Arafah, lalu ke Muzdalifah dan Mina hingga kembali lagi ke hotel di Makkah,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More