Yahudi Israel Siapkan Ritual Sapi Merah Untuk Menggempur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Kisah mengenai sapi merah kembali mengemuka di tengah perang genosida Israel yang masih berkecamuk di Gaza. Para rabi senior Yahudi mengumumkan bahwa Temple Institute Israel akan mengadakan konferensi untuk membahas persiapan keagamaan terkait penyelenggaraan ritual penyembelihan Sapi merah. Konferensi ini, menurut kepercayaan agama Yahudi, bertujuan untuk menyucikan ribuan orang Yahudi dari najis orang mati. Konferensi penyembelihan sapi merah ini dilakukan setelah lima ekor sapi tersebut mencapai usia yang disyaratkan untuk proses penyucian, yaitu dua tahun. Mereka meyakini bahwa ritual penyucian dengan menyembelih dan membakar lima ekor sapi merah dapat membuka jalan bagi ratusan ribu umat Yahudi untuk menyerbu Masjid Al Aqsa. Artinya, mereka belum bisa menyerbu Masjid Al Aqsa hingga saat ini karena patuh terhadap larangan resmi para rabi Yahudi. Dalam kepercayaan ini juga, begitu sapi merah muncul, maka di saat itulah waktu datangnya juru selamat dan dimulainya pembangunan Kuil Ketiga di atas reruntuhan Masjid Al Aqsa. Kemudian umat Yahudi pun memasukinya. Februari 2024 lalu, ketika Israel memporak-porandakan Gaza, Temple Institute mengeluarkan iklan pengumuman yang meminta para pendeta Yahudi (Kohen) untuk melatih banyak relawan pada ritual penyucian dengan sapi merah. Bahkan telah ditetapkan syarat-syarat khusus bagi para relawan tersebut. Ritual ini dilakukan di sebidang tanah yang sebelumnya dirampas oleh kelompok Yahudi untuk tujuan penyembelihan sapi merah di Bukit Zaitun yang ada di seberang Masjid Al Aqsa. Namun pertanyaannya kemudian, dari mana awal mula munculnya klaim penyembelihan sapi merah ini? Sapi Merah adalah salah satu kepercayaan Yahudi yang diam-diam dikembangkan oleh kaum ekstremis Yahudi, sebagai persiapan untuk penghancuran Masjid Al Aqsa. Kelahiran sapi merah dalam agama Yahudi berawal dari kepercayaan orang Yahudi pada 2000 tahun lalu di era Kerajaan Pertama dan Kedua. Saat itu, berdasarkan klaim Yahudi, abu sapi muda berwarna merah disembelih pada tahun ketiga, lalu darahnya dicampur air, dan digunakan untuk menyucikan orang-orang Yahudi. Dalam kepercayaan orang-orang Yahudi, seekor sapi merah dahulu pernah disembelih pada masa Kuil Pertama. Kemudian pada masa Kuil Kedua, ada delapan ekor sapi merah yang disembelih. Kini mereka sedang mempersiapkan dimulainya Kuil Ketiga yang erat kaitannya dengan kelahiran sapi merah kesepuluh, yang menurut Temple Institute, sudah lahir pada 2018 lalu. Menurut klaim Yahudi, segera setelah sapi itu muncul, juru selamat akan turun, yang diikuti akhir zaman. Sapi merah dalam bahasa Ibrani berarti “bara aduma”, dan sapi tersebut adalah sapi betina. Orang-orang Yahudi menunggu sapi tersebut agar kemudian bisa menghancurkan Masjid Al Aqsa dan membangun Kuil Ketiga. Sapi merah betina ini memiliki bulu berwarna merah sempurna, tidak pernah bunting, tidak pernah diperah, dan tidak pernah diikatkan tali dilehernya. Juga lahir secara alami dan dibesarkan di tempat yang disebut sebagai Tanah Israel. Patut dicatat bahwa tanggal yang tercatat dalam kitab suci agama kelompok ini untuk menyembelih sapi merah dan menyucikan diri dengan abunya adalah hari kedua bulan Ibrani Nisan, yang tahun ini jatuh pada 10 April 2024 mendatang. Ini diperkirakan akan berbarengan dengan hari Idul Fitri. Kelompok ekstremis Kuil mengandalkan fakta bahwa mengadakan ritual penyucian dengan Sapi Merah dapat membuka jalan bagi ratusan ribu umat Yahudi yang religius untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa. Jika hal ini terjadi, maka akan membuka jalan untuk melipatgandakan bahaya yang dihadapi Al-Aqsa dan melipatgandakan jumlah orang yang menyerbu dan melaksanakan ritual di sana. Lima sapi merah adalah salah satu kepercayaan Yahudi yang diam-diam dilakukan oleh kaum ekstremis Yahudi baru-baru ini, demi membuka jalan bagi pembongkaran Masjid Al-Aqsa. Menurut klaim Yahudi, segera setelah sapi itu muncul, waktu yang disebut “Juruselamat/sang Mesiah” akan tiba. Sapi merah dalam bahasa Ibrani “Bara Aduma” adalah sapi yang ditunggu-tunggu oleh umat Yahudi untuk merobohkan Masjid Al Aqsa dan membangun Kuil Ketiga. Kepala Rabi Israel melarang umat Yahudi memasuki Masjid Al Aqsa sebelum menyucikan diri menggunakan abu dari sapi merah. Itulah sebabnya umat Yahudi menunggu-nunggu kelahiran sapi merah untuk bisa masuk ke dalam Masjid Al Aqsa. Namun, sapi merah yang mereka tunggu-tunggu harus lahir dalam keadaan yang bebas dari kecacatan, tidak memiliki aib, dan hal-hal yang buruk. Juru bicara Kegubernuran Yerusalem, Marouf Al-Rifai mengatakan, hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa sapi-sapi tersebut sah secara hukum untuk mulai digunakan dalam langkah-langkah praktis, dan pemantauan masih terus dilakukan. Dia menyampaikan bahwa “kemerahan” pada sapi-sapi tersebut lebih baik dibandingkan setahun yang lalu, dan tampaknya alasannya adalah karena guncangan yang dialami sapi-sapi tersebut selama transportasi udara ke Israel, selain itu terhadap perbedaan kondisi iklim antara Amerika dan Israel. “Sapi-sapi ini berganti bulu setiap enam bulan sekali, yang berarti ada peluang tambahan bagi mereka untuk kembali ditumbuhi bulu merah. Ini juga berarti perlunya diskusi dan tindak lanjut setidaknya selama 12 bulan, sebelum beralih ke tahapan dan prosedur praktis,” jelas dia. Al-Rifai menambahkan, proyek “Pencarian Sapi Merah” dipimpin oleh dua organisasi sayap kanan ekstremis. Pertama, Organisasi Boneh Israel, yang mencakup kelompok Kristen evangelis dan tokoh pemukim sayap kanan ekstremis, yang dipimpin oleh “Tzachi Mamo,” yang juga dikenal karena aktivitas kolonial Yahudinya di lingkungan Palestina di Yerusalem Timur, khususnya di lingkungan Sheikh Jarrah. Adapun organisasi kedua, menurut Al-Rifai, disebut “Institut Kuil” dan dipimpin oleh Rabi Yisrael Ariel yang rasis, yang merupakan pengikut gerakan ekstremis “Kach”, yang dilarang bahkan menurut hukum Israel. Rabi Ariel dianggap sebagai salah satu orang yang dekat dengan ekstremis sayap kanan Itamar Ben Gvir, yang menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional di pemerintahan Benjamin Netanyahu. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Mencari Makan di Gaza Sama Hal nya Dengan Memberikan Nyawa Kepada Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang penduduk Gaza, Omar Deeb hampir terhantam tembakan tank Israel saat mencari makanan di Gaza. Ia melihat orang-orang di sekitar tewas ketika ia kembali keluar untuk mencari makanan bagi keluarganya. Namun seperti banyak orang di Gaza ia dapat segera menghadapi kelaparan bila ia tidak melakukan perjalanan dalam apa yang ia sebut “misi kematian”. Ommar mempertaruhkan nyawanya demi memberi makan enam anaknya yang kini tinggal di tempat penampung di dalam sebuah sekolah. “Bila saya pergi, kami makan. Bila saya tidak pergi, kami tidak makan,” ungkap Deeb yang tinggal di Kota Gaza, Kamis (4/4/2024). Pihak berwenang kesehatan Gaza mengatakan, mengamankan bantuan menjadi persoalan hidup dan aman di Gaza yang dibombardir Israel selama enam bulan terakhir. Serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 32 ribu orang Palestina dan melukai lebih dari 75 ribu lainnya. PBB memperingatkan kelaparan dapat segera terjadi di Gaza. Badan dunia itu juga mengeluhkan sulitnya mengirimkan bantuan dan mendistribusikan ke seluruh Gaza karena pembatasan yang diberlakukan Israel. Amerika Serikat (AS) juga memperkirakan kelaparan dapat segera terjadi. Deeb belum sepenuhnya pulih dari luka akibat serpihan gedung yang meledak menghantamnya ketika ia mencoba mengambil tepung dari truk bantuan yang masuk ke Gaza utara. Ia juga hampir dua kali tewas, pertama pada 29 Februari lalu ketika kementerian kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 100 orang yang mencoba mengambil bantuan dibunuh Israel. Israel berdalih dengan mengatakan orang-orang itu tewas terlindas truk yang membawa bantuan. Deeb mengatakan peristiwa kedua ia hampir tewas terjadi pada 23 Maret lalu ketika Israel melepaskan tembakan ke titik jatuhnya bantuan yang dikirim lewat udara di bundaran Kuwait. Ia mengatakan, beberapa orang di sekitarnya tewas, sebagian besar anggota badan yang terdiri dari klan keluarga tradisional dan faksi untuk mengamankan bantuan yang dikenal sebagai Popular Committees. “Setiap kali saya pergi rasanya seperti terakhir kali saya pergi. Karena itu saya menyampaikan salam perpisahan pada istri dan anak-anak saya. Saya meminta maaf pada istri saya, pada anak-anak saya,” lanjut Deeb. Putra Deeb yang berusia lima tahun tewas dalam serangan udara yang mengenai rumahnya pada bulan Desember lalu. Militer Israel tidak menanggapi permintaan komentar tentang membahayakan pencari bantuan. Pada 23 Maret lalu militer Israel mengatakan pasukannya tidak melepas tembakan ke orang-orang di bundaran Kuwait. Pejabat Israel mengklaim mereka meningkatkan akses bantuan ke Gaza. Israel juga menolak bertanggung jawab atas keterlambatan pengiriman bantuan dan menjatuhkan tanggung jawab bantuan di dalam Gaza pada PBB dan lembaga kemanusiaan. Israel juga menuduh Hamas mencuri bantuan, tuduhan yang dibantah keras Hamas. Warga dari Australia, Inggris dan Polandia juga tewas dalam serangan Israel. Mereka termasuk tujuh orang yang bekerja untuk lembaga chef terkenal Jose Andres, World Central Kitchen, yang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza tengah. “Terakhir kali saya makan daging, daging ayam, satu pekan sebelum perang,” sambung Deeb. Putus asa dan kelaparan, ribuan orang seperti Deeb berjalan menuju titik jatuhnya bantuan yang dikirimkan lewat udara di malam hari. Mereka mencoba mendapatkan tepung atau makanan kaleng. Mereka mengetahui kapan jatuhnya bantuan dari supir truk bantuan yang menelepon kerabat mereka yang kemudian menyebarkan lewat mulut ke mulut. “Ketika truk bantuan tiba di Deir Al-Balah di Gaza tengah, kerabat tetangga saya (supir truk bantuan) meneleponnya, dan kami berangkat, kapan pun itu waktunya,” papar Deeb. Ketika Deeb dan warga lain berdesak-desakan menunggu bantuan, anggota Popular Committess seperti Abu Mahmoud, menggunakan tongkat mereka agar massa tetap tertib. Beberapa anggota kelompok itu yang sebagian besar dari Hamas juga membawa senjata api. Pasukan Israel berjanji menumpas Hamas sehingga menjadi sangat beresiko bagi siapa pun yang memiliki hubungan dengan kelompok itu untuk melindung bantuan untuk warga sipil. Sehingga pekerjaan itu ditanggung Popular Committess. Gaza memiliki beberapa klan keluarga besar, sebagian di antaranya diyakini memiliki persenjataan berat. Mantan pegawai negeri Hamas, Abu Mahmoud selamat dari kematian di dua peristiwa yang disinggung Deeb. Di salah satu peristiwa ia kehilangan tiga temannya. Ayah lima anak itu mengatakan misi teman-temannya yang mempertaruhkan nyawa sama pentingnya dengan melawan Israel. “Ini misi untuk syahid,” kata Abu Mahmoud yang menolak mengungkapkan nama belakangnya karena khawatir diincar Israel. Sumber dari Popular Committees mengatakan jumlah anggotanya yang tewas dalam satu bulan terakhir sekitar 70 orang. Menurut sumber dari klan keluarga dan badan itu, 70 orang itu dibunuh Israel di lokasi titik jatuhnya bantuan yang berbeda. Abu Mahmoud mengatakan rintangan utama untuk mengirimkan bantuan ke Gaza utara adalah serangan Israel yang menewaskan dan melukai ratusan orang Palestina setiap harinya. Masalah lain adalah massa yang begitu banyak yang berlari ke arah bantuan. Popular Committees mengatakan terkadang orang-orang itu merupakan pencuri serakah bukan warga Gaza yang kelaparan. “Misi kami sangat beresiko, kami tidak bisa melepaskan tembakan ke orang-orang, kami tidak ingin melakukannya, jadi sebagian besar tembakan ke udara untuk membubarkan pencuri,” kata Abu Mahmoud. (zul) Baca juga :

Read More

Tentara Zionis Israel Menghancurkan RS al Shifa dan Membunuh 400 warga Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel meninggalkan Rumah Sakit al-Shifa usai beroperasi di wilayah sana selama dua pekan. Mereka menghancurkan banyak bangunan dan membunuh banyak warga Palestina. Ratusan orang termasuk pengungsi di rumah sakit terbesar di Jalur Gaza itu memeriksa kerusakan yang ditinggalkan pasukan Israel dan mencari barang-barang mereka yang masih tersisa. Militer Israel mengatakan, mereka membunuh atau menahan ratusan orang yang mereka klaim anggota Hamas, di sekitar rumah sakit. Militer juga mengklaim menyita senjata dan dokumen intelijen. Militer mengaku kehilangan dua prajurit selama pertempuran tapi membantah melukai warga sipil, pasien atau staf medis. Hamas dan staf medis membantah adanya senjata di rumah sakit itu. Kantor media Gaza mengatakan, pasukan Israel membunuh 400 warga Palestina di sekitar Al-Shifa termasuk seorang dokter perempuan dan putranya yang juga seorang dokter. Serangan militer Israel juga menghentikan operasi rumah sakit. Israel belum menanggapi laporan tersebut. “Penjajah menghancurkan dan membakar semua bangunan di dalam Kompleks Medis Al-Shifa. Mereka membuldoser halaman, mengubur puluhan jenazah syahid di bawah reruntuhan, mengubah tempat ini menjadi kuburan massal. Ini kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkap direktur kantor media Gaza, Ismail Al-Thawabta, Senin (1/4/2024).” Juru bicara Layanan Kedarurat Sipil Gaza mengatakan pasukan Israel mengeksekusi dua orang yang jenazahnya ditemukan di dalam kompleks Al-Shifa dengan tangan diborgol. Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk menggali kompleks rumah sakit dan mengambil jenazah-jenazah. Militer Israel belum merespon permintaan komentar mengenai pernyataan tersebut. Sepanjang operasi militernya ke Gaza enam bulan terakhir, pasukan Israel kerap menggali kembali kuburan untuk melakukan inspeksi forensik untuk memastikan apakah jenazah yang dikubur merupakan sandera Israel yang diculik Hamas dalam serangan mendadak 7 Oktober 2023. Video yang tersebar di media sosial tapi belum dapat diverifikasi menunjukan, jenazah-jenazah yang ditutupi selimut kotor berserakan di sekitar rumah sakit yang kehilangan banyak dindingnnya. Video itu menunjukkan tanah digali habis-habisan dan bangunan di sekitar Al-Shifa rata dengan tanah atau hangus dibakar. “Saya belum berhenti menangis sejak saya tiba di sini, pembantaian mengerikan dilakukan penjajah di sini. Tempat ini hancur, bangunan dibakar dan dihancurkan, tempat ini perlu dibangun ulang, tidak ada lagi rumah sakit Al-Shifa,” kata Samir Basel melalui aplikasi kirim-pesan selama ia berkeliling Al-Shifa. Beberapa warga Palestina yang mengunjungi Al-Shifa untuk mengambil matras dan barang-barang mereka di bawah reruntuhan rumah sakit itu juga merekam video selama berada di sana. “Kami mengungsi dengan harapan dapat kembali dan menemukan barang-barang saya. Saya tidak memiliki apa-apa lagi. Rumah saya dibom dan semuanya hilang. Saya tidak memiliki apa-apa lagi. Saya mencari perlindungan di dalam rumah sakit tapi mereka mengatakan di sana sudah tidak ada ruangan lagi bagi saya. Kemana saya harus pergi?” tambahnya. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sudah lebih dari 32 ribu orang Palestina tewas dalam serangan Israel. Termasuk 63 orang yang tewas dalam 24 jam terakhir. Sementara para mediator gencatan senjata menggelar perundingan dengan Israel di Mesir. Mereka berusaha menjembatani perbedaan antara Hamas dan Israel. “Tidak ada-ada tanda-tanda terobosan,” kata seorang pejabat Palestina yang mengetahui upaya mediasi tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Hamas Kembali Pertanyakan Keseriusan Amerika Serikat Hentikan Perang Gaza

Teheran — 1miliarsantri.net : Ahmad Abdel Hadi, perwakilan Hamas di Lebanon, mengatakan Amerika Serikat sejatinya berperan penting dalam penghentian perang di Gaza. Abdel Hadi menegaskan keputusan gencatan senjata di Gaza sebenarnya berada di tangan Amerika Serikat. ”AS mendukung genosida dan kelaparan terhadap rakyat Palestina,” terang Ahmad Abdel Hadi, seperti dikutip saluran berita Al Mayadeen, Selasa (2/4/2024). Abdel Hadi juga mengatakan perundingan telah mencapai tahap yang secara gamblang menunjukkan bahwa musuh belum mencapai kesepakatan. ”Sangat jelas bahwa kelompok perlawanan Hamas ingin mencapai kesepakatan yang mengarah pada penghentian perang, penarikan pasukan penjajah Israel dan rekonstruksi Gaza,” lanjutnya. Untuk membalas serangan mendadak Hamas pada Oktober 2023 sekaligus untuk menebus kekalahannya, rezim Israel mulai membombardir Gaza. Sejak saat itu lebih dari 32.000 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, terbunuh di sana. Banyak negara dan tokoh dunia terkemuka mengutuk perang genosida Israel di Gaza. Mereka menyerukan gencatan senjata segera di wilayah kantong tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Ratusan Tenda Dibangun Untuk Pengungsi Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pusat Satelit PBB, INOSAT mengeluarkan laporan terbarunya, bahwa setidaknya 35 persen rumah di seluruh Jalur Gaza telah hancur sejak agresi Israel ke Jalur Gaza dimulai 7 Oktober 2023 hingga saat ini di mana agresi masih terus berlangsung. Persentase ini dipastikan terus meningkat seiring intensitas serangan terus meningkat. Apalagi AS baru-baru ini menambah bantuan triliunan dollar senjata untuk membantu Israel menyerang Gaza. Setidaknya 1,9 juta warga harus mencari perlindungan, meskipun tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Mayoritas warga mengungsi ke Gaza bagian selatan, Khan Younis dan Rafah walau kondisi di bagian wilayah itu termasuk tidak layak huni akibat tidak adanya sanitasi yang layak. Terlebih, daerah ini juga kerap menjadi sasaran serangan udara Israel berulang kali walau mereka mengklaim rakyat sipil bisa mengungsi kesana dan aman. Faktanya, tidak ada tempat yang aman di area pesisir laut yang sudah diblokade lebih dari satu dekade tersebut. Di lokasi pengungsian pun, banyak rekaman video amatir menunjukan kondisi hidup warga yang seadanya, menambal tempat berlindung mereka dengan terpal, kain, plastik makanan, botol minuman, dan segara cara lainnya agar bisa memiliki atap untuk berlindung. Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan berbagai kebutuhan urgen untuk rakyat Gaza sejak agresi terjadi enam bulan lalu. Kebutuhan seperti pakaian, penghangat, selimut, kasur, makanan hangat, sayur-sayuran, bahkan voucher belanja telah disalurkan kepada rakyat Gaza korban agresi dari masyarakat Indonesia melalui tim INH di Jalur Gaza yang beroperasi secara resmi. Pada bulan Ramadhan kali ini, INH juga membangun 200 tenda pengungsian untuk warga di Mawasi, Khan Younis, selatan Gaza. Tenda ini telah meringankan beban warga Gaza yang harus meninggalkan rumah mereka dalam kondisi hancur dan entah harus mengungsi kemana. “Setidaknya 200 keluarga bisa merasakan bukti cinta kasih masyarakat Indonesia yang terus tiada henti menyalurkan dukungan untuk mereka di kondisi darurat seperti saat ini,” terang Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim, Senin (1/4/2024). Semoga kemudian hari, lanjut Luqman akan ada banyak tenda lagi yang dibangun, dan bisa memberikan keringanan untuk lebih banyak keluarga di Jalur Gaza. Meski hal ini tidak sebanding dengan ujian yang mereka lalui, setidaknya bantuan ini bisa melindungi mereka dari kedinginan, hujan, dan kepanasan. “Kami akan terus mengupayakan agar bantuan secara maksimal dapat dirasakan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, kami juga berterimakasih kepada para donatur yang tak pernah bosan menitipkan hartanya kepada lembaga kami, Insya Allah kami akan terus maksimalkan pengiriman bantuan itu,” jelasnya. Tenda pengungsi ini nantinya akan di tempati satu tenda untuk satu keluarga, tak hanya menempati tenda INH juga rencananya akan memenuhi kehidupan dasar bagi pengungsi seperti makan, air bersih siap minum dan kebutuhan pokok lainnya. (zul) Baca juga :

Read More

Majalah CEOWORLD Merilis 10 Negara Tereligius Se Dunia, Arab Saudi Tak Termasuk

New York — 1miliarsantri.net : Majalah CEOWORLD merilis hasil survei negara paling religius di dunia. Arab Saudi yang dipandang menjadi kiblat Islam ternyata tak masuk daftar. Dalam surveinya, CEOWORLD yang bermitra dengan Global Business Policy Institute. Sebanyak 148 negara dan lebih dari 370.000 warga dunia dilibatkan. “Religius” dalam survei ini menurut kamus Merriam-Webster berkaitan dengan pengabdian setia terhadap realitas atau ketuhanan tertinggi; pengabdian pada keyakinan atau ketaatan; dan kehati-hatian. Adapun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), religius adalah kata sifat yang artinya bersifat religi; bersifat keagamaan; dan bersangkut paut dengan religi. Religius dalam survei ini mengacu pada keyakinan agama. Hasil survei CEOWORLD menunjukkan Somalia menjadi negara paling religius dengan skor 99,8. Skor ini dimaknai bahwa 99,8 persen populasi penduduk Somalia merasa religius. Posisi kedua ditempati Nigeria dengan skor 99,7, diikuti Bangladesh dengan skor 99,5. Adapun Indonesia menempati posisi ketujuh negara paling religius dengan skor 98,7. Berikut 10 negara paling religius di dunia selengkapnya versi majalah CEOWORLD seperti dipublikasikan dalam situsnya. 10 Negara Paling Religius di Dunia Versi CEOWORLD : Somalia (Skor 99,8)Nigeria (Skor 99,7)Bangladesh (Skor 99,5)Ethiopia (Skor 99,3)Yaman (Skor 99,1)Malawi (Skor 99)Indonesia (Skor 98,7)Sri Lanka (Skor 98,6)Mauritania (Skor 98,5)Djibouti (Skor 98,2) Daftar negara paling religius versi CEOWORLD ini adalah survei 4 tahun lalu (2020). Belum ada data terbaru untuk kondisi saat ini. Survei terbaru terkait negara paling religius dipublikasikan US News. Seperti dilansir dari situsnya, US News melakukan pemeringkatan religiositas ini berdasarkan persepsi. Responden yang terlibat dalam survei ini ada 87 negara dengan lebih dari 17.000 warga dunia. Dalam survei tersebut, responden menjawab apakah mereka mengaitkan berbagai negara dengan kata “religius”. Survei yang dirilis pada 6 September 2023 itu menunjukkan banyak negara mayoritas muslim dipandang sebagai negara paling religius. Meski demikian, negara yang menempati urutan pertama bukan dari negara muslim. Hasil survei US News menunjukkan Israel sebagai negara paling religius. Sekitar tiga perempat dari 9 juta penduduk Israel merupakan orang Yahudi. Muslim yang mencakup hampir 20 persen populasi menjadi kelompok agama terbesar kedua di negara ini. Posisi kedua negara paling religius menurut US News adalah Arab Saudi, diikuti oleh India. Peringkat Arab Saudi turun dibandingkan tahun lalu. Adapun, Indonesia menempati peringkat ke-12. Berikut 10 negara paling religius di dunia menurut US News selengkapnya. 10 Negara Paling Religius di Dunia Versi US News : (ris) Baca juga :

Read More

Imbas Boikot Produk Pro Israel Membawa Berkah Bagi Produsen Halal

Dubai — 1miliarsantri.net : Ekonomi halal kini mengalami perkembangan pesat. Permintaannya terus semakin naik yang melahirkan kesempatan berinvestasi sesuai aturan syariat. Gerakan boikot produk pro-Israel terkait perang Israel di Gaza juga berimbas pada kian moncernya investasi halal. Apa sebenarnya investasi halal itu? ‘’Investasi halal pada dasarnya mengelola uang dan keuangan Anda sesuai dengan keyakinan Anda,’’ terang Omar Shaikh, Direktur Islamic Finance Council UK seperti dilansir laman berita Aljazirah, Sabtu (30/3/2024). Ekonomi halal global diperkirakan mencapai nilai pasar 7,7 triliun dolar AS pada 2025. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat yang dicapai pada 2015 yakni 3,2 triliun dolar AS, juga lebih tinggi dibandingkan tiga capaian 2021 yang mencapai 5,7 triliun dolar AS. Laporan Goldman Sachs yang dipublikasikan pada Desember 2022 memprediksi pada 2075 lima dari sepuluh kekuatan ekonomi dunia yaiyu India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Mesir kelak mempunyai populasi Muslim lebih dari 850 juta jiwa. Kian meningkatnya populasi Muslim maka semakin naik pula permintaan atas produk keuangan. Merujuk The State of the Global Islamic Economy Report 2023 yang dirilis oleh lembaga penelitian DinarStandard, sebanyak 25,9 miliar dolar AS diinvestasikan dalam jenis investasi syariah pada 2022-2023 atau tumbuh 128 persen year on year. ‘’Secara umum, investasi halal naik. Semakin banyak orang terdidik dan sadar dampak dolar yang mereka miliki pada lansekap sosioekonomi global,’’ ujar Siddiq Farid, salah satu pendiri SmartCrowd, platform investasi real estate yang berbasis di Dubai. Dan akhir-akhir ini, kenaikan permintaan terhadap investasi halal mendapatkan dorongan tambahan, yaitu dari gerakan boikot konsumen terhadap merek-merek yang dianggap mendukung Israel dan perang Israel di Gaza. Perang yang menyebabkan 32 ribu orang lebih warga sipil Palestina meninggal dunia akibat serangan Israel di Gaza tersebut, ujar Farid, mengubah pola pikir investor. Membuat banyak orang kemudian menanamkan uangnya di investasi halal. ‘’Investasi halal meningkat dan mengalami akselerasi lebih jauh dalam enam bulan terakhir, kebanyakan di antara generasi milenial dan mereka yang berusia di bawah 40 tahun,’’ kata Farid. Di masa lalu, tamba dia, orang-orang hanya mencari sesuatu yang halal. Artinya, sepanjang itu tidak haram maka diambil. Ini bagus. Namun sekarang, ungkap dia, ada kesadaran lebih di antara mereka yaitu tak hanya memilih yang halal tetapi pilihan halal ini dikaitkan dengan nilai dan keyakinan. ‘’Gerakan boikot membuat lebih banyak orang lebih sadar bahwa ada suatu produk yang mungkin halal tetapi mungkin sebenarnya tak dibutuhkan tetapi kemudian disangkutpautkan dengannya atau berinvestasi pada produk tersebut,’’ papar Farid. Boikot produk pro-Israel menjadi perlawanan masyarakat dunia terhadap Israel dan mereka yang mendukung operasi militer Israel di Gaza. Sejumlah negara Muslim melakukan boikot dan menggantinya dengan produk asal negara Muslim lain atau non-Barat. Namun akan berapa lama boikot bertahan? Di Oman, laporan laman berita Middle East Eye (MEE) menyatakan, belum ada tanda gerakan boikot di negeri ini berakhir. Pergeseran pasar di Timur Tengah juga kentara tak seperti sebelum perang di Gaza, 7 Oktober 2023. ‘’Ada suasana melawan semua yang dari Barat. Bahkan kebebasan dan demokrasi terlihat seperti kemunafikan. Orang bilang seharusnya tak percaya ide-ide ini,’’ ungkap seorang sumber di pemerintahan Oman, seperti dilansir MEE, Sabtu (30/3/2024). Sebaliknya, Cina, Rusia, dan Brasil dikagumi secara luas atas sikap mereka menentang Barat dan mendukung Palestina. Di Oman, jika melihat merek Amerika cukup alasan bagi mereka untuk memboikotnya sebagai kemarahan atas dukungan AS pada Israel. Di sebuah gerak kopi Starbucks di mal Al Meera, Muscat seorang staf menuturkan,’’Tak banyak orang yang datang. Tak seperti sebelum perang di Gaza. Sebelumnya, hampir tak ada tempat duduk kosong,’’ katanya sambil menunjukkan kursi-kursi kosong. Rekannya mengakui tetapi yakin pada akhirnya pelanggan akan kembali ngopi di gerai tersebut. ‘’Ini memang sepi tidak seperti sebelumnya tetapi sekarang ini sedikit demi sedikit mulai kembali. Sekarang warga Oman mulai kembali,’’ ujarnya. Di gerai KFC, sekitar pukul 17.00 waktu setempat hanya ada satu pelanggan. Yakni, pekerja minyak warga Irak Kurdi datang ke sana saat istirahat dari ladang minyak. Seorang staf mengakui hanya sedikit pelanggan yang datang sejak perang Gaza bermula. Menurut McDonald’s perang ini benar-benar berdampak ke kinerja perusahaan pada kuartal keempat 2023 di pasar-pasar luar negeri. CEO McDonald’s Chris Kempczinski mengungkapkan, yang paling terpukul adalah pasar di Timur Tengah. Pasar lainnya negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia. Penjualan di Prancis juga turun. ’’Maka sepanjang perang ini masih berlangsung, kami tak bisa berharap melihat peningkatan signifikan (di pasar-pasar terebut),’’ katanya seperti dilansir, Selasa (6/2/2024). Zacks Investment Management yang mengelola saham McDonald’s memikirkan pula akan seberapa panjang perang di Gaza . ‘’Dampak perang berkepanjangan akan menjadi perhatian terbesar kami,’’ beber Manajer Portofolio Zacks Investment Management Brian Mulberry. Pekan lalu, Starbucks juga memangkas target penjualan gerai-gerai kopinya di Timur Tengah. Ia menyampaikan perkiraannya. ’’Tampaknya, ini akan menjadi isu penting yang bisa bertahan hingga kuartal selanjutnya bahkan dua kuartal selanjutnya,’’ pungkas Mulberry. (dul) Baca juga :

Read More

Amerika Serikat Bantah Melakukan Serangan Udara ke Suriah

Washinton — 1miliarsantri.net : Amerika Serikat (AS) membantah menggelar serangan udara ke Suriah setelah media pemerintah Suriah dan Iran mengatakan pengeboman pasukan AS pada Selasa (26/3/2024) pagi di timur negara itu yang menewaskan tujuh orang tentara termasuk anggota Garda Revolusi Iran. Media pemerintah Suriah mengatakan seorang warga sipil juga tewas dalam serangan tersebut. Media Suriah mengatakan selain menewaskan tujuh tentara serangan pada area pemukiman dan lokasi militer di Provinsi Deir al Zor juga melukai 19 tentara dan 13 warga sipil. Dalam laporannya media Suriah mengatakan pengeboman tersebut merusak properti pemerintah dan swasta. Media pemerintah Iran mengatakan penasihat dari Garda Revolusi tewas dalam serangan udara. Tapi tidak menyebutkan pangkatnya. “Kami tidak menggelar serangan udara ke Suriah semalam,” terang juru bicara Pentagon Sabrina Singh di Washington, Jumat (29/3/2024). Sebelumnya pasukan yang didukung Iran di timur Suriah menyerang sekitar 900 tentara AS yang berada di wilayah-wilayah terpencil. AS meresponnya dengan menggelar serangan udara ke target-target yang berkaitan dengan Iran. Israel juga berulang kali menyerang target-target Iran di Suriah. Iran mengatakan perwira Garda Revolusi berperan sebagai penasihat di Suriah atas undangan Damaskus untuk membantu Presiden Bashar al-Assad menghadapi musuh internal dan ekstrenal. Termasuk dalam perang sipil melawan pasukan oposisi yang berlangsung selama sepuluh tahun. Dua intelijen regional Israel mengatakan pesawat jet Israel menggelar beberapa serangan ke dua lokasi di Kota Deir al Zor dan Al Bukamal di mana pos Garda Revolusi Iran berada. Sumber intelijen Barat mengatakan milisi Iran memiliki kehadiran di Provinsi Deir al Zor di timur Suriah dekat perbatasan Iran. Sumber-sumber tersebut mengatakan serangan lain menghantam kota Mayadeen di sepanjang Sungai Eufrat yang menjadi basis utama bagi beberapa milisi Syiah, sebagian besar dari Irak. Israel, yang khawatir dengan meningkatnya pengaruh regional dan kehadiran militer Iran di Suriah, mengatakan mereka menggelar ratusan serangan di Suriah untuk memperlambat masuknya Iran. Israel belum mengomentari serangan hari Selasa. Selama setahun terakhir, serangan drone Israel terkonsentrasi di kota perbatasan Albu Kamal, sebelah tenggara Mayadeen, yang terletak di rute pasokan strategis untuk milisi yang didukung Iran yang secara teratur mengirim bala bantuan dari Irak ke Suriah. Milisi yang didukung Iran juga menguasai sebagian besar wilayah perbatasan di sisi Irak. Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan udara pada hari Selasa dan mengatakan Washington bertukar peran dengan Israel. Kementerian menambahkan AS dan Israel berusaha untuk menimbulkan ketidakstabilan di wilayah tersebut. (riz) Baca juga :

Read More

Israel Klaim komandan Senior Hamas Marwan Issa Terbunuh

Gaza — 1miliarsantri.net : Juru bicara militer Israel mengatakan wakil komandan militer Hamas Marwan Issa tewas awal bulan ini dalam serangan Israel di Jalur Gaza. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa kemarin (26/003/2024) bahwa biro politik kelompok tersebut belum menerima bukti mengenai kematian Issa, ketika perang Israel di Gaza mendekati enam bulan. “Semua orang tahu sejak hari pertama, Israel telah mengatakan mereka ingin menargetkan Brigade Qassam dan komandan lainnya. Namun, karena tidak adanya pernyataan resmi yang mengonfirmasi kesyahidan tersebut, informasi tersebut tidak dapat dikonfirmasi,” ungkap Hamdan dari Beirut, Lebanon. Sebelumnya, Laksamana Muda Israel Daniel Hagari mengatakan: Pihak nya telah memeriksa semua informasi intelijen. “Marwan Issa tersingkir dalam aksi mogok yang kami lakukan sekitar dua pekan lalu,” ujarnya. Izzat al-Rashq, anggota politbiro Hamas, mengatakan pernyataan Israel tidak boleh dipercaya dan konfirmasi hanya bisa datang dari Brigade Qassam. Pemimpin utama Hamas di Gaza, dan tersangka dalang serangan 7 Oktober yang memicu serangan terbaru Israel di Gaza, adalah Yahya Sinwar. Pihak zionis Israel sendiri telah bersumpah untuk membunuh Sinwar dan Deif di Gaza. Israel mengatakan pihaknya telah membunuh lebih dari 13.000 pejuang Hamas sejak dimulainya perang namun belum memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya. Hamdah Salhut dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, mengatakan para pejabat Israel telah mengatakan sejak awal serangan mereka bahwa mereka akan “menemukan dan membunuh semua pemimpin Hamas dan setiap pejuang Hamas di lapangan”. “Itu tidak hanya akan terjadi di Gaza. Itu akan terjadi di seluruh dunia,” kata Salhut. Klaim Israel muncul sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza dan di tengah meningkatnya seruan agar Israel menghentikan serangannya yang telah berlangsung hampir enam bulan di wilayah kantong yang terkepung tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 32.000 orang. Lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza menjadi pengungsi sementara pembatasan ketat Israel terhadap makanan, air dan pasokan bantuan lainnya telah mendorong wilayah tersebut ke ambang kelaparan, menurut PBB. Israel telah membunuh beberapa pemimpin senior Hamas selama bertahun-tahun, dan mereka segera digantikan, dengan dampak yang kecil terhadap operasi kelompok tersebut. Analis politik senior Al Jazeera Marwan Bishara mengatakan setiap kali Israel “menyatakan kemenangan dengan membunuh seorang pemimpin Hamas, puluhan orang mengambil alih posisinya”. “Gagasan menyatakan kemenangan karena satu atau dua, atau beberapa pemimpin Hamas terbunuh, terbukti hanya sekedar kedok,” kata Bishara. Pada akhirnya, Hamas telah terbukti mampu menghasilkan lebih banyak pemimpin,” tambahnya. Jika klaim Israel benar, Issa akan menjadi pemimpin tertinggi Hamas yang terbunuh di Gaza sejak dimulainya serangan Israel pada bulan Oktober. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Israel Usir Staf Medis Dari Rumah Sakit Al-Amal

Gaza — 1miliarsantri.net : Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan pasukan militer Israel telah mengusir staf dan pasien dari Rumah Sakit Al-Amal di Khan Younis. Menurut PCRS, pasukan Israel “memaksa tim untuk kembali ke” rumah sakit. Namun mereka mendapati gerbang rumah sakit ditutup, sehingga tidak memungkinkan bagi tim untuk masuk kembali. Mereka melakukan evakuasi paksa pada Ahad (24/3/2024) malam. “Selama upaya untuk membersihkan puing-puing dan rintangan di jalan, pasukan penjajah melepaskan tembakan ke arah dua tim yang mencoba menyingkirkan reruntuhan, yang secara langsung melukai mereka. Sampai saat ini tim masih menunggu di jalan,” ungkap lembaga swadaya masyarakat tersebut. Pada Ahad kemarin militer Israel mengumumkan serangan baru di lingkungan al-Amal. Sementara itu ahli bedah ortopedi yang bekerja di Rumah Sakit Eropa dekat Khan Younis, Husam Basheer mengatakan ia dan stafnya “mengelola dengan sumber daya yang sangat minim” di fasilitas medis tersebut karena Israel membatasi bantuan medis masuk ke Gaza. “Pada suatu hari kami ingin melakukan pemasangan plat dan sekrup, yang merupakan prosedur standar untuk fiksasi tulang, tetapi kami tidak memiliki peralatan yang tepat. Kadang-kadang kami juga kekurangan kain kasa yang merupakan persediaan dasar untuk operasi. Kami mengatasi tantangan yang kami hadapi dan mengelola dengan cara yang berbeda, tetapi staf di sini kewalahan,” tuturnya. (zul) Baca juga :

Read More