Kairo Mengutuk Keras Peristiwa di Al-Mawasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Hingga hari Sabtu (13/7/2024), pasukan zionis Israel melakukan serangan tepat di daerah Al Mawasi dekat kota Khan Yunis di Gaza, menewaskan lebih dari 90 orang dan melukai hampir 300 lainnya, berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Palestina. Serangan yang terus berlanjut terhadap tempat sipil di jalur Gaza mempersulit upaya para mediator menuju kesepakatan gencatan senjata. “Mesir menekankan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut terhadap warga Palestina ini sangat mempersulit upaya yang dilakukan untuk mencapai deeskalasi dan gencatan senjata,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Kairo “mengutuk keras” serangan Israel di Al Mawasi dan mendesak Israel untuk “berhenti mengabaikan kehidupan warga sipil.” Pada 7 Oktober 2023, gerakan Palestina Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dan melanggar perbatasan, menyerang lingkungan sipil dan pangkalan militer.Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 lainnya diculik dalam serangan tersebut. Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina itu dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera. Jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 38.400 orang sejak Oktober 2023, sementara 88.400 orang lainnya terluka, menurut perkiraan kementerian kesehatan wilayah kantong Palestina tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Prediksi Israel Bubar 2026, Perang Armageddon

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada banyak prediksi tentang nasib Israel dan apa yang akan terjadi di Palestina kelak. Salah satunya, seperti yang disampaikan Mantan wakil perdana menteri Israel Avigdor Lieberman misalnya. Dia meramalkan bubarnya Israel pada 2026. Hal itu akan terjadi jika koalisi sayap kanan yang berkuasa saat ini meneruskan pemerintahan mereka hingga saat itu. Pemimpin partai Yisrael Beiteinu itu dengan keras mengkritik manajemen pemerintah saat ini dalam perang di Jalur Gaza dan kegagalannya mencegah serangan 7 Oktober. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar Maariv pada Jumat, Lieberman mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memimpin Israel menuju kehancuran dan tidak tahu bagaimana mengelola kondisi terkini. Dia menambahkan bahwa Netanyahu kini hanya berusaha memastikan bahwa ia tetap berkuasa selama mungkin. Dia mengatakan bahwa Israel sedang menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman eksistensial, dan sedang mengalami krisis multidimensi, politik, ekonomi dan keamanan, yang merupakan krisis terbesar sejak berdirinya negara tersebut. Mantan menteri pertahanan dan menteri keuangan itu juga mengatakan bahwa seluruh tingkat politik di Israel sedang sakit, dan menekankan bahwa lobi-lobi kepentingan lebih unggul saat ini. Dia menganggap Netanyahu sebagian besar bertanggung jawab atas serangan pejuang Palestina pada 7 Oktober 2023 lalu. Ia menuding Netanyahu telah memberikan kekuatan kepada Hamas selama bertahun-tahun dalam kehidupan politiknya. Lieberman percaya bahwa serangan 7 Oktober tidak akan terjadi jika para pejabat di pemerintahan saat ini berpikir “di luar kebiasaan”. Lieberman sebelumnya telah meminta pemerintahan Netanyahu untuk mundur, dengan mengatakan bahwa menyingkirkan pemimpinnya akan menjadi hadiah bagi Israel. Netanyahu kembali menjabat sebagai perdana menteri didukung koalisi paling kanan dalam sejarah Israel sejak akhir 2022. Sejak itu, sejumlah kebijakan provokatif ia terapkan. Diantaranya perluasan besar-besaran pemukiman ilegal di Tepi Barat, serta penyerangan reguler di wilayah yang diduduki tersebut. Menteri-menteri sayap kanannya juga kerap melakukan provokasi dengan menerabas kompleks Masjid al-Aqsa. Berbagai kebijakan itu akhirnya ditanggapi para pejuang Palestina yang diujungtombaki Hamas dengan serangan ke selatan Israel. Serangan pejuang Palestina tersebut menerobos pagar canggih Israel dan berhasil mengelabui sistem pertahanan lainnya. Serangan itu juga merusak persepsi bahwa negara Israel dengan kedigdayaan militernya tak bisa dikalahkan. Pemerintah Israel mengeklaim 1.200 orang termasuk ratusan anggota militer ditewaskan pejuang Palestina dalam serangan mendadak itu. Namun, media israel Haaretz mengungkapkan bahwa Israel menerapkan Protokol Hannibal untuk melakukan segala hal mencegah tawanan dibawa ke Gaza. Sebagian yang tewas itu hari diyakini akibat kebijakan ini. Sekitar 250 orang juga berhasil ditawan pejuang Palestina. Militer membalas dengan brutal serangan itu dengan melakukan genosida di Jalur Gaza. Sejauh ini sekitar 38.300 warga Palestina syahid akibat pembalasan itu, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Kebrutalan itu memicu sentimen pro-Palestina di seantero dunia. Lebih dari sepuluh negara telah mengakui kedaulatan Palestina sejak perang berkecamuk, enam diantaranya negara Eropa yang sejak lama cenderung pro-Israel. Akibat tindakan brutal Israel di Jalur Gaza, negara itu juga mendapat serangan dari berbagai front. Diantaranya dari Hizbullah di Lebanon yang menyebabkan puluhan ribu warga Israel mengungsi dari utara. Selain itu ada juga serangan sporadis dari Suriah, Irak, dan Iran. Sementara dari Yaman, kelompok Houthi menyerang kapal-kapal yang menuju Israel, menimbulkan kerugian parah pada perekonomian negara Zionis tersebut. Perlawanan pejuang Palestina di Gaza juga belum bisa dilumpuhkan setelah dibombardir selama sembilan bulan, Di Tepi Barat, perlawanan pejuang Palestina juga kian gencar. Prediksi-prediksi tersebut sebenarnya tak mengherankan. Dalam Islam sendiri, banyak nubuat yang disampaikan Rasulullah SAW terkait dengan nasib Yahudi dan Palestina kelak. Di akhir zaman menjelang kiamat, orang-orang Israel akan berkumpul dengan sekutunya. Mereka semua bergabung dengan dipimpin Dajjal. Sementara itu, umar Muslim pun akan bersatu dengan dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa. Sehingga pertempuran besar akhir zaman pun akan meletus dan berujung pada dibunuhnya Dajjal Nabi Isa. Inilah keadaan tentang perang besar yang akan terjadi pada akhir zaman yang banyak diriwayatkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Kelak Palestina akan menjadi negeri tempat bertarungnya Nabi Isa dengan Dajjal hingga berhembusnya angin yang akan mewafatkan semua orang yang beriman. Kelak Nabi Isa diturunkan Allah di timur Damaskus. Lalu nabi Isa menemukan Dajjal dan membunuhnya di pintu Ludd (Palestina). Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari an Nawwas bin Sam’an فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ “Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau napasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa ibn Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (HR Muslim no 2937). Namun tentang pertempuran besar yang akan terjadi pada akhir zaman yang melibatkan antara umat Muslim dengan Yahudi Israel dan sekutunya ternyata juga dikabarkan dalam Al Kitab. Orang-orang Yahudi dan Nasrani menyebut pertempuran besar akhir zaman itu dengan istilah Armageddon. Wisnu Sasongko dalam bukunya Armageddon Peperangan Akhir Zaman menjelaskan bahwa istilah Armageddon sebenarnya berasal dari bahasa Yunani. Istilah ini kemudian di kalangan orang Barat telah menjadi sinonim dalam pembahasan tentang hari akhir dunia. Di kalangan kaum Muslimin juga dijumpai istilah tersebut, yaitu al-Majidun ‘kemuliaan’ yaitu ‘Perang Kemuliaan’. Hal ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah. Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestina. Arti dari Armageddon sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti gunung (Har dalam bahasa Ibrani/Hebrew) dan Mageddon = Magiddo adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah Utara. Kota Magiddo terletak di pegunungan Samaria, di mana gunung ini membentang dari Magiddo di utara sampai ke Hebron di selatan. “Armageddon adalah peristiwa besar di…

Read More

Italia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan negaranya siap mengirim tentara ke Gaza. Pengiriman ini akan dilakukan setelah perang berakhir sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB. “Kami mendukung Palestina dan siap membantu kepemimpinan Arab lainnya. Kami juga siap mengirim tentara Italia sebagai pasukan perdamaian PBB setelah perang usai. Kami berada di posisi tengah,” ujar Tajani. Pernyataan ini disampaikan Tajani saat di sela KTT NATO di Washington DC. Dia menambahkan bahwa Palestina dan Israel terbuka terhadap peran Italia. Dia menegaskan Italia mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Tajani memperingatkan bahwa menghancurkan impian Palestina untuk merdeka adalah “kesalahan besar”. Italia telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. Saat ini, warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan akibat pembunuhan massal dan blokade Israel. Obat-obatan dan kebutuhan pokok sulit didapat di sebagian besar wilayah. “Warga sipil bukan Hamas. Mereka adalah korban situasi ini,” tegas Tajani. Dia juga mengecam permukiman Israel di Tepi Barat. Sementara itu, AS baru saja menjatuhkan sanksi pada tiga warga Israel dan lima lembaga. Sanksi ini terkait kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. AS mengancam akan memberikan sanksi tambahan jika Israel tidak segera menindak pelaku kekerasan tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Senjata Peledak Hamas Tewaskan Enam Tentara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Di tengah serangan udara penjajah Israel yang terus mengebom lingkungan Tel al-Hawa sejak Senin (8/7/2024) sore, pejuang Palestina terus menargetkan kendaraan pendudukan Israel yang bergerak maju. Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa para pejuang berhasil mengoperasikan alat peledak anti-personel buatan lokal yang disebut Ra’diya. Mereka dilaporkan melakukan serangan terhadap sebuah unit patroli jalan kaki penjajah Israel yang terdiri dari enam tentara di poros barat daya Tel al-Hawa. Al-Mayadeen melaporkan, operasi tersebut menewaskan dan melukai semua anggota unit tersebut. Mereka juga menargetkan sebuah jip militer penjajah Israel yang dilengkapi dengan alat peledak di daerah Shalehat, sebelah barat Tel al-Hawa. Sebuah jip militer lainnya diserang dengan peluru Yassin 105. Dengan menggunakan alat peledak jenis Shawaz-3, para pejuang al-Qassam menargetkan sebuah pengangkut personel lapis baja penjajah Israel di Lingkaran ke-17 di sebelah barat Tel al-Hawa, serta sebuah buldoser D9 militer penjajah Israel di Jalan Rashid. Selain itu, mereka menargetkan sebuah tank Merkava 4 Israel dengan alat peledak darat yang telah disiapkan di poros maju Tel al-Hawa. Sementara itu, Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, mengumumkan peledakan dua kendaraan militer Israel dengan menggunakan bahan peledak yang sudah disiapkan sebelumnya di poros maju Tel al-Hawa. Mereka juga menembaki pertemuan pasukan pendudukan Israel dengan peluru mortir di poros maju Tel al-Hawa di barat daya Kota Gaza. Dengan menggunakan persenjataan yang tepat dan beragam, Brigade al-Mujahidin, sayap militer Gerakan Mujahidin Palestina, juga menyatakan bahwa para pejuangnya memukul mundur pasukan pendudukan Israel yang berusaha maju di lingkungan Tel al-Hawa di sebelah barat daya Kota Gaza. Sementara itu, media Israel melaporkan empat situasi keamanan “sulit” yang dihadapi pasukan pendudukan Israel pada Senin di wilayah Tel al-Hawa di selatan Kota Gaza. Dengan menggunakan peluru artileri roket Rajoum 114 mm yang diproduksi secara lokal, Brigade al-Qassam menargetkan pasukan penjajah Israel yang diposisikan di sepanjang poros Netzarim. Sementara itu, sepanjang poros Netzarim, Brigade al-Quds menargetkan pusat komando penjajah Israel dengan peluru mortir. Brigade al-Qassam merilis rekaman video saat para pejuangnya menargetkan posisi tentara penjajah Israel dengan roket. Setelah itu, media lokal Israel melaporkan pendaratan singkat helikopter militer Israel di sepanjang poros Netzarim. Helikopter tersebut mengevakuasi tentara penjajah yang terbunuh atau terluka. Pada gilirannya, media Israel lainnya menyatakan di kemudian hari bahwa tiga tentara penjajah terluka dalam konfrontasi Gaza dan dibawa ke rumah sakit Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Lebih lanjut, Brigade al-Quds, bekerja sama dengan Brigade Abu Ali Mustafa, mengumumkan pengeboman markas komando operasi penjajah Israel di situs militer Nahal Oz di timur Gaza dengan rentetan peluru artileri roket 107mm. Demikian pula, Brigade Syuhada al-Aqsha mengumumkan menargetkan situs tersebut dengan rentetan peluru artileri roket 107mm. Brigade al-Quds juga mempublikasikan adegan pengeboman pusat komando operasi pasukan pendudukan Israel di lingkungan Shuja’iya, sebelah timur Kota Gaza. Sementara, Brigade al-Mujahidin mempublikasikan rekaman yang menargetkan pertemuan pasukan pendudukan Israel di lingkungan Shuja’iya dengan peluru mortir kaliber berat dan peluru kaliber 60. (zul) Baca juga :

Read More

Ini Daftar Negara Mayoritas Muslim Terkaya di Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Islam adalah salah satu agama terbesar di dunia, dengan sekitar 1,9 miliar pengikut. Pengikutnya tersebar di banyak negara, termasuk Arab Saudi dan Indonesia, yang memiliki populasi Muslim yang signifikan. Meskipun memiliki kesamaan, kondisi perekonomian kedua negara sangat berbeda. Setiap negara mayoritas Muslim memiliki tingkat perekonomian yang unik. Perlu dicatat bahwa beberapa negara ini termasuk negara terkaya di dunia. Menurut laporan universitymagazine.ca, Qatar menduduki peringkat teratas negara mayoritas Muslim terkaya. Dengan populasi sekitar 1,7 juta orang, Qatar memiliki PDB per kapita sekitar $88.919 (sekitar Rs 74 lakh) pada tahun 2011, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Kekayaan negara ini sebagian besar berasal dari ekspor gas alam, minyak, dan petrokimia. Urutan kedua dalam daftar adalah Kuwait, dengan populasi 3,5 juta jiwa. Pada tahun 2011, PDB per kapitanya adalah $54.664 (kira-kira Rs 46 lakh). Kuwait memiliki cadangan minyak mentah sekitar 104 juta barel dan memiliki perekonomian yang kuat yang didukung oleh industri pelayaran dan jasa keuangan. Pada tahun 2010, Brunei Darussalam memiliki PDB per kapita sebesar $50.506 (sekitar Rs 42 lakh), menjadikannya negara mayoritas Muslim terkaya ketiga. Kekayaan Brunei berasal dari ladang minyak dan gas alamnya yang luas, yang telah beroperasi selama lebih dari 80 tahun. Negara ini juga merupakan pengekspor utama sumber daya hidrogen dan gas alam cair. Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara mayoritas Muslim terkaya keempat, dengan PDB per kapita sebesar $48.222 (sekitar Rs 40 lakh), pada tahun 2011. Seperti Brunei, perekonomian UEA juga sangat didukung oleh industri minyak dan gas. , dengan kontribusi signifikan juga dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Oman menempati urutan kelima dengan cadangan minyak 5,5 miliar barel atau 816.000 barel per hari, menurut TEMP.CO. Pada tahun 2011, PDB per kapitanya adalah $28.880 (sekitar Rs 24 lakh). Oman juga memiliki cadangan gas yang besar dan sumber daya lainnya seperti tembaga, emas, seng, dan besi. Berikutnya adalah Arab Saudi, yang menjadi negara mayoritas Muslim terkaya keenam. Pada tahun 2011, PDB per kapitanya adalah $24.434 ((sekitar Rs 20 lakh). Arab Saudi adalah produsen minyak terbesar kedua secara global dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaannya. Di peringkat ketujuh, ada Bahrain, dengan PDB per kapita sebesar $23.690 (sekitar Rs 19 lakh) pada tahun 2011. Pertumbuhan ekonominya yang pesat didukung oleh ekspor aluminium, minyak bumi, dan bahan bangunan. (yut) Baca juga :

Read More

Korban Jiwa Genosida di Gaza Diperkirakan Capai 186 Ribu

Gaza — 1miliarsantri.net : Sejumlah peneliti menyimpulkan bahwa jumlah korban jiwa, langsung maupun tak langsung, akibat serangan Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu mencapai 186 ribu jiwa. Angka itu jauh melampaui catatan resmi Kementerian Kesehatan di Gaza yang kini sekitar 38.100 jiwa. Penelitian yang dilansir jurnal medis terkemuka the Lancet itu menerapkan perkiraan konservatif yaitu empat kematian tidak langsung per satu kematian langsung yang dilaporkan di Gaza. “Bukanlah tidak masuk akal” untuk memperkirakan bahwa hingga 186.000 atau bahkan lebih kematian dapat disebabkan oleh perang genosida di Gaza. “Jumlah korban jiwa diperkirakan besar mengingat intensitas konflik ini; hancurnya infrastruktur layanan kesehatan; kekurangan makanan, air, dan tempat tinggal yang parah; ketidakmampuan penduduk untuk mengungsi ke tempat yang aman; dan hilangnya dana untuk UNRWA,” tulis mereka. “Dalam konflik baru-baru ini, kematian tidak langsung berkisar antara tiga hingga 15 kali lipat jumlah kematian langsung. Dengan menerapkan perkiraan konservatif yaitu empat kematian tidak langsung per satu kematian langsung terhadap 37.396 kematian yang dilaporkan, bukan tidak masuk akal untuk memperkirakan bahwa hingga 186 000 kematian atau bahkan lebih dapat disebabkan oleh konflik yang saat ini terjadi di Gaza,” mereka menambahkan. Makalah berjudul ‘Menghitung Kematian di Gaza: Sulit tapi Penting’, yang diterbitkan pada 5 Juli, menyatakan bahwa dengan menggunakan perkiraan populasi Jalur Gaza pada 2022 sebesar 2,375,259 jiwa, perkiraan jumlah syuhada akan mencapai 7 sampai 9 persen dari total populasi di Jalur Gaza yang terkepung. Pada Ahad, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa setidaknya 38.153 warga Palestina telah dibunuh oleh Israel di Gaza sejak 7 Oktober, sementara lebih dari 87.828 orang terluka di wilayah kantong yang terkepung tersebut. Sebanyak 15.983 di antaranya adalah anak-anak. Kajian yang dilakukan oleh Rasha Khatib, Martin McKee dan Salim Yusuf, menggunakan data dari tanggal 19 Juni, dengan angka kematian resmi sebesar 37, 396. Catatan resmi yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Gaza tidak mencakup lebih dari 10.000 orang yang hilang atau terkubur di bawah tanah. puing-puing. “Kementerian mencatat berdasarkan orang-orang yang meninggal di rumah sakit atau dibawa ke rumah sakit, dengan informasi dari sumber media yang dapat diandalkan dan petugas pertolongan pertama. Perubahan ini mau tidak mau telah menurunkan rincian data yang tercatat sebelumnya. Akibatnya, Kementerian Kesehatan Gaza kini melaporkan secara terpisah jumlah jenazah tak dikenal di antara total korban tewas. Pada 10 Mei 2024, 30 persen dari 35.091 kematian tidak teridentifikasi,” demikian pengamatan para peneliti. Kerabat berduka atas jenazah seorang pria yang shaid akibat serangan udara Israel di sekolah milik PBB di kamp pengungsi Nusseirat di Jalur Gaza, Sabtu, 6 Juli 2024. – ( AP Photo/Saher Alghorra)Laporan ini juga menyatakan bahwa konflik bersenjata mempunyai “implikasi kesehatan tidak langsung selain dampak langsung dari kekerasan”. “Bahkan jika konflik segera berakhir, akan terus terjadi banyak kematian tidak langsung dalam beberapa bulan dan tahun mendatang yang disebabkan oleh penyakit reproduksi, menular, dan tidak menular,” tulis jurnal tersebut. Sebuah laporan pada 7 Februari 2024, ketika angka kematian langsung mencapai 28.000 orang, memperkirakan bahwa tanpa gencatan senjata akan terdapat antara 58.260 kematian (tanpa epidemi atau eskalasi) dan 85.750 kematian (jika keduanya terjadi) pada 6 Agustus 2024. Langkah-langkah sementara yang ditetapkan oleh Mahkamah Internasional pada Januari, mengharuskan Israel untuk “mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah kehancuran dan memastikan pelestarian bukti terkait dengan tuduhan tindakan dalam lingkup … Konvensi Genosida”. “Gencatan senjata segera dan mendesak di Jalur Gaza sangat penting, disertai dengan langkah-langkah untuk memungkinkan distribusi pasokan medis, makanan, air bersih, dan sumber daya lainnya untuk kebutuhan dasar manusia,” tulis jurnal tersebut. Kantor berita WAFA melansir. Beberapa warga sipil syahid dan terluka semalam dalam penembakan Israel di wilayah yang tersebar di Jalur Gaza yang terkepung. Menurut sumber lokal, pesawat tempur pendudukan menargetkan sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij di pusat Jalur Gaza, yang menyebabkan terbunuhnya tiga warga sipil dan melukai beberapa lainnya. Rumah Sakit Al-Awda di kamp pengungsi al-Nuseirat juga menerima jenazah dua warga sipil yang menjadi sasaran di Jembatan Wadi Gaza, di tengah Jalur Gaza. Dua warga sipil juga syahid dalam pemboman Israel yang menargetkan pertemuan warga sipil di distrik Zeitoun timur Kota Gaza. Pesawat-pesawat tempur Israel menargetkan Sekolah Keluarga Suci di lingkungan al-Rimal di Jalur barat, menghancurkan sebagian dari sekolah tersebut. Seorang warga juga ayahid akibat tembakan artileri Israel di sebelah barat kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara. Kru medis mengangkut satu jenazah dan seorang warga sipil yang terluka menyusul pemboman pendudukan yang menargetkan wilayah timur kota Rafah di Jalur selatan. Jumlah warga sipil yang syahid sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza melalui darat, laut, dan udara pada 7 Oktober 2023 mencapai 38.153 jiwa, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Setidaknya 87.828 orang lainnya terluka. Ribuan korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan berserakan di jalan, sementara kru ambulans dan pertahanan sipil menghadapi kesulitan besar untuk menjangkau mereka. Sementara sumber medis mengumumkan kematian seorang anak berusia enam tahun karena kelaparan dan dehidrasi, sehingga jumlah korban malnutrisi di Jalur Gaza menjadi 41 orang. Sumber yang sama mengatakan bahwa seorang anak dari Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah meninggal karena kekurangan gizi, dehidrasi, dan kurangnya pasokan medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Sebelumnya, sumber medis mengumumkan bahwa 50 anak di Jalur Gaza utara menderita kekurangan gizi. Selain itu, sumber medis di Rumah Sakit Kamal Adwan melaporkan gejala kekurangan gizi pada lebih dari 200 anak di Jalur Gaza. Mereka memperingatkan bencana kemanusiaan yang dihadapi Gaza utara karena kelaparan yang akan terjadi. Penduduk Gaza utara, yang berjumlah sekitar 700.000 jiwa, menderita kekurangan makanan dan sayur-sayuran akibat penutupan perbatasan yang terus menerus dilakukan Israel dan penghentian pengiriman truk bantuan ke wilayah utara. Menurut pejabat lokal dan organisasi internasional, situasi ini membawa kembali momok kelaparan di Gaza utara. Pada tanggal 7 Mei, militer Israel menguasai perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, yang semakin memperburuk bencana tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Israel Kewalahan di Gaza jadi Alasan Gencatan Senjata

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Perundingan gencatan senjata yang terbaru dinilai punya potensi untuk mewujud dalam waktu dekat. Kesulitan pasukan penjajahan Israel (IDF) di medan perang dilaporkan jadi sebab mengapa Israel terbuka menerima proposal yang diajukan kelompok Hamas tersebut. Pembicaraan mengenai suasana positif seputar perundingan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan di Jalur Gaza, yang didorong oleh masukan baru-baru ini yang disampaikan oleh Hamas kepada para mediator, telah menjadi pusat perhatian dalam diskusi mengenai perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza. Namun, merujuk the Wall Street Journal (WSJ), masukan positif dari Hamas bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kebangkitan perundingan gencatan senjata. Gerakan tersebut sebelumnya bersikap positif dan fleksibel selama proses negosiasi yang dimediasi. Menurut WSJ, kesalahan dalam perhitungan medan perang oleh Israel telah membuat para analis menyimpulkan bahwa militer dan lembaga keamanan Israel mendorong pemerintah Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Perlawanan Palestina. “Waktu terus berjalan dan semua pihak menyadari bahwa waktu tidak menguntungkan mereka, terutama pihak Israel,” kata Ofer Shelah, mantan anggota parlemen Israel dan analis militer di Institut Israel untuk Studi Keamanan Nasiona” (INSS), sebagai dikutip oleh WSJ. Pasukan penjajah sebelumnya mulai melakukan transisi ke operasi tahap ketiga di Rafah, seperti yang terjadi di seluruh wilayah lain di Jalur Gaza. Tahap ini menyebabkan berkurangnya jumlah pasukan Israel yang dikerahkan di sekitar kota dan serangan yang lebih kecil ke lingkungan tertentu di kota paling selatan di Jalur Gaza. Ketika pasukan penjajah melakukan transisi ke fase operasi baru ini, dan dengan pejuang Perlawanan Palestina yang mempertahankan kendali di Rafah dan kota-kota lain di Jalur Gaza, harapan Israel untuk melenyapkan Hamas tampak semakin tidak realistis. Dampak dari transisi komando militer Israel ke operasi tahap ketiga di Shujaiya dan Jabalia di Kota Gaza adalah bukti nyata kegagalan strategi Israel untuk mencapai tujuan perang yang dinyatakan. WSJ melaporkan bahwa pemerintah dan militer Israel selalu dapat menunjukkan perlunya terus melawan Perlawanan Palestina, selama serangan terhadap Rafah masih berlangsung. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa para pejabat Israel telah menggambarkan Rafah sebagai benteng terakhir Perlawanan Palestina yang tersisa dan bahwa invasi tersebut akan sangat memudahkan tercapainya tujuan-tujuan perang, seperti pembebasan tawanan Israel atau penghancuran kelompok Perlawanan. kemampuan. Ketika invasi beralih ke fase intensitas yang lebih rendah, tanpa kemajuan signifikan dalam mencapai tujuan perang Israel, maka pembenaran atas serangan dan pendudukan yang berkelanjutan di Jalur Gaza menjadi semakin sulit. “Meskipun ada banyak keberanian, lembaga keamanan Israel mulai memahami… bahwa kemungkinan keberhasilan dari pertempuran yang berkelanjutan di Gaza sangatlah kecil, bahkan mungkin negatif,” jelas Shelah. Kesulitan menjadi lebih nyata ketika mengkaji situasi Front Utara antara Israel dan Lebanon. WSJ mengklaim bahwa konflik yang membara dengan Hizbullah berarti bahwa saatnya sudah matang untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. Terkait perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung di Doha, anggota Biro Politik Hamas, Osama Hamdan, berbicara kepada Agence France-Presse (AFP), mengungkapkan bahwa gerakan tersebut mengharapkan tanggapan cepat dari Israel, “kemungkinan besar hari ini atau besok pagi. “ Hamdan menegaskan kembali bahwa Gerakan Perlawanan Islam hanya menyampaikan tanggapannya terhadap proposal sebelumnya kepada mediator Mesir dan Qatar, dan bukan tanggapan resmi, seperti yang diberitakan secara salah oleh media Barat. Delegasi Israel, yang dipimpin oleh kepala badan intelijen Mossad David Barnea, tiba di Doha pada hari Jumat untuk memajukan proses tersebut. “Jika responnya positif, maka ide-ide tersebut akan kita bahas secara detail karena kita akan masuk ke dalam pembahasan implementasi ide-ide tersebut, yang… tidak akan memakan waktu lama,” kata Hamdan menanggapi pembicaraan yang sedang berlangsung di Doha. Masyarakat memprotes Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyerukan pembebasan sandera yang ditahan di Jalur Gaza, di Tel Aviv, Israel, Sabtu, 15 Juni 2024. – (AP Photo/Maya Alleruzzo)“Pihak Israel telah melakukan segala upaya untuk memperumit masalah dan menghambat kemajuan,” tambah pejabat Hamas itu. Jika perundingan berakhir dengan kegagalan, Hamdan menekankan bahwa Perlawanan akan terus memerangi pendudukan, dan menekankan bahwa “kemampuan Perlawanan tetap dalam kondisi baik.” Sedangkan WSJ mengutip seorang pejabat yang akrab dengan pembicaraan penyanderaan tersebut yang mengatakan bahwa para pejabat Mossad telah mengatakan kepada mediator bahwa mereka optimis kabinet Israel akan menerima proposal gencatan senjata yang saat ini sedang dibahas. Meskipun menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir telah menentang ketentuan yang saat ini sedang dibahas, mereka mungkin kalah jumlah dengan menteri Haredi dan Likud. Namun, tidak jelas apakah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan mengabaikan sayap kanannya, karena Ben Gvir dan Smotrich mengancam akan menggulingkan pemerintah jika mereka meneruskan proposal yang diajukan Israel pada Mei. (zul) Baca juga :

Read More

Palestina Berharap Liga Arab dapat Memberikan Solusi Terkait Kondisi Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Palestina menyerukan diselenggarakannya pertemuan luar biasa Liga Arab untuk membahas perang Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza dan perluasan permukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat yang diduduki. “Pertemuan akan diadakan pada tingkat wakil tetap (duta besar) minggu ini untuk membahas penanggulangan kejahatan genosida dan perluasan penjajahan Israel di Tepi Barat,” urai Dubes Palestina untuk Liga Arab Mohannad al-Aklouk kepada kantor berita Wafa. Namun, belum ada konfirmasi dari Liga Arab mengenai pertemuan tersebut. Kabinet Israel pada Kamis (27/6/2024) menyetujui langkah-langkah yang diusulkan oleh kepala otoritas keuangan Israel Bezalel Smotrich untuk melegalkan pos-pos permukiman di Tepi Barat dan menjatuhkan sanksi kepada Otoritas Palestina. Pos-pos permukiman adalah komunitas kecil yang didirikan oleh pemukim ilegal Israel di tanah pribadi milik warga Palestina, tanpa persetujuan dari otoritas Israel. Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah Palestina yang diduduki, dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di kedua wilayah tersebut melanggar hukum atau ilegal. Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki sejak Israel melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 37.800 korban sejak 7 Oktober 2023. Sedikitnya 554 warga Palestina, termasuk di antaranya 133 anak, tewas dan hampir 5.300 orang terluka akibat tembakan tentara Israel di Tepi Barat, menurut kementerian kesehatan setempat. (zul) Baca juga :

Read More

Virus West Nile Melanda Sejumlah Warga Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Virus West Nile menyebabkan kematian sejumlah warga Israel belakangan ini. Sejak memulai serangan brutal ke Gaza pada Oktober 2023 lalu, tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) juga beberapa kali diserang pasukan “alamiah”. Berikut diantaranya. Pada Desember 2023, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa pasukan pendudukan di Jalur Gaza menghadapi peningkatan kasus penyakit usus dan keracunan makanan di kalangan tentara. Mereka menghadapi “peningkatan luar biasa” dalam kasus penyakit ini di kalangan tentara selama beberapa minggu terakhir. Menurut Yedioth Ahronoth, 18 tentara pendudukan dievakuasi dari Gaza ke pangkalan pelatihan brigade untuk menerima perawatan medis setelah mereka tertular wabah disentri (bakteri Shigella) dan gejala diare dan muntah. Pada Desember itu juga, sejumlah tentara dari IDF terkena serangan jamur mematikan di Gaza. Serangan jamur itu menewaskan satu orang tentara Israel. Lembaga penyiaran publik Israel Kan melaporkan pada Selasa (26/12/2023), tentara IDF itu tewas setelah dia terluka parah dan terinfeksi jenis jamur berbahaya saat berperang di Jalur Gaza. Tentara tersebut dibawa ke Assuta Ashdod Medical Center awal bulan ini dengan luka parah di anggota tubuhnya, kata laporan itu. Menurut Kan, dokter kemudian menemukan bahwa dia telah terinfeksi jamur di medan perang. Meskipun dilakukan perawatan intensif sepanjang waktu dan pengobatan eksperimental dari luar negeri, jamur tersebut terbukti kebal terhadap pengobatan dan tentara tersebut meninggal. Dua belas tentara IDF dilaporkan terluka setelah disengat oleh segerombolan tawon di Jalur Gaza selatan pada Jumat (10/5/2024). Dokter di Israel menyatakan baru pertama kali melihat fenomena tak biasa yang mana ratusan tawon yang menyerang sekelompok manusia secara sekaligus seperti itu. Dilaporkan the Times of Israel, kejadian itu setelah sebuah tank menabrak sarang tawon tersebut. Sheba Medical Center di Tel Aviv mengatakan mereka menerima 10 tentara untuk dirawat, dan salah satu tentara dipindahkan ke unit perawatan intensif. Pada Februari 2024, media Israel melaporkan bahwa lebih dari seribu anjing liar menyusup dari Jalur Gaza ke Israel, belakangan. Anjing-anjing itu disebut berusaha menyerang tentara dan perwira tentara pendudukan Israel (IDF) di perbatasan Jalur Gaza. Menurut apa yang dilaporkan oleh media Otoritas Penyiaran Israel (KAN), “Ratusan anjing mendekati para pejuang yang hadir di area berkumpul di wilayah utara Gaza… sambil menggeram, memperlihatkan gigi mereka dan mencoba menggigit para tentara. Sejauh ini, tentara mampu mengusir mereka dan tidak terluka.” Aljazirah melansir pada Rabu (14/2/2024), Otoritas Cagar Alam dan Pertamanan Israel memperkirakan lebih dari seribu anjing liar telah menyusup dari Jalur Gaza ke Israel. Mereka memangsa hewan liar, terutama hewan ternak. Otoritas ini menunjukkan bahwa “banyak anjing memangsa anak sapi di kandang kibbutzim di sekitar Gaza, dan mereka sekarang menyerang tentara.” Yang terkini, Virus West Nile terus memakan korban di Israel. Sebanyak tujuh warga Israel dilaporkan meninggal dunia dan 100 orang warga lainnya telah terinfeksi penyakit ini, demikian menurut informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Israel. Dari jumlah tersebut, saat ini ada delapan pasien dalam kondisi kritis dan masih dirawat di ruang ICU. Sebagian besar pasien adalah penduduk Israel tengah, dengan beberapa dari wilayah Sharon, dan dirawat di Meir Medical Center di Kfar Saba. Enam pasien dirawat di Sheba Medical Center, tiga di antaranya diberi ventilasi dan dalam kondisi kritis. Sejauh ini, lima pasien telah meninggal di Rabin Medical Center-Beilinson Campus di Petah Tikva. Delapan orang dirawat di rumah sakit, dan delapan pasien yang diduga terinfeksi belum diverifikasi di laboratorium pusat untuk virus tersebut. Di Meir Medical Center, 25 pasien demam West Nile dirawat di rumah sakit, dua di antaranya dalam kondisi serius dan sedang diberi ventilator dan obat penenang. Pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Ichilov di Tel Aviv, demikian seperti dilansir Jerusalem Post, pada akhir Juni 2024. Kementerian Kesehatan Israel mencatat, sekitar 80 persen dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala demam West Nile. “Dua puluh persen dari mereka yang terinfeksi akan mengalami gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, termasuk demam, rasa tidak enak badan, sakit kepala atau nyeri tubuh secara umum, dan komplikasi neurologis akan muncul pada kurang dari satu persen dari mereka yang terinfeksi,” kata Kementerian, dikutip Jewish Press. Virus West Nile disebabkan oleh virus yang berada di alam liar, biasanya di antara burung. Perjalanan penyakit ini dimulai ketika nyamuk menggigit burung dan menularkan virus kepada mereka, yang kemudian terus hidup di dalam tubuh burung. Pada tahap berikutnya, nyamuk terus menggigit, menularkan virus ke hewan dan manusia. Untuk mengurangi paparan terhadap nyamuk, kementerian merekomendasikan penggunaan obat nyamuk dan aksesoris yang sesuai untuk mengusir nyamuk di ruang keluarga, serta menyalakan kipas angin di kamar tidur. Demam West Nile telah dikenal di Israel selama bertahun-tahun dan terjadi terutama antara bulan Juni dan November. Namun tahun ini, morbiditas dimulai lebih awal dari biasanya, yang mungkin terjadi karena perubahan iklim di Israel dan dunia. Kelembaban di Israel bagian tengah mungkin menyebabkan perkembangbiakan dan perkembangan nyamuk di daerah tersebut. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Rusia Bersumpah akan Hancurkan Senjata AS

Hamilton — 1miliarsantri.net : Rusia bersumpah akan menghancurkan senjata yang dikirim ke Ukraina di tengah laporan rencana Amerika Serikat (AS) untuk mentransfer sistem pertahanan udara Patriot dari Israel ke Ukraina. Ketika ditanya tentang laporan pembicaraan pemerintah AS dengan Israel dan Ukraina mengenai pengiriman Patriot yang sudah tua ke Ukraina, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan: “Kami melarang semua negara yang belum melakukan hal tersebut untuk menyediakan senjata untuk Ukraina.” “Nasib senjata-senjata yang pada akhirnya akan diekspor ke Ukraina dari mana saja sudah jelas. Senjata-senjata itu akan dimusnahkan seperti senjata lain yang dipasok oleh Barat dan AS ke Ukraina,” tambahnya pada konferensi pers setelah Rusia mengambil alih kepresidenan Dewan Keamanan PBB selama satu bulan ke depan. Ketika ditanya tentang pernyataan mantan presiden AS Donald Trump baru-baru ini tentang mengakhiri perang Ukraina dalam satu hari jika dia terpilih kembali, Nebenzia mengatakan mereka telah mendengar klaim tersebut sebelumnya. “Krisis Ukraina tidak bisa diselesaikan dalam satu hari,” lanjutnya. Memperhatikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan solusi pada 14 Juni, Nebenzia menyebutkan bahwa Putin mengatakan situasi di lapangan telah berubah dan hal tersebut perlu dipertimbangkan. Putin pada 14 Juni telah meminta Ukraina untuk menarik pasukannya dari wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia, serta menyetujui perolehan teritorial Rusia yang diperoleh dalam “operasi militer khusus” yang diluncurkan pada Februari 2022, dan menegaskan status netralnya. Kepala negara Rusia itu juga menuntut pembatalan semua sanksi anti-Rusia yang dilakukan Barat. Mengenai perpecahan yang semakin mendalam antara Rusia, China, Korea Utara dengan negara-negara Eropa dan Barat, utusan Rusia mengatakan: “Orang-orang Eropa, Anda menyebut mereka sekutu, saya akan menyebut mereka antek.” Dia mengatakan bahwa negara-negara tersebut menolak mengakui munculnya pusat-pusat kekuatan baru dan bahwa “mereka berusaha mempertahankan dominasi yang mereka nikmati selama 500 tahun terakhir.” Mengatakan bahwa banyak negara yang ingin menjadi lebih menonjol dalam politik dunia, Nebenzia mengatakan hal tersebut tercermin dalam proses reformasi Dewan Keamanan. Pada awal konferensi pers, Nebenzia mengatakan situasi di Palestina “akan tetap menjadi sorotan” selama masa jabatan mereka sebagai presiden Dewan Keamanan. Dia juga mengumumkan bahwa akan ada tiga “acara penting” yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Acara pertama adalah debat tingkat menteri mengenai pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, sedangkan yang kedua adalah sesi tingkat tinggi mengenai kerja sama antara PBB dan organisasi-organisasi regional, serta yang ketiga adalah debat terbuka mengenai Timur Tengah. (pras) Baca juga :

Read More