Peran Nadiem Makarim dalam Kasus Chromebook hingga Total Kerugian Negara
Baca Juga: Kenapa Penggunaan Chromebook Di Sekolah Tidak Efektif? Simak Faktanya Berikut Ini!
Tanggapan Nadiem Makarim
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem Makarim menjalani penahanan dan serangkaian pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung. Meski demikian, Nadiem Makarim secara terbuka menyatakan dirinya tidak bersalah.
Ia menegaskan bahwa integritas dan kejujuran adalah prinsip utama dalam hidupnya. Melalui pernyataan kepada media, Nadiem berulang kali menyampaikan keyakinan bahwa kebenaran akan terungkap seiring berjalannya proses hukum.
Atas hal ini, tim kuasa hukum Nadiem mengajukan permohonan Praperadilan atas penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung. Namun, pada Oktober 2025, permohonan praperadilan tersebut ditolak oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang artinya menandakan proses penyidikan akan terus berlanjut.
Total Kerugian Negara
Total anggaran yang dialokasikan untuk program TIK Kemendikbudristek selama 2019-2022 mencapai sekitar Rp 9,9 triliun, yang sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan perangkat berbasis Chrome OS.
Selain kerugian finansial, kasus ini juga menimbulkan kerugian non-finansial karena tujuan digitalisasi pendidikan menjadi tidak tercapai secara optimal. Banyak laporan menyebutkan bahwa perangkat Chromebook yang didistribusikan tidak dapat digunakan secara maksimal di sekolah-sekolah, terutama di daerah yang tidak memiliki akses internet memadai, sehingga perangkat tersebut hanya menumpuk atau digunakan seadanya.
Penulis: Gita Rianti D Pratiwi
Editor: Satria S Pamungkas, Glancy Verona
Sumber Foto: https://dialeksis.com/polkum/kabar-terkini-nadiem-makarim-terkait-indikasi-kasus-pengadaan-chromebook/
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


