PBNU Siapkan Langkah Pencegahan Kekerasan di Pesantren
Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan langkah agar pondok pesantren terbebas dari kekerasan. Hal tersebut disampaikan Ketua PBNU Alissa Wahid dalam Diskusi Terarah dan Konsolidasi Rencana Strategis Penanganan Kekerasan.
Dia mengatakan, sudah banyak berita yang menyoroti kekerasan di pesantren dan tak jarang kekerasan itu dilakukan oleh pengasuh pondok, termasuk santri senior.
“Kita harus mengakui bahwa akhir-akhir ini berita tentang kekerasan di pesantren itu makin banyak, baik dilakukan oleh pengasuh maupun oleh santri senior kepada santri junior bahkan antarsantri yang setara,” terang Alissa.
Alissa Wahid menyampaikan bahwa PBNU sedang memikirkan faktor-faktor penyebab kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren.
“Kita sedang memikirkan apa saja sih budaya pesantren atau pemahaman-pemahaman di pesantren yang ternyata serakah ini justru membuat hal-hal seperti itu bisa terjadi? Misalnya soal kesalahan-kesalahan pandangan tentang kesalahan pemahaman tentang tawadhu,” ungkapnya.
Alissa juga memberikan contoh mengenai budaya senioritas yang menciptakan kesewenang-wenangan terhadap santri junior.
“Misalnya ketaatan kepada santri senior itu kemudian membuat santri seniornya menggunakan nilai-nilai itu, justru untuk melakukan kekerasan pada juniornya, nah hal-hal seperti itu yang kita sedang pikirkan,” paparnya.
Alissa juga menegaskan, persoalan mengenai kekerasan sangat sering terjadi, termasuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren dan menjadi persoalan yang bukan hanya penting, tetapi genting.
“Betapa persoalan kekerasan sangat tren termasuk kekerasan seksual di pesantren bukan hanya penting tetapi genting,” ujarnya.
Sebagai informasi, agenda diskusi ini diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU.
Acara ini juga turut dihadiri A’wan PBNU Nyai Hj Badriyah Fayumi, Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev, serta perwakilan badan otonom dan lembaga lainnya yakni Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN), Fatayat NU, Lembaga Bahtsul Masail (LBM), Muslimat NU, dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU). (wink)
Baca juga :
- LDKS MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi Diikuti 333 Siswa, Sukses Digelar di Bogor
- Peringati Hari Bumi: Relawan Rumah Zakat Bekasi Gelar VOGREEN dan Santunan di Muaragembong-Bekasi
- Animal Awarness Day: Hari Penguin Sedunia dan Pentingnya Peran Penguin bagi Ekosistem Global
- Peran SPEK Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Ekonomi Indonesia
- Selat Malaka Urutan Pertama Cokepoints Global Jalur Strategis Minyak Dunia
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


