Muhammadiyah Mulai Melaksanakan Puasa Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026: Penetapan, Metode dan Imbauan Sikap Bijak

Dengarkan Artikel Ini

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan dimensi spiritual puasa sebagai sarana pembinaan akhlak dan pengampunan dari Allah SWT.

Respons Masyarakat dan Kegiatan Ramadhan

Di berbagai daerah, warga Muhammadiyah telah menjalankan tarawih malam sebelumnya sebagai bagian dari menyambut puasa Ramadhan 1447 H. Di Jawa Barat, misalnya, lebih dari 400 masjid menggelar tarawih dengan 11 rakaat pada Selasa malam (17/2/2026).

Sementara di Jawa Timur, diperkirakan jutaan warga Muhammadiyah akan melaksanakan tarawih dan puasa sejak 18 Februari 2026 sesuai ketetapan PP Muhammadiyah.

Saling Menghormati Ijtihad

Penetapan awal Ramadhan 1447 H oleh Muhammadiyah pada 18 Februari 2026 diwarnai perbedaan dengan pemerintah yang menetapkan 19 Februari 2026.

Perbedaan ini terjadi akibat metode perhitungan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah. Meskipun demikian, pimpinan Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk saling menghormati ijtihad tiap pihak.

Dengan pemahaman yang matang dan sikap arif, umat Islam diharapkan menyambut puasa Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan.***

Editor : Thamrin Humris dan Toto Budiman

Foto : Istimewa

Sumber : Berbagai sumber


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca