Bank Indonesia Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Jadi Fondasi Stabilitas Ekonomi Nasional

Dengarkan Artikel Ini

Upaya menjaga stabilitas pasokan pangan juga terus diperkuat melalui sinergi antara Badan Pangan Nasional dan Bank Indonesia. Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, menyampaikan bahwa berbagai intervensi lapangan terus dilakukan melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

Hingga awal Juni 2026, program Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan lebih dari 5.200 kali di 36 provinsi. Selain itu, sebanyak 2.890 Kios Pangan telah beroperasi untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Program-program tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan gejolak harga pangan di berbagai wilayah.

Dunia Usaha Siap Perkuat Rantai Pasok Pangan

Dukungan terhadap sektor pangan juga datang dari dunia usaha. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, H. Mulyadi Jayabaya, menegaskan bahwa pelaku usaha siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.

“Kadin mendorong penguatan rantai pasok domestik dan harmonisasi regulasi pusat-daerah yang selama ini dinilai menghambat investasi di sektor pangan. Kami datang membawa solusi, investasi, dan kesiapan untuk bergerak bersama,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk meningkatkan investasi serta memperkuat ekosistem pangan nasional.

Ketahanan Pangan Indonesia Jadi Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, dunia usaha, akademisi, dan lembaga riset dalam menjaga stabilitas harga serta memperkokoh Ketahanan Pangan Indonesia. Upaya tersebut didukung oleh bauran kebijakan yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target pemerintah sebesar 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan produktivitas pertanian, inovasi teknologi pangan, serta pengendalian inflasi yang efektif, Ketahanan Pangan Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.**

Penulis dan Editor: Thamrin Humris

Sumber: Bank Indonesia

Foto Istimewa dok BI


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca