Tentara Israel Serang Warga Saat Sholat Dluhur

Dengarkan Artikel Ini

Agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak Oktober tahun lalu sejauh ini telah mengakibatkan 38.345 korban jiwa warga Palestina, dan 88.295 orang lainnya terluka. Ribuan lainnya dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, tidak dapat diakses oleh tim penyelamat dan ambulans.

Amjad al-Shawa, direktur Jaringan LSM Palestina, mengatakan pembantaian di al-Mawasi adalah “pesan dari Israel kepada dunia bahwa berulang kali mereka menargetkan warga sipil Palestina dimanapun mereka berada.”

“Daerah ini diserang berkali-kali; penuh dengan tempat berlindung dan tempat penampungan ini berisi ribuan tenda di mana anak-anak, wanita, orang tua tinggal di bawah tenda-tenda ini sebagai tempat yang aman,” katanya kepada Aljazirah di Deir el-Balah di Gaza tengah.

“Begitu banyak keluarga, yang mengungsi untuk ke-10 kalinya, mencari keselamatan dan keamanan,” katanya, seraya menambahkan bahwa serangan itu menunjukkan “kegagalan komunitas internasional untuk memberikan tekanan pada Israel agar menghentikan perangnya terhadap warga sipil Palestina”.

Dalam pernyataannya di X, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk “pembantaian” Israel di kamp pengungsi al-Mawasi dan Shati di Gaza. Kementerian tersebut meminta “negara-negara yang mendukung Israel untuk membangkitkan hati nurani dan moral mereka, dan berhenti menghalangi upaya internasional untuk mengakhiri perang genosida” di wilayah Palestina yang terkepung. (zul/AZ)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca