Ramadhan 2003 dan Ramadhan 2026: Amerika Rusak Ketenangan Ramadhan dengan Menyerang Irak dan Iran, Ayatollah Khamenei Syahid
Invasi militer ini menjadi awal dari periode ketidakstabilan panjang di Irak, dengan ribuan warga sipil tewas serta menghancurkan banyak infrastruktur, dan masih diperdebatkan sampai hari ini.
Serangan pada Ramadhan 2026 memicu kecaman internasional, termasuk reaksi keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebut agresi sebagai ancaman eskalasi besar di Timur Tengah, serta tekanan diplomatik agar kembali ke jalur negosiasi.
Rusia dan beberapa negara kritis terhadap tindakan AS–Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap negara berdaulat.
Kedutaan Iran bahkan membandingkan serangan tersebut dengan pengalaman Irak dan menunjukkan bahwa narasi “membantu rakyat” yang dipakai untuk membenarkan intervensi sering kali berujung pada penderitaan dan kerusakan bagi masyarakat sipil.
Baca juga : Masjid Pantai Bali, Ikon Smart Masjid di Pesisir Jembrana: Wisata Religi, Manasik Haji, dan Motor Ekonomi Umat : Ramadhan 2003 dan Ramadhan 2026: Amerika Rusak Ketenangan Ramadhan dengan Menyerang Irak dan Iran, Ayatollah Khamenei SyahidDampak terhadap Umat Islam di Timur Tengah
Kedua peristiwa ini — serangan ke Irak (2003) dan serangan bersama ke Iran (2026) — terjadi pada bulan suci Ramadhan, ketika umat Islam secara tradisional berharap damai dan keteraturan sosial. Banyak jamaah dan publik internasional melihat aksi militer tersebut sebagai “penghancuran ketenangan Ramadhan”, memperdalam trauma kolektif dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


