Puluhan Ribu Syahid di Gaza Melalui Pertimbangan Mesin AI

Dengarkan Artikel Ini

Menurut dosen di Hebrew University, Tal Mimran, The Gospel merupakan salah satu dari beberapa program AI yang dikembangkan Israel. Mimran sebelumnya bekerja untuk pemerintah Israel dalam mengembangkan siste penargetan untuk operasi militer.

Ia mengatakan, sistem AI Israel lainnya mampu mengumpulkan data intelijen penting dan mengklasifikasikannya secara otomatis. The Gospel sendiri, kata dia, tak cuma menargetkan manusia.

Sistem itu mampu menargetkan peralatan perang lawan. Misalnya alat peluncuran roket, hingga fasilitas yang ditempati pasukan Hamas.

Kecanggihan Gospel tak main-main. Jika intel tradisional bisa memproduksi target sekitar 30-100 dalam 300 hari, maka Gospel bisa menyodorkan 200 target dalam 10-12 hari. Artinya, Gospel bekerja 50 kali lebih cepat.

“Intinya, Gospel meniru cara kerja kelompok intelijen di masa lalu dengan lebih cepat,” bebernya. (zul)

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *