Pelajar Muslimah Perancis Tetap Dilarang Memakai Abaya
Menteri Pendidikan Perancis Gabriel Attal setuju dengan putusan pengadilan tersebut, dan menyebutnya sebagai keputusan penting bagi sekolah-sekolah di Prancis.
“Tujuan sekolah adalah menyambut semua siswa, dengan hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi atau stigmatisasi,” kata Attal.
Sebelumnya, dilaporkan hampir 300 siswi menentang larangan tersebut dan menolak melepas abaya mereka pada hari pertama tahun ajaran Prancis, Senin (04/09/2023). Menteri Pendidikan Gabriel Attal mengatakan sebagian besar setuju untuk berganti pakaian, tetapi 67 orang menolak dan dipulangkan.
Sementara itu, para guru dan siswa di sebuah sekolah menengah Perancis melakukan pemogokan sebagai protes terhadap larangan tersebut, Rabu (06/09/2023).
“Kami ingin menjauhkan diri dari kebijakan Islamofobia pemerintah,” demikian bunyi pernyataan kelompok protes di Sekolah Menengah Maurice Utrillo di Stains, Seine-Saint-Denis, timur laut Paris. (ht/AP)
Baca juga :
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


