Motaz Azaiza, Seorang Jurnalis Palestina Terpaksa Putuskan Mengungsi Keluar dari Gaza

Dengarkan Artikel Ini

Selain Motaz, jurnalis terkemuka lain di Gaza adalah Plestia Alaqad. Wanita berusia 21 tahun dari Gaza ini membagikan kabar terkini setiap harinya. Ia pun selalu merespons pertanyaan dari hampir 5 juta pengikutnya.

Menurut data Reporters Without Borders (RSF), lebih dari 80 jurnalis, sebagian besar warga Palestina, tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober. Dari jumlah tersebut, 18 jurnalis tewas saat bertugas.

Terkait itu, Komisioner Hak Asasi Manusia PBB menyatakan prihatin atas tingginya angka kematian pekerja media di Gaza.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mengatakan, 10 minggu pertama perang menjadi masa paling mematikan bagi jurnalis, di mana sebagian besar wartawan terbunuh di satu lokasi dalam satu tahun.

Sementara Pengadilan Kriminal Internasional, pada 9 Januari, mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki potensi kejahatan terhadap jurnalis sejak pecahnya perang Israel di Gaza.

Israel telah berulang kali membantah klaim membunuh jurnalis, dan mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan militan Hamas. Mahkamah Agung Israel pada 9 Januari menolak permintaan media internasional untuk akses gratis ke Gaza. (zul/AP)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca