Kisah Guru Jepang Takjub Melihat Islam dan Akhirnya Menjadi Muallaf
Saat memutuskan menjadi seorang Muslim, Takao berbagi kabar tersebut dengan keluarganya. Ibunya mengatakan bahwa dia “tidak menyukai gagasan itu”, sementara ayahnya memperingatkan putrinya tentang “sisi negatif” agama setelah dia pindah agama.
“Tetapi jika Anda siap untuk itu terjadi, yang perlu Anda lakukan hanyalah memikirkan masalah setelah Anda menerima doktrin tersebut,” katanya.
Takao akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat saat terjangkit Covid-19. Dia kemudian bertemu dengan tunangannya, seorang pria Muslim Malaysia. Pria tersebut membantu Takao memperkuat langkah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
“Rasa keanehan ini hanya mungkin karena saya baru masuk iman. Saya ingin selalu mengingat perasaan itu sejak saat ini dan seterusnya selama sisa jalan agama saya,” ujarnya.
Takao menambahkan, hidup dalam masyarakat Jepang juga bukannya tanpa kesulitan. Dirinya dapat lari ke dunia Islam jika merasa mereka tak tertahankan, sekarang dia memiliki dua masyarakat yang terbuka.
Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Pada 2010, statistik menunjukkan jumlah jamaah Muslim di Jepang mencapai 110.000. Pada akhir 2019, jumlahnya meningkat menjadi 230.000 (termasuk sebanyak 50.000 mualaf Jepang). (yen)
Baca juga :
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


