Ketakutan dan Trauma Warga di Lebanon
Ketegangan sektarian dan ingatan akan perang masih membekas sampai sekarang.
“Ada warisan psikologis yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan akan terus ada kalau orang tersebut nggak berusaha memperbaiki dirinya secara psikologis,” kata Assaf.
Kadang, hanya butuh satu ledakan sonik di atas Beirut buat memicu serangan panik.
Manal Syriani, ibu dari Eidan yang berusia 4 tahun, adalah contoh nyata. Traumanya dipicu oleh ingatan akan ledakan di pelabuhan.
“Ga ada tindak lanjut, nggak ada keadilan, nggak ada yang ngasih tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata Syriani, yang bekerja di industri perhotelan.
“Sekarang ada anak yang bergantung padaku, jadi gimana caranya aku bikin dia merasa aman? Maksudku, apa aja bisa terjadi. Dia bisa lagi main di luar, terus ada peluru jatuh, habis sudah.”
Dia mencari ketenangan di gereja.
“Ketenangan ini yang aku cari, inilah yang bikin aku… yang bikin aku terus semangat buat jalanin siklus yang sama, buat ngelewatin semua ini lagi.”
(zul/AP)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


