Israel Serang dan Hancurkan Pusat Arsip di Gaza yang Sudah Berusia 150 tahun

Dengarkan Artikel Ini

“Dokumen-dokumen ini, yang sudah ada sejak lama, dibakar, menjadikannya abu, menghapus sebagian besar ingatan kita tentang Palestina,” ujar Al-Sarraj.

Serangan yang dilakukan oleh Israel ini sebagai bagian dari penargetan terhadap rakyat Palestina dan segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai, warisan, budaya dan identitas mereka. Israel menargetkan tugu peringatan di beberapa provinsi sejak dimulainya perang awal bulan lalu, termasuk Tugu Peringatan Para Martir Kapal Marmara di Gaza Port, monumen peringatan mendiang jurnalis Shireen Abu Akleh di Kamp Pengungsi Jenin, dan monumen peringatan mendiang Presiden Yasser Arafat di Tulkarem, Tepi Barat.

Perpustakaan utama di Jalur Gaza juga tak luput dari serangan mesin perang Israel yang mengebomnya saat penggerebekan yang menyasar Kota Gaza sejak pecahnya perang pada 7 Oktober. Perpustakaan, yang dikenal sebagai Gedung Kantor Umum, adalah yang terbesar di Jalur Gaza, yang berisi dokumen dan buku sejarah. Juru bicara Kotamadya Kota Gaza, Hosni Muhanna, penduduk Gaza menganggap perpustakaan itu sebagai kenangan negara dan masa kini.

Tentara Israel telah mengubah sebuah bangunan Palestina menjadi sinagoga Yahudi selama operasi darat mereka di Gaza utara. The Jerusalem Post mengatakan, tentara Israel telah mendirikan sinagoga di jantung Jalur Gaza selama invasi darat.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca