Israel Serang dan Hancurkan Pusat Arsip di Gaza yang Sudah Berusia 150 tahun

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Kepala Kotamadya Gaza, Yahya Al-Sarraj pada Jumat (01/12/2023) mengatakan, zionis Israel telah menghancurkan Pusat Arsip Gaza yang berisi ribuan dokumen sejarah berusia lebih dari 150 tahun. Al-Sarraj mengatakan, tentara zionis menargetkan Pusat Arsip untuk dihancurkan bisa menimbulkan bahaya besar bagi kota Gaza, karena di dalamnya terdapat ribuan dokumen bernilai sejarah bagi masyarakat

“Dokumen-dokumen ini mewakili bagian integral dari sejarah dan budaya kita. Pusat Arsip memuat denah bangunan kuno bernilai sejarah dan dokumen tulisan tangan tokoh bangsa ternama,” terang Al-Sarraj.

Al-Sarraj mengatakan, pendudukan Israel menargetkan banyak bangunan, termasuk pusat kebudayaan besar dan monumental, serta taman umum milik pemerintah kota. Sasarannya termasuk Pusat Kebudayaan Sejarah Rashad Al-Shawwa, sebuah pusat yang sangat penting yang mencakup teater dan perpustakaan pusat.

Pendudukan Israel juga menargetkan Dewan Legislatif Palestina dan monumen peringatan di Taman Peringatan Prajurit Tak Dikenal (Al-Jundi Al-Majhol). Al-Sarraj mengatakan, upaya pendudukan Israel untuk menghancurkan segala sesuatu yang indah, menghapus ingatan orang Palestina, dan menerapkan kebijakan yang mengaburkan masyarakat, membuat kota-kota Palestina tidak dapat dihuni.

“Dokumen-dokumen ini, yang sudah ada sejak lama, dibakar, menjadikannya abu, menghapus sebagian besar ingatan kita tentang Palestina,” ujar Al-Sarraj.

Serangan yang dilakukan oleh Israel ini sebagai bagian dari penargetan terhadap rakyat Palestina dan segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai, warisan, budaya dan identitas mereka. Israel menargetkan tugu peringatan di beberapa provinsi sejak dimulainya perang awal bulan lalu, termasuk Tugu Peringatan Para Martir Kapal Marmara di Gaza Port, monumen peringatan mendiang jurnalis Shireen Abu Akleh di Kamp Pengungsi Jenin, dan monumen peringatan mendiang Presiden Yasser Arafat di Tulkarem, Tepi Barat.

Perpustakaan utama di Jalur Gaza juga tak luput dari serangan mesin perang Israel yang mengebomnya saat penggerebekan yang menyasar Kota Gaza sejak pecahnya perang pada 7 Oktober. Perpustakaan, yang dikenal sebagai Gedung Kantor Umum, adalah yang terbesar di Jalur Gaza, yang berisi dokumen dan buku sejarah. Juru bicara Kotamadya Kota Gaza, Hosni Muhanna, penduduk Gaza menganggap perpustakaan itu sebagai kenangan negara dan masa kini.

Tentara Israel telah mengubah sebuah bangunan Palestina menjadi sinagoga Yahudi selama operasi darat mereka di Gaza utara. The Jerusalem Post mengatakan, tentara Israel telah mendirikan sinagoga di jantung Jalur Gaza selama invasi darat.

Jerusalem Post tidak merinci lokasi bangunan yang diubah menjadi sinagoga tersebut. Tetapi surat kabar itu menerbitkan foto pintu masuknya, yang dilengkapi dengan tanda besar bertuliskan “Kuil Abraham.” Sementara foto lainnya menunjukkan interior yang dilengkapi dengan kursi, meja, dan buku-buku agama Yahudi.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca