Ingin Kuasai Jagad Maya, Israel Bangun Digital Dome untuk Perang di Sosial Media
Saat ini, mereka berupaya menyaring sejumlah besar informasi yang dinilai tidak benar yang beredar di jagat maya. Frost mengatakan, hingga saat ini organisasi itu telah mengumpulkan lebih dari 20 ribu laporan berita palsu di media sosial.
Penyaringan awal dilakukan oleh relawan berdedikasi yang mengidentifikasi dan meneruskan konten yang jelas-jelas melanggar pedoman komunitas platform media sosial. Laporan tersebut kemudian disempurnakan lebih lanjut oleh tim terpisah sebelum diserahkan langsung ke platform.
Frost mengatakan, penyebaran informasi yang cepat saat ini bertentangan dengan proses penting penyelidikan menyeluruh, verifikasi, dan penyampaian informasi yang dapat dipercaya kepada publik. Dia memberikan contoh dengan seorang jurnalis Israel membagikan video lama yang memperlihatkan sebuah roket tidak berfungsi di langit, sehingga menimbulkan tuduhan bahwa Israel berusaha menutupi tindakannya.
Pada hari yang sama, halaman Facebook yang mengaku sebagai halaman resmi IDF menyombongkan diri dan mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut, sehingga menyesatkan banyak orang.
“Sangat penting untuk menyadari bahwa platform media sosial memiliki kemampuan, baik dalam teknologi, sumber daya manusia, atau sumber daya keuangan untuk meminimalkan penyebaran disinformasi,” lanjut Frost.
Tapi Frost menyatakan, banyak yang memilih untuk tidak menerapkan langkah-langkah tersebut dan kebijakan yang ada gagal meminimalkan misinformasi dan disinformasi secara efektif.
“Khususnya, platform seperti X telah mengurangi tim kepercayaan dan keselamatan mereka yang sudah sangat kekurangan staf,” paparnya.
FakeReporter didirikan sekitar tiga tahun lalu dan dijalankan oleh Achiya Schatz. Sebelum perang, lembaga ini fokus membantu orang-orang yang menjadi sasaran pelecehan daring karena berani menentang korupsi pemerintah.
Sebelum FakeReporter, Schatz adalah juru bicara sebuah organisasi bernama Breaking the Silence. Organisasi ini menerbitkan kesaksian anonim tentara Israel yang mengklaim bahwa mereka menyaksikan pelanggaran etika selama bertugas di Tepi Barat dan Gaza.
“Anggap saja ini sebagai Iron Dome digital, yang melindungi kita semua dan menggagalkan siapa pun yang mencarinya untuk menyakiti kita,” pungkas Schatz menjelaskan tentang kehadiran Digital Dome dikutip dari calcalistech.(zain/AA)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


