Dengan Menggunakan Sepeda, Pelajar Asal Guinea Berkeinginan Menuntut Ilmu ke Kairo
Dalam perjalanannya, Barry mengungkapkan pernah ditahan tiga kali. Dua kali di Burkina Faso, dan satu kali di Togo.
Di sana, pasukan keamanan menahannya selama sembilan hari tanpa dakwaan sebelum melepaskannya seharga 56 dollar AS atau sekira Rp900.000.
“Itu semua uangnya untuk sisa perjalanan. Saya sering tidur di semak-semak karena saya takut dengan orang-orang di kota. Saya pikir mereka akan mengambil sepeda dan melukai saya.” lanjutnya.
Nasib Barry kembali berubah di Chad. Di sana, seorang dermawan lokal, yang membaca tentang perjalanannya secara online, menawarkan untuk menerbangkannya langsung ke Mesir dan menghindari pertempuran di Sudan.
Barry tiba di Kairo pada tanggal 5 September dan beberapa hari kemudian menerima beasiswa penuh ke Al-Azhar.
Ia berniat kembali ke Guinea setelah studinya selesai, untuk menyebarkan agama Islam.
“Saat saya kembali ke negara saya, saya ingin menjadi seseorang yang mengajarkan Islam dan memberi tahu orang-orang bagaimana melakukan hal-hal baik,” pungkasnya. (ris/AFP)
Baca juga :
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
- Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
- RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


