Filter Berita

All
berita-dunia
berita-nasional
khazanah
sejarah
tasawuf

Banjir Genangi Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta

Banjir akibat hujan deras kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada Senin (12/1/2026). BPBD DKI Jakarta mencatat puluhan ruas jalan dan wilayah RT terendam, berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas warga. Simak update terkini kondisi banjir dan respons instansi terkait. Jakarta — 1miliarsantri.net: Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pagi hari pada Senin (12 Januari 2026), menyebabkan genangan air di banyak ruas jalan dan area pemukiman. Curah hujan yang turun sejak dini hari menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga permukaan jalan terlihat terendam di sejumlah titik ibu kota. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, hingga siang hari Senin tercatat 32 ruas jalan di Jakarta Utara masih terendam air akibat hujan deras sejak pagi. Selain itu, terdapat juga genangan air di wilayah rukun tetangga (RT) yang tersebar. Beberapa ruas jalan yang terdampak banjir meliputi: Jalan Taman Stasiun (Tanjung Priok) Jalan Sunter Indah Raya, Jalan Swasembada Raya RW 14, Jalan Kebon Bawang VI, Jalan Yos Sudarso depan Altira, Jalan RE Martadinata depan Stasiun Ancol dan beberapa jalan lainnya di wilayah Penjaringan serta Pademangan. Dampak Flooding terhadap Aktivitas Pemerintah dan Lalu Lintas Genangan air di ruas jalan utama tak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada pelayanan transportasi publik maupun aspek lain kehidupan kota. Hujan deras membuat sebagian ruas jalan tergenang sehingga kendaraan harus melaju pelan atau menghindari jalan tertentu. Akibatnya, terjadi gangguan pada arus lalu lintas di beberapa wilayah terdampak. Data Terbaru dari BPBD DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta, menyatakan bahwa penanganan banjir di Jakarta memerlukan koordinasi yang kuat antara instansi terkait dan kesiapan alat kerja seperti pompa air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan puluhan pompa baik portable maupun mobile pump untuk mempercepat pengosongan genangan air. Prinsipnya, kondisi hujan ekstrem ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra demi menekan dampak negatif yang dirasakan masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa penanggulangan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis dan harus dipersiapkan secara menyeluruh sejak awal. “Memang, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa sporadis,” kata Pramono di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, 12 Januari 2025. Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini siaga dengan total 1.200 pompa stasioner dan pompa bergerak untuk mengantisipasi genangan air dan banjir akibat curah hujan tinggi. “Yang terpenting sekarang adalah kami telah menyiapkan sekitar 600 pompa portabel, 600 pompa bergerak, dan jika melihat curah hujan saat ini seperti ini, pasti sudah banjir di mana-mana,” kata Pramono. Faktor Penyebab Banjir di Jakarta Banjir yang terjadi merupakan dampak dari kombinasi beberapa faktor, antara lain: Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada hari ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan warga dan kebijakan penataan kota yang efektif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi teknis terus memantau kondisi dan berupaya mempercepat surutnya genangan agar dampak pada aktivitas warga dapat diminimalkan.*** Editor : Thamrin Humris & Toto Budiman Foto istimewa Sumber : berbagai sumber

Read More

GPIB dan SMAN 11 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Radikalisme Era Digital

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru “GPIB” DPW DKI Jakarta bersama SMAN 11 Jakarta menggelar penyuluhan anti-bullying dan pencegahan radikalisme era digital untuk melindungi siswa dan membangun sekolah yang aman, ramah anak, dan berkeadaban. Jakarta –  1miliarsantri.net: Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bekerja sama dengan SMAN 11 Jakarta Timur menyelenggarakan acara penyuluhan Anti-Bullying dan Kekerasan dalam Lingkungan Sekolah (PABK), serta penyuluhan Pencegahan Radikalisme di Era Digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan dan harmoni di lingkungan sekolah, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten. Penyuluhan anti-bullying dan kekerasan di sekolah, disampaikan oleh Yulina Dewi, SH, MH – salah satu pengurus GPIB DPW DKI Jakarta yang juga berprofesi sebagai jaksa di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Tujuan Penyuluhan Giat penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang perundungan, memberikan pemahaman akan dampak buruknya bagi korban dan pelaku, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghormati. Siswa juga diajarkan cara mencegah, melawan, dan melaporkan kasus bullying agar dapat tumbuh optimal secara fisik dan mental. Melalui penyuluhan, peserta dapat memahami definisi bullying, bentuk-bentuknya (fisik, verbal, siber), serta dampaknya (trauma, rendahnya rasa diri, gangguan mental). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk: Acara penyuluhan berlangsung menarik ditandai dengan antusiasnya pasa siswa SMAN 11 Jakarta Timur mengikuti keseluruhan rangkaian acara, yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Dra. Penina Sianmbela, Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang, Wakil Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dani Hendro, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur Mohamad Amin, serta Handoko A dari Kesbangpol, Yudhi dari Kesbangpol, Devi Sarasaty dari Kesbangpol dan Rini Humas Komite Sekolah SMA 53 Jakarta. Turut hadir, Doli Arusdin Situmeang Guru SMAN 11 Jakarta Timur, Yosep Dian Sulistyo Guru SMAN 11 Jakarta Timur, Agung Bintang Karang Pengurus DPP GPIB, Yenti Sofia Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, Sekretaris DPW Nurhayati, Bendahara DPW Rahayu Desy Leni SE, Wakil Bendahara DPW Lina Herlina, Ketua OKK GPIB DPW DKI Jakarta Nani Wijaya, Suhana Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, dan Titik Suparti Humas DPW DKI Jakarta. Sambutan dan Harapan Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur Dra. Penina Sinambela, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur, menyampaikan apresiasinya, “Terima kasih kepada tim GPIB yang telah mengedukasi anak-anak. Mudah-mudahan materi yang disampaikan bermanfaat.” Diapun melanjutkan, “Kadang kondisi anak yang tampak damai justru menyembunyikan masalah, dan mereka sering tidak berani melaporkan.” “Jika ada yang merasa mengalami kekerasan baik secara verbal maupun fisik, saya siap menjadi pendengar. Jangan menyimpan atau menyembunyikannya. Jika mau membuka diri, itu akan sangat membantu. Mudah-mudahan anak-anak paham untuk segera berbagi kepada wali kelas, guru BK, guru bidang studi, atau kepala sekolah. Terima kasih banyak, semoga kerjasama ini berlanjut kedepannya”, pungkasnya. GPIB dan Program Penyuluhan Anti Bullying dan Pencegahan Radikalisme Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih kepada Yulina Dewi, SH, MH dan pihak sekolah yang telah memberikan izin untuk penyuluhan. Agung Karang menngatakan, “Kegiatan roadshow anti-bullying dan kekerasan ini telah dilakukan di SMA 53 dan SMA 49 Jakarta, kemudian kali ini di SMAN 11 Cakung Jakarta Timur, tanggal 8-1-2026 SDN 16 Klender Jakarta Timur dan tgl 14-1-2026 SMPN 167 Jakarta Timur dan akan berlanjut hingga beberapa sekolah bulan Februari.” “GPIB sangat peduli dengan siswa di berbagai jenjang pendidikan untuk mencegah bullying. Pemicu kegiatan ini adalah kejadian ledakan bom di SMA 72, sehingga kami ingin mencegah terjadinya hal serupa dengan mengunjungi sekolah-sekolah,” jelasnya. Sistem dan Strategi Anti Bullying dan Pencegahan Radikalisme Yulina Dewi, SH, MH, salah satu pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, yang juga berprofesi sebagai jaksa di Kejagung RI, menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk memberikan wawasan kepada siswa SMAN 11 mengenai kekerasan di sekolah. Lebih lanjut dia menegaskan, “Di era transformasi digital ini, anak-anak menghadapi berbagai problematika terkait kekerasan di sekolah yang dapat menimbulkan trauma dan dampak pada kesehatan mental baik bagi korban maupun pelaku.” Menurutnya, diperlukan sistem dan strategi yang terkoordinasi antara sekolah, Pemprov DKI, dan pihak terkait seperti GPIB. “Siswa adalah sumber emas bangsa yang harus menjadi kader cerdas, bekerja keras, dan mendapatkan perlindungan yang baik agar dapat belajar dalam suasana yang nyaman, tenang, dan inklusif. “ “Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan komunitas sangat diperlukan untuk mewujudkannya,” tambahnya. Yulina berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan sinergi yang baik untuk membangun antisipasi dan menghasilkan generasi yang cerdas pada tahun 2045. “Saya ucapkan semangat kepada Pak Agung dalam memperjuangkan misi dan visi pendidikan Indonesia, serta siap memberikan dukungan dan pengetahuan yang diperlukan,” tandasnya. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, hadir dalam acara tsb Muhammad Amin ketua komite sekolah SMAN 11 yg juga sebagai Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur, Dani Hendro Pradiatmoko wakil ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Rahayu Desi Leni, Nurhayati, Suhana, Nani Wijaya, Yenti, Titik Suparti, Lina serta acara diakhiri dengan sesi foto bersama.** Sumber : Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang Foto istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More

Breaking News: Gempa 7.1 Magnitudo Di Kepulauan Talaud Tidak Berpotensi Tsunami

Melonguane, Talaud – 1miliarsantri.net: Gempa bumi dengan kekuatan 7.1 Magnitudo terjadi di laut, namun belum ada laporan resmi berpotensi tsunami. Informasi gempa disampaikan oleh BMKG melalui platform media sosial Telegram dan aplikasi resmi WRS-BMKG. Gempa tektonik terjadi malam ini, Sabtu 10 Januari 2026 pukul 21.58.25 WIB, terjadi di wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,76° LU ; 126,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara. BMKG mengungkapkan, gempa terjadi pada kedalaman 31 km.Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal Info Gempa dirasakan mag:7.1, lokasi:Pusat gempa berada di laut 52 km tenggara Melonguane, waktu:10-Jan-26 21:58:25 WIB, pada kedalaman 17 Km, gempa ini dirasakan(MMI):III-IV Tobelo, III-IV Sitaro, II-III Ternate, II-III Minahasa Utara, II-III Bitung, III Morotai.*** Editor : Thamrin Humris Foto : Tangkapan layar WRS-BMKG dan InaTEWS_BMKG

Read More

Kilas Balik Palestina 2025: Tipu Daya Perdamaian, Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel, dan Luka Kemanusiaan

Kilas balik konflik Palestina sepanjang 2025: pelanggaran gencatan senjata Israel, korban tewas dan luka, serta dampak pengungsian ratusan ribu warga Gaza. Mengapa solusi dua negara dan rencana perdamaian belum membawa keadilan hakiki. Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Momentum pergantian tahun Masehi dari tahun 2025 dan mengawali tahun baru 2026, 1miliarsantri.net menyajikan ulasan tentang kondisi Palestina. Hingga saat ini zionis Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata dan kejahatan kemanusiaan yang berdampak pada rakyat Palestina, dilakukan rezim Netanyahu dihadapan mata dunia dan PBB yang seolah-olah tak bernyali menghentikannya. Artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika konflik sepanjang 2025, termasuk pelanggaran gencatan senjata Israel, jumlah korban tewas, luka dan pengungsi, serta gambaran situasi kemanusiaan yang terus memburuk. Harapan yang Terus Menguap di Palestina Sepanjang 2025, harapan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dan kehidupan manusiawi terus diuji. Alih-alih solusi damai yang adil, berbagai upaya penyelesaian justru membawa lebih banyak penderitaan. Konflik yang berlangsung telah menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap penduduk sipil, terutama masyarakat di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel Terus Meningkat Pada Oktober 2025, sebuah gencatan senjata di Gaza mulai diberlakukan sebagai bagian dari Comprehensive Plan yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump dan didukung beberapa negara termasuk Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab, serta mendapat perhatian dari negara-negara seperti Indonesia. Namun data dari Gaza Government Media Office menunjukkan bahwa gencatan senjata tersebut sering dilanggar oleh pasukan Israel. Sejak 10 Oktober 2025, setidaknya 875 pelanggaran dicatat, termasuk tembakan langsung ke warga sipil, serangan artileri, dan pembongkaran rumah-rumah warga. Laporan lain juga mencatat ratusan pelanggaran harian, dengan jumlah total pelanggaran yang dapat mencapai hampir 400 hingga lebih dari 900 kali dalam beberapa minggu setelah gencatan senjata. Data ini menunjukkan bahwa implementasi gencatan senjata sering kali hanya terjadi secara nominal, sementara di lapangan aksi militer terus berlangsung, menimbulkan ketidakamanan dan trauma mendalam bagi warga Gaza. Jumlah Korban: Kematian, Luka, dan Kehilangan 70.000 Syahid dan Ratusan Ribu Korban Luka-Luka Data resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina dan badan statistik menunjukkan angka korban yang sangat tinggi: Selama gencatan senjata sejak Oktober 2025, puluhan hingga ratusan warga Gaza terus menjadi korban. Dalam beberapa laporan, setidaknya 411 warga tewas dan lebih dari 1.100 lainnya luka terluka akibat pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut. Dampak Kemanusiaan yang Luas Melansir Anadolu Ajansi, pengungsian massal merupakan salah satu dampak paling menghancurkan dari konflik ini. Menurut laporan UN, setelah runtuhnya gencatan senjata awal, hampir 400.000 warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Sebelumnya, laporan lain memperkirakan total pengungsi mencapai lebih dari 1,9 juta orang, yaitu sekitar 90% dari populasi Gaza, yang kehilangan rumah, harta dan akses terhadap kebutuhan dasar. Pelaporan Pelanggaran HAM dan Situasi Kemanusiaan Mengutip Pusat Informasi Palestina, berbagai organisasi hak asasi manusia serta pengamat internasional menyatakan bahwa tindakan militer yang terus berlangsung—termasuk serangan terhadap kawasan sipil, penembakan langsung, dan pembatasan akses kemanusiaan—dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Bahkan beberapa kelompok menyebutnya sebagai pola perilaku yang konsisten dan sistematis. Bukan hanya itu, upaya bantuan kemanusiaan sering terhambat oleh pembatasan akses, penutupan perlintasan, dan larangan bagi beberapa organisasi kemanusiaan dari beroperasi secara efektif di wilayah konflik, sebagaimana diberitakan The Guardian. Solusi Dua Negara dan Kompleksitas Politik Munculnya gagasan “solusi dua negara” sebagai pemecahan konflik sering dianggap sebagai alternatif. Namun bagi banyak rakyat Palestina, konsep ini sering dinilai sebagai solusi yang tidak adil dan tidak realistis, karena tidak menjamin kedaulatan penuh atas tanah mereka sendiri dan sering kali terlihat sebagai kompromi yang memaksa. Rencana perdamaian 20 poin yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada 29 September 2025 bersama pemerintah Israel juga menuai kritik tajam dari kelompok kemanusiaan dan rakyat Palestina karena dianggap memperkuat pendudukan dan mengurangi peluang atas kedaulatan yang sejati. Harapan Kemanusiaan yang Tak Boleh Padam Kilas balik konflik Palestina sepanjang 2025 menunjukkan bahwa perdamaian yang sejati masih sangat jauh dari jangkauan. Pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung, jumlah korban manusia yang tinggi, serta penderitaan jutaan pengungsi menunjukkan bahwa pendekatan militer dan politik saat ini belum mampu menghadirkan solusi yang menghormati martabat dan hak asasi rakyat Palestina. Kemanusiaan harus menjadi pusat dari setiap upaya perdamaian. Dunia perlu mendengarkan suara rakyat Palestina yang telah lama hidup di bawah tekanan konflik, bukan hanya narasi politik yang sering mengabaikan realitas di lapangan.*** Sumber : Berbagai sumber Foto istimewa Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Ole Romeny: Striker Timnas Indonesia yang Sepak Bola Bukan Sekadar Pilihan, Tapi Pulang ke Asal

Perjalanan karier Ole Romeny dari naturalisasi, perjuangan cedera, dan bagaimana membela Timnas Indonesia adalah lebih dari pilihan profesional — ini adalah soal kembali ke asal dan kebanggaan tanah air. Jakarta – 1miliarsantri.net: Ole Romeny, striker berdarah Medan yang kini menjadi sorotan di Timnas Indonesia, bukan sekadar pemain naturalisasi biasa. Baginya, sepak bola adalah cerita tentang pilihan hidup, perjuangan, dan kembali ke akar keluarga yang membentuk identitasnya. Pemain kelahiran Belanda ini memilih membela Timnas Indonesia setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Februari 2025, mengucapkan sumpah di London sebelum debut internasionalnya di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski besar di Eropa, Romeny merasa terhubung dengan tanah air neneknya dari Medan — sebuah alasan kuat yang membuatnya mantap mengenakan seragam Garuda. “Ini bukan hanya tentang pilihan. Ini tentang pulang ke asal dan membanggakan orang-orang yang percaya pada saya, termasuk keluarga saya di Indonesia,” tulis salah satu postingan di akun Facebook yang viral di kalangan suporter. (Sumber: Facebook/Share Post) Debut Internasional — Momen Tak Terlupakan Debut Romeny bersama Timnas Indonesia terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Australia, di mana ia mencetak gol meski tim kalah. Ia kemudian kembali jadi pahlawan saat Indonesia menang 1-0 atas Bahrain dan mencatatkan satu lagi gol penting melawan China. Keduanya menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa keputusannya membela Indonesia bukan sekadar simbol, tetapi kontribusi nyata di level internasional. “Rasanya luar biasa bisa mencetak gol di jersey merah putih. Ini lebih dari sekadar angka di statistik — ini tentang mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Ole dalam sebuah wawancara yang dibagikan lewat platform media sosialnya. (Sumber: Facebook/Share Post) Perjuangan di Luar Lapangan: Cedera & Dedikasi Tanpa Kompromi Romeny sempat mengalami cedera parah saat tur pra-musim di Indonesia, akibat tekel keras di sebuah laga Piala Presiden 2025. Cedera ini membuatnya menjalani operasi dan proses rehabilitasi panjang yang membuatnya absen di beberapa pertandingan penting Timnas. “Saya fokus penuh pada pemulihan. Ini bukan hanya tentang kembali ke lapangan, tapi tentang berada dalam kondisi terbaik untuk Indonesia, bukan sekadar klub.” Pelatih Timnas, saat itu Patrick Kluivert, bahkan memuji etos latihnya yang tinggi: “Dia berlatih sangat keras untuk bisa berada di titik ini,” katanya menjelang laga kualifikasi melawan Arab Saudi, memperlihatkan kembali bahwa Romeny adalah pilar penting di lini serang Garuda meski sempat absen panjang. Lebih dari Sekadar Sepak Bola: Identitas & Kebanggaan Nasional Kisah Ole Romeny bukan hanya soal statistik pertandingan atau jumlah gol yang dicetak. Ini adalah kisah tentang identitas, pilihan hidup, dan ikatan emosional antara seorang atlet dengan tanah airnya, meskipun ia dilahirkan dan besar di Eropa. Bagi jutaan suporter Indonesia, Romeny adalah simbol harapan — bukan sekadar pemain naturalisasi, tetapi bukti bahwa sepak bola bisa menjadi jalan untuk menyatukan budaya, ingatan keluarga, dan kebanggaan nasional. Sumber: Facebook, Wikipedia dan sumber lainnya Catatan : Tulisan ini merupakan opini redaksi 1miliarsantri.net dari berbagi sumber. Foto istimewa Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP

Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit. Dari Masjid Jogokariyan, Masjid Al-Falah Sragen, menuju Masjid Pantai Bali Sebagaimana jejak dakwah Pak Kyai Jazir yang tak pernah mengenal batas geografis, gerakan ini bermula dari Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Al-Falah Sragen, lalu dipusatkan selama 3 hari di Masjid Pantai Bali, desa Cupel, kec. Negara, kab. Jembrana, provinsi Bali. Masjid Pantai Bali menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemasjidan: amanah, kebersamaan, transparansi, pelayanan jamaah, dan keberpihakan pada umat (Muslim dan Non Muslim) dapat tumbuh dan bersemi secara harmonis di mana pun, bahkan di wilayah dengan tantangan sosial dan demografis yang besar. Melanjutkan, Bukan Sekadar Mengenang Pak Kyai Jazir Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini bukan hanya dengan mengenang, do’a dan air mata, tetapi dengan melanjutkan kerja-kerja sunyi beliau: memakmurkan masjid,menguatkan jamaah,menjaga amanah tanpa kompromi, dan menjadikan masjid benteng moral bangsa. Melanjutkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini adalah bentuk nyata bahwa api perjuangan itu tidak akan padam, dan estafet dakwah terus berjalan dari generasi ke generasi. Dari Masjid untuk Negeri Ketika masjid bersih, jamaah akan jujur.Ketika jamaah jujur, kepemimpinan akan lahir dengan integritas.Dan ketika integritas menjadi budaya, negeri akan bersih dari korupsi dan kebusukan moral. Inilah pesan yang diwariskan oleh Pak Kyai Jazir kepada kita semua:Jika ingin mengubah negeri, mulailah dari masjid. Semoga Allah SWT menerima amal jariyah almarhum Pak Kyai Jazir,melapangkan kuburnya, menerangkan jalannya,dan menjadikan kami penerus perjuangan beliaudalam memuliakan masjid dan membangun peradaban yang Rahmatan lil ‘Alamiin.Aamiin.*** Sumber : Firmansyah Dimmy-Masjid Pantai Foto istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More

Prof Dr H Haedar Nashir: Menegakkan Kedaulatan Indonesia

Menegakkan kedaulatan Indonesia di tengah arus liberalisasi, dominasi asing, dan oligarki dengan menegaskan kemandirian bangsa serta pengelolaan SDA berkeadilan. Catatan kritis dari tokoh nasional Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si, di penghujung tahun 2025. Jakarta – 1miliarsantri.net: Masalah kedaulatan masih menjadi agenda krusial di negeri tercinta Indonesia. Berbagai masalah seperti tenaga kerja asing, investasi proyek-proyek nasional, impor segala komoditi, keberadaan perusahaan-perusahaan asing, pengelolaan sumberdaya alam, dan sejumlah kebijakan yang lebih pro pihak luar masih menjadi persoalan serius dari penyelenggaraan Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Isu terakhir soal dokter dan rumah sakit asing, selain kehadiran lembaga-lembaga pendidikan luar negeri yang makin terbuka di negeri ini. Sementara itu penyelenggaraan pemerintahan yang terkait dengan perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan yang liberal dan pragmatis berdampak pada memperlemah eksistensi rakyat, negara, dan tanah air Indonesia juga masih menjadi sorotan dan persoalan nyata dalam perikehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Makin kuatnya praktik oligarki politik dan oligarki ekonomi yang menyebabkan kerentanan bagi rakyat dan hajat hidup kepentingan bangsa dan negara juga menjadi masalah serius yang menyentuh kedaulatan rakyat dan kedaulatan negara yang semestinya dijaga bersama sejalan konstitusi. Berdaulat bukan berarti serba anti dan hidup mengisolasi, tetapi Indonesia  ditegakkan dan dibangun dengan asas kemandirian, kemampuan, dan jatidiri sehingga bebas menentukan nasib sendiri. Termasuk dalam mengelola sumberdaya alam dilakukan dengan pertanggungjawaban yang tinggi, lebih banyak mendayagunakan sumberdaya anak negeri, serta dibangun tanpa merusak. Sumber Daya alam tidak untuk dibiarkan karena Tuhan memberikannya untuk dikelola oleh manusia sebagaimana fungsi kekhalifahan di muka bumi. Tujuan Nasional Indonesia harus berdaulat baik secara domestik maupun dalam posisi dengan relasi antarnegara. Indonesia ke dalam dan ke luar harus berdaulat. Salah satu tujuan dari kemerdekaan Indonesia tahun 1945 ialah Indonesia yang berdaulat, sebagai satu mata rantai dari tujuan dan cita-cita nasional yaitu “Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Negara berdaulat menurut Hukum Internasional merupakan kesatuan yang memiliki penduduk permanen, wilayah tetap, pemerintah, dan kapasitas untuk masuk ke dalam hubungan dengan negara-negara lain yang berdaulat. Negara berdaulat adalah negara yang tidak bergantung pada kekuatan negara lain dan bukan menjadi bagian atau milik dari negara lain. Indonesia pasca kemerdekaan semestinya berdiri tegak lurus sebagai negara berdaulat dan tidak boleh menjadi negara tidak berdaulat. Negara berdaulat bukan komprador atau kaki-tangan negara asing. Mohammad Hatta pernah menyatakan, “Lebih suka  Aku melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan, daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi suatu negara asing”. Para penyelenggara negara serta seluruh elite bangsa penting memiliki kesadaran dan komitmen tinggi akan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wujud dari kemerdekaan yang sejati di dunia nyata. Jangan sampai kedaulatan Indonesia tergerus sistematik oleh kepentingan ekonomi, politik, dan legasi apapun yang serampangan dan berakibat buruk  mengorbankan kepentingan Indonesia. Soekarno melalui Tri Sakti mendeklarasikan Indonesia sebagai negara dan bangsa yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi,  dan berkepribadian dalam kebudayaan. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para pendiri bangsa sangat berkomitmen pada tegaknya kedaulatan Indonesia secara substansial dan nyata. Para pejuang dan pendiri Indonesia di masa lalu menyadari betul pentingnya kemerdekaan dan kedaulatan karena merasakan dengan getir hidup dijajah yang segalanya tergantung pada pihak asing yang mengeruk seluruh kekayaan tanah air dan menindas rakyat Indonesia dengan kejam. Kita mencatat bagaimana Jenderal Soedirman dan Ir Djuanda berkhidmat menegakkan kedaulatan Indonesia melalui perjuangan nyata. Jenderal Soedirman bersama seluruh kekuatan rakyat harus bergerilya mempertahankan kedaulatan Indonesia. Dalam keadaan yang penuh penderitaan, tokoh perang gerilya dan bapak TNI ini memberi pelajaran sejarah yang sangat berharga, bahwa tidak boleh sejengkal tanahpun di Republik ini dikuasai asing atau siapapun. Pertaruhannya nyawa dirinya dan jiwa seluruh rakyat Indonesia yang rela berkorban demi Indonesia. Para patriot sejati Indonesia itu sepenuhnya nirpamrih memberi untuk kedalutaan Indonesia. Bangsa ini juga mengenang jasa Ir Djuanda dengan Deklarasi 1957. Bahwa  laut merupakan satu kesatuan yang utuh dari wilayah Indonesia. Deklarasi Juanda itulah sebagai titik pangkal kesatuan negara kepulauan yang diakui konvensi hukum laut internasional, United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS). Karenanya tanah air Indonesia kembali utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dipisah-pisah oleh Belanda yang waktu itu ingin kembali menduduki negeri tercinta. Dari Soekarno, Mohammad Hatta, Sudirman, dan Djuanda yang keempatnya lekat dengan Muhammadiyah bangsa Indonesia saat ini harus belajar berkomitmen sekaligus memiliki tanggung jawab bagaimana mempertahankan kedaulatan Indonesia. Para elite negarawan itu mengutamakan kepentingan Indonesia di atas segalanya,  jauh dari sifat tercela yakni “mengambil,  menggadaikan, dan apalagi menjual Indonesia” demi ambisi dan kepentingan diri, kroni, dan kelompok sendiri. Apabila ada sejengkal tanah-air,  pulau, dan kekayaan berharga di bumi Indonesia ini dilepas, digadaikan, diserahkan, dan dijual kepada pihak lain di dalam maupun ke luar negeri atas nama apapun maka semua itu merupakan bentuk lepasnya kedaulatan Indonesia. Jika ada kekuatan asing maupun domestik dengan leluasa menguasai segala hal yang menjadi milik negara dan tanah air Indonesia serta membawa kerugian bagi hajat hidup rakyat, maka hal itu  bukti hilangnya kedaulatan Indonesia. Kedaulatan Indonesia juga  dipertaruhkan bila ada segelintir orang atau kelompok dengan kekuatan modal dan politik raksasa dibiarkan menguasai bumi Indonesia dan seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya. Sebab perintah konstitusi sangatlah jelas, antara lain “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”. Indonesia dengan seluruh kekayaannya tidak boleh dibiarkan untuk kemakmuran segolongan kecil orang. Soekarno menyatakan, “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara „semua buat semua”, “satu buat semua, semua buat satu”. Menjaga Kedaulatan Kita berharap kedaulatan Indonesia saat ini dapat diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis dan praktis yang konsisten dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia di dunia nyata. Bahwa negara dengan seluruh kekayaan alam Indonesia niscaya dikelola dengan amanah dan pertanggungjawaban moral tinggi demi keadilan, kemakmuran, dan kemajuan seluruh rakyat Indonesia. Menurut Bung Hatta, sebagai bukti dari Indonesia merdeka, maka kedaulatan politik harus sejalan dengan kedaulatan ekonomi. Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang kini terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia hasil Pemilu  2024, sudah lama menaruh perhatian pada kedaulatan Indonesia. Dalam bukunya “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (2022), Jenderal Kehormatan TNI itu menyatakan dengan tegas, “Penyakit yang paling mendesak dari tubuh ekonomi Indonesia saat ini adalah mengalir keluarnya kekayaan nasional dari wilayah…

Read More

21 Desember: 112 Tahun Lalu Teka-Teki Silang Diciptakan oleh Arthur Wynne, Jurnalis & Editor New York World

21 Desember 1913 menandai hari sejarah bagi hiburan intelektual dunia — saat jurnalis Arthur Wynne menciptakan teka-teki silang pertama yang diterbitkan di New York World. Simak sejarah singkat dan fakta menarik di balik inovasi yang masih digemari hingga kini! Bekasi – 1miliarsantri.net: Tahukah kamu tentang sebuah literasi rekreasi yang diciptakan oleh seorang jurnalis dan editor? Pada 21 Desember 1913, tepat 112 tahun yang lalu, dunia literasi rekreasi mendapatkan hadiah istimewa: publikasi teka-teki silang pertama dalam sebuah surat kabar. Brain teaser ini dibuat oleh Arthur Wynne, seorang jurnalis dan editor pada harian New York World di Amerika Serikat, yang kemudian membuka bab baru dalam sejarah permainan kata. Dan tercatat dalam Guinness World Record: The first crossword puzzle appeared in the Sunday “Fun” section of US newspaper New York World on 21 December 1913. Created by journalist Arthur Wynne (UK), it was based on a diamond shaped grid, had no blacked-out squares and featured simple, non-cryptic clues. terjemahan bebas: Teka-teki silang pertama muncul di rubrik “Hiburan” hari Minggu surat kabar AS New York World pada tanggal 21 Desember 1913. Dibuat oleh jurnalis Arthur Wynne (Inggris), teka-teki ini didasarkan pada kisi berbentuk berlian, tidak memiliki kotak yang dihitamkan, dan menampilkan petunjuk sederhana yang tidak rumit. Asal-usul Pencipta Teka-Teki Silang Arthur Wynne lahir di Liverpool, Inggris, kemudian merantau ke Amerika Serikat dan bekerja sebagai editor di New York World. Saat itu ia ditugaskan untuk mengisi halaman hiburan minggu Fun yang akan terbit pada edisi Natal. Ia pun menciptakan sebuah permainan baru berupa teka-teki kata yang menantang pembaca. Formasi Awal TTS & Nama Unik Dalam edisi itu, Wynne memperkenalkan apa yang disebutnya “Word-Cross Puzzle”, berupa sebuah grid berlian dengan ruang kosong yang harus diisi kata-kata dari petunjuk yang diberikan. Tidak seperti teka-teki silang modern yang familiar dengan kotak hitam, versi awal ini belum memakai blok pemisah dan bentuknya lebih sederhana. Uniknya, beberapa minggu setelah terbit, terjadi typo di bagian percetakan yang membalik penyebutan “Word-Cross” menjadi “Cross-Word”. Nama itulah yang kemudian populer dan dipakai hingga sekarang sebagai crossword puzzle. Respon Pembaca & Penyebaran Popularitas Walaupun awalnya hanya dirancang untuk mengisi halaman Natal, teka-teki ciptaan Wynne itu ternyata mendapat antusiasme tinggi dari pembaca. Mereka mengirimkan respons dan permintaan agar permainan itu terus muncul di edisi-edisi berikutnya. Popularitasnya pun rentan berkembang, hingga akhirnya banyak surat kabar lain turut menerbitkan versi mereka sendiri dalam tahun-tahun berikutnya. TTS-Warisan yang Bertahan Lama Hari ini, teka-teki silang menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan membaca, baik di surat kabar, buku, hingga platform digital. Kenikmatan mengisi kotak-kotak yang saling berhubungan tak hanya mengasah kosa kata, tetapi juga menjadi aktivitas santai yang disukai berbagai usia. TTS-Kreatifitas Bahasa dan Tantangan Lebih dari satu abad sejak pertama kali diterbitkan, teka-teki silang karya Arthur Wynne tetap relevan dan dicintai oleh jutaan orang di seluruh dunia. Perpaduan antara kreativitas, bahasa, dan tantangan logika yang ditawarkan membuat permainan ini bertahan sebagai salah satu hiburan intelektual paling populer sepanjang masa — semuanya berawal dari sebuah edisi Natal surat kabar New York World pada 21 Desember 1913.*** Sumber : Wikipedia, Biography, Bing Foto : Kolase istimewa Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Bupati Bekasi Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya, Ruang Kerja Ade Kuswara Disegel

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama 9 orang lainnya. Penyidik menyegel ruang kerja bupati di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi dan membawa sejumlah berkas penting, sementara proses penyelidikan masih berlangsung. Cikarang, Kabupaten Bekasi – 1miliarsantri.net: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dalam lingkup pemberantasan korupsi, kali ini di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Operasi yang dipimpin tim penyidik lembaga antirasuah tersebut menjaring sejumlah pejabat dan pihak yang diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum. Kepastian adanya OTT di wilayah Bekasi ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat dini hari. “Benar, salah satunya adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang,” ujar Budi, tanpa merinci secara penuh peran dan konteks perkara yang tengah ditangani. 10 Orang Diamankan oleh KPK Menurut pernyataan resmi yang dirilis KPK, tim penindakan telah mengamankan 10 orang yang diduga terkait dalam operasi tersebut. Hingga kini, penyidik masih menjalankan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dengan batas waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Penyegelan Ruang Kerja Bupati Langkah KPK di lapangan mencuri perhatian publik: ruang kerja Bupati Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, disegel oleh tim penyidik. Dokumentasi dan laporan media menunjukkan bahwa tiga orang penyidik dengan identitas KPK memasang segel resmi pada pintu akses ruang kerja orang nomor satu di Kabupaten Bekasi tersebut pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang petugas keamanan di lokasi menyatakan bahwa penyegel diberlakukan sebagai bagian dari proses pengamanan dan pengambilan barang bukti. Beberapa berkas penting ikut dibawa keluar oleh tim penyidik, namun belum ada rincian jelas mengenai jenis dokumen tersebut maupun relevansinya terhadap dugaan tindak pidana. Reaksi dan Dugaan Awal Kasus Hingga kini, pihak KPK belum merilis detail konstruksi perkara secara resmi kepada media massa. Spekulasi awal di publik menetapkan dugaan terkait gratifikasi, suap atau penyalahgunaan wewenang, namun semua itu masih dalam tahap penelusuran dan belum dikonfirmasi lembaga antirasuah. Kegiatan ini menjadi OTT ke-10 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025, menunjukkan intensitas penindakan KPK di berbagai daerah dan sektor pemerintahan. Dampak Politik dan Administrasi Kasus yang melibatkan kepala daerah tentu berdampak pada dinamika politik lokal Bekasi. Belum ada konfirmasi dari Pemkab Bekasi ataupun partai politik tempat bupati bernaung mengenai langkah administratif atau pernyataan resmi terkait penahanan dan dugaan operasi. Namun, sumber internal pemerintahan setempat menyebut suasana kantor pemerintahan sempat tegang saat penyegelan berlangsung. Sementara itu, publik dan pengamat hukum menunggu perkembangan status hukum Ade Kuswara Kunang dan pihak lain yang diamankan, yang diperkirakan akan diumumkan KPK dalam waktu dekat sesuai ketentuan KUHAP.*** Disclaimer : Artikel ini disusun berdasarkan rilis resmi KPK dan liputan media mainstream serta media lokal Bekasi untuk memastikan objektivitas, keakuratan fakta, sesuai standar jurnalistik nasional. Khalayak pembaca diimbau mengikuti perkembangan berita secara berkala untuk informasi terbaru. Foto : Tangkapan layar youtube Humas Pemkab Bekasi. Rapat koordinasi bersama Tim Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Republik Indonesia dalam upaya pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan melalui Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP). Rapat berlangsung di Ruang KH. Raden Ma’mun Nawawi, Kompleks Pemkab Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, pada Kamis, 27 November 2025. Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More

Musim Dingin di Palestina: Satu Keluarga Bertahan Hidup di Atas Banjir & Reruntuhan Khan Younis

Satu keluarga berjuang bertahan hidup di atas banjir dan reruntuhan Khan Younis di tengah badai musim dingin, banjir parah, dan krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza. Khan Younis, Palestina – 1miliarsantri.net: Musim dingin di Jalur Gaza tahun ini memperburuk penderitaan warga Palestina yang sudah puluhan bulan hidup dalam perang, pengungsian, dan kehancuran infrastruktur. Di Khan Younis, sebuah keluarga berjuang mempertahankan hidup di atas banjir dan reruntuhan rumah mereka, tempat perlindungan terakhir di tengah kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan bantuan. Cuaca Ekstrem dan Banjir Musim Dingin di Gaza Musim dingin membawa hujan deras dan angin kencang ke wilayah yang telah hancur akibat perang. Badai musim dingin yang baru-baru ini melanda membawa curah hujan tinggi, mengubah kamp-kamp pengungsian menjadi kolam lumpur dan banjir, serta memaksa keluarga yang sudah rentan berjuang untuk bertahan di tengah air yang terus meningkat. Keluarga tersebut terpaksa bertahan hidup di atas banjir, menggunakan reruntuhan bangunan sebagai alas yang sedikit lebih tinggi, karena tenda tipis yang mereka miliki tidak lagi mampu melindungi dari air dan angin musim dingin. Dalam beberapa kasus, hujan telah merobek atau meruntuhkan struktur tenda, meninggalkan banyak orang tanpa tempat berlindung yang layak sama sekali. Reruntuhan Sebagai Tempat Berteduh Seiring waktu, banyak warga Palestina yang rumahnya hancur akibat serangan dilaporkan memutuskan tinggal di reruntuhan tersebut karena tak ada pilihan lain. Di Khan Younis dan sekitar al-Mawasi, keluarga-keluarga berkumpul di atas puing puing beton dan batu, mencoba membuat lantai yang lebih tinggi untuk menghindari genangan. Namun, reruntuhan pun tak selalu aman. Banyak struktur bangunan yang rapuh retak dan runtuh lebih lanjut di bawah tekanan hujan deras dan angin. Langkah-langkah darurat untuk melindungi diri — seperti menutup celah dengan plastik atau kain tebal — hanya memberikan perlindungan sementara terhadap dinginnya musim dan derasnya air hujan. Dampak Banjir dan Risiko Kesehatan Banjir dan tenda yang basah membuat kondisi hidup semakin tidak manusiawi. Banyak keluarga kehilangan harta benda terakhir mereka, termasuk pakaian, selimut, makanan, dan barang-barang penting lainnya. Dalam banyak kasus, anggota keluarga — terutama anak-anak dan orang tua — menunjukkan tanda-tanda sakit akibat paparan dingin dan lembap yang terus menerus. Lembaga PBB serta organisasi bantuan telah mengingatkan bahwa risiko penyakit dan infeksi meningkat drastis di antara mereka yang hidup dalam kondisi seperti ini, terutama ketika air banjir bercampur dengan limbah dan tenda tidak memiliki drainase yang memadai. Krisis Bantuan dan Hambatan Logistik Krisis musim dingin ini diperparah oleh hambatan dalam aliran bantuan internasional. Meski ada kebutuhan mendesak akan tenda baru, selimut, pakaian hangat, dan material bangunan, pasokan bantuan sering terlambat atau dibatasi oleh syarat masuk dan kendala logistik di wilayah tersebut. UNRWA dan lembaga lainnya terus menekankan pentingnya akses tanpa hambatan untuk pasokan kemanusiaan yang layak guna membantu warga bertahan hidup selama musim dingin ini. Babak Baru Penderitaan Rakyat Palestina Musim dingin telah menjadi babak baru dalam penderitaan warga Gaza, terutama keluarga seperti yang berada di Khan Younis yang harus bertahan hidup di atas banjir dan reruntuhan. Cuaca ekstrem memperburuk kondisi yang sudah kritis akibat perang dan blokade, sementara keterbatasan bantuan global membuat perjuangan mereka menghadapi dingin dan banjir musim ini semakin berat. Keluarga-keluarga Palestina terus bertahan dengan harapan bantuan tiba, meski kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan luar biasa yang harus mereka hadapi setiap hari.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman Sumber : Safa Agency Foto : Safa Agency

Read More