Tunggu Kiamat Jika Urusan Diserahkan Bukan ke Ahlinya
Dari hadits itu juga, Abu Hurairah RA meriwayatkan Nabi Muhammad SAW sedang berbicara kepada para sahabat dan mengajari mereka. Lalu, datanglah seorang lelaki Badui yang tinggal di padang pasir, dan bertanya tentang kapan hari kiamat.
Namun, Nabi SAW tidak langsung menjawabnya. Ini mengajarkan kepada setiap Muslim untuk tidak menghentikan apa yang sedang dibicarakannya kepada para pendengar atau orang-orang yang sedang menyimak bicaranya. Tujuannya agar orang-orang yang menyimak itu memahami apa yang disampaikan, yang dalam hal ini adalah para sahabat dalam memahami apa yang disampaikan oleh Nabi SAW.
Setelah majelis itu selesai, barulah Nabi SAW menjelaskan kepada lelaki Badui itu tentang kapan kiamat. Nabi SAW menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.”
Maksud dari ‘Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya’, yaitu ketika suatu urusan ditangani oleh orang-orang yang tidak ahli agama, tidak jujur, tidak amanah, dan orang-orang yang membantu mereka dalam kezaliman dan maksiat. Ini mengacu pada para pemimpin yang mengabaikan amanah yang telah Allah berikan kepada mereka, sehingga pelanggar amanah atau pengkhianat ini pun mendapat kepercayaan dari rakyatnya.
Kala itu, orang-orang yang amanah justru dikhianati. Ini terjadi hanya ketika kebodohan merajalela. Adapun orang-orang yang memegang pada kebenaran itu lemah dalam berbuat. (yat)
Baca juga :
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


