Setiap Muslim Pasti Menginginkan Meninggal Secara Husnul Khotimah
Surabaya — 1miliarsantri.net : Seluruh umat muslim pasti mendambakan diakhir hidupnya akan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah, salah satu karunia terindah yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yakni menutup kehidupan dengan kebaikan.
Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc,MA mengatakan tidak heran bila semua orang berharap mendapatkan karunia istimewa tersebut.
“Hal yang terkadang belum disadari oleh banyak orang adalah bahwa husnul khatimah itu harus diupayakan, bukan didapatkan secara cuma-cuma, atau sekedar dengan penantian belaka,” terang Ustadz Abdullah kepada 1miliarsantri.net, Ahad (27/08/2023).
Ustadz Abdullah menjelasakan beberapa bentuk ikhtiar untuk meraih husnul khatimah, di antaranya pertama merutinkan kebaikan dan mengistiqamahkannya dalam kehidupan. Sebab kita tidak tahu kapan malaikat maut datang mencabut nyawa.
“Jika kita sudah terbiasa rutin melakukan amal saleh, maka potensi untuk wafat saat sedang melakukan amal saleh itu terbuka lebar,” kata dia sembari mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:
«أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا، وَإِنْ قَلَّ» “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang rutin dilakukan, sekalipun itu sedikit.” (HR Bukhari (no 6464) dan Muslim (no 783) dari Aisyah radhiyallahu ‘anha).
Hadits di atas bukan sedang melarang kita beramal banyak-banyak, namun sedang mengajak untuk mulai beramal dengan kadar yang kita mampu sekalipun sedikit, lalu berupaya untuk merutinkannya.
“Setelah terbiasa, baru kemudian tingkatkan volumenya. Sebab orang yang baru mulai beramal, lalu dia memaksakan diri langsung banyak, biasanya akan kaget, merasa keberatan dan mungkin kapok. Akibatnya malah bakal dia tinggalkan,” lanjutnya.
Maka rutinkanlah menghadiri pengajian, menunaikan sholat lima waktu, berbakti kepada orang tua, bertutur kata baik, membaca Alquran, serta amal-amal saleh lainnya.
“Semoga saat diwafatkan Allah SWT, kita sedang menjalankan kebaikan itu,” ucap Ustadz Abdullah mendoakan.
Imam Ibn Katsir rahimahullah (w 774 H) menjelaskan, “Barang siapa yang memiliki suatu kebiasaan; niscaya ia berpotensi untuk wafat saat menjalankan kebiasan tersebut”.
Kedua, berusaha sekuat tenaga untuk menghindari keburukan, terlebih menjadikannya sebagai suatu kebiasaan. Sekecil apapun keburukan tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan:
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


