Salah Kaprah Pengunaan Kata ‘Salaf’ dan Klaim Salafi

Dengarkan Artikel Ini

Surabaya — 1miliarsantri.net : Istilah “salaf” artinya adalah sesuatu yang lampau atau terdahulu. Terjemahan salaf dalam bahasa Indonesia bisa bermacam-macam, seperti lampau, kuno, konservatif, konvensional, orthodox, klasik, antik, dan seterusnya.

Kalau kita lihat dari sisi ilmu hukum dan syariah, istilah salaf sebenarnya bukan nama yang baku untuk menamakan sebuah medote istimbath hukum.

Istilah salaf hanya menunjukkan keterangan tentang sebuah kurun waktu di zaman yang sudah lampau. Demikian dijelaskan KH Ahmad Sarwat Lc pada laman Rumah Fiqih.

Kira-kira perbandingannya begini, kalau kita ingin menyebut skala panjang suatu benda dalam ilmu ukur, maka kita setidaknya mengenal ada dua metode atau besaran, yaitu centimeter dan inchi.

Di Indonesia biasanya kita menggunakan besaran centimeter, sedangkan di Amerika sana biasa orang-orang menggunakan ukuran inchi. Nah, tiba-tiba ada orang menyebutkan bahwa panjangnya meja adalah “20 masa lalu.”

Lho? Apa maksudnya 20 masa lalu?

Apakah istilah “masa lalu” itu adalah sebuah besaran atau ukuran dalam mengukur panjang suatu benda? Jawabannya pasti tidak.

“Yang kita tahu hanya besaran 20 centimeter atau 20 inchi, tapi kalau 20 masa lalu, tidak ada seorang pun yang mengenal istilah itu,” kata KH Ahmad Sarwat Lc, dikutip dari Rumah Fiqih, Kamis (16/5/2024).

Bisa saja segelintir orang menggunakan istilah besaran “masa lalu” sebagai besaran untuk mengukur panjang suatu benda, tetapi yang pasti besaran itu bukan besaran standar yang diakui dalam dunia ilmu ukur. Jadi kalau kita ke toko material bangunan, lalu kita bilang mau beli kayu triplek ukuran “20 masa lalu” maka pasti penjaga tokonya bingung.

Dalam dunia komputer kita juga mengenal istilah sistem operasi. Kita tidak akan bisa menggunakan komputer, kalau sistem operasinya tidak diinstal terlebih dahulu. Tidak ada komputer kalau tidak ada sistem operasinya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca