Riyadho ala Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah Turen Malang

Dengarkan Artikel Ini

Kemudian menyusuri Ruang Istirahat Wanita di Lantai Dasar. Filosofi yang terasa adalah menjernihkan pikiran, menambah persaudaraan, menciptakan akhlakul karimah, menghilangkan suudzon terhadap Allah dan sesama makhluk, dapat berakhlakul karimah kepada Sang Pencipta, menghilangkan lebih diri, mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, dapat beradaptasi terhadap lingkungan, pendapat, agama, memuliakan seluruh makhluk karena memuliakan Allah, memiliki pikiran cerdas.

Setelah wafatnya Romo Kiai Ahmad, perjalanan Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, kini dilanjutkan Bu Nyai (istri Romo Kiai Ahmad) dan tetap sebagaimana yang sudah dilakukan sebelumnya, selalu diperhitungkan dengan istikharah terlebih dahulu.

“Seluruh santri disini sangat merasakan betul manfaat dari Riyadho yang dilakukan dan hasilnya juga bisa diaktualisasikan seperti dawuh Romo Kiai dulu yakni berdakwah lewat bangunan,” lanjutnya.

Untuk bisa menjadi santri di Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah Ini sebenarnya cukup mudah. Langsung datang menemui Bu Nyai, kemudian menunggu isyaroh yang beliau lakukan. Jika ada jawaban atas isyaroh tersebut, maka selanjutnya bisa dilakukan oleh yang bersangkutan.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca