Riyadho ala Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah Turen Malang
“Romo Kiai tidak pernah memaksakan, jadi ketika ada yang memiliki permasalahan, maka akan disampaikan kepada beliau, untuk selanjutnya menunggu dawuh beliau dari hasil istikharoh yang dilakukan. Ada yang langsung pada saat itu beliau menyampaikan dan ada yang menunggu sehari atau bisa sampai tiga hari, dan disaat riyadho, para santri bisa membaca apa yang biasa dibaca atau dilakukan, bisa dengan sholawat atau duduk berdzikiri,” tukasnya.
Menelusuri setiap ruang demi ruang yang ada di Pesantren ini sangat mengasyikkan. Selain desain interior nya yang sangat indah dan itu semua juga atas isyaroh yang didapat Romo Kiai Ahmad, disana bisa merasakan betul ketenangan bathin.
Contoh ketika memasuki Ruang Tamu Lantai Dasar atau Ruang Tamu Parkiran, disana mengandung filosofi menumbuhkan / menghidupkan hati yang mati, memiliki akal sehat, memancarkan Nur Iman dan Islam, menciptakan akhlakul karimah, Nur Iman yang tidak terduga, mengangkat derajad, perubahan nasib.
Kemudian menyusuri Ruang Istirahat Wanita di Lantai Dasar. Filosofi yang terasa adalah menjernihkan pikiran, menambah persaudaraan, menciptakan akhlakul karimah, menghilangkan suudzon terhadap Allah dan sesama makhluk, dapat berakhlakul karimah kepada Sang Pencipta, menghilangkan lebih diri, mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, dapat beradaptasi terhadap lingkungan, pendapat, agama, memuliakan seluruh makhluk karena memuliakan Allah, memiliki pikiran cerdas.
Setelah wafatnya Romo Kiai Ahmad, perjalanan Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, kini dilanjutkan Bu Nyai (istri Romo Kiai Ahmad) dan tetap sebagaimana yang sudah dilakukan sebelumnya, selalu diperhitungkan dengan istikharah terlebih dahulu.
“Seluruh santri disini sangat merasakan betul manfaat dari Riyadho yang dilakukan dan hasilnya juga bisa diaktualisasikan seperti dawuh Romo Kiai dulu yakni berdakwah lewat bangunan,” lanjutnya.
Untuk bisa menjadi santri di Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah Ini sebenarnya cukup mudah. Langsung datang menemui Bu Nyai, kemudian menunggu isyaroh yang beliau lakukan. Jika ada jawaban atas isyaroh tersebut, maka selanjutnya bisa dilakukan oleh yang bersangkutan.
“Banyak yang datang disini dengan berbagai macam problem permasalahan, seperti kesehatan, untuk wanita hamil yang sulit melahirkan hingga problem lain nya juga sering dikonsultasikan kepada Bu Nyai,” tutup Purwanto. (fq)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


