Rasulullah SAW Memiliki Pribadi Yang Sangat Luar Biasa, Meski Dalam Candaan Terasa Berwibawa

Dengarkan Artikel Ini

(5) Canda Rasulullah SAW dengan seorang nenek. Pada saat seorang perempuan lanjut usia meminta doa kepada Rasulullah SAW agar masuk surga.

Kemudian Rasulullah SAW merespons permintaan tersebut dengan menjelaskan bahwa penghuni surga itu tidak ada yang berusia senja.

Jawaban itu tidak bermaksud mengategorikannya bukan ahli surga karena faktor usia, tetapi jawaban Rasulullah SAW itu bernada canda. Intinya, saat masuk surga, setiap yang lanjut usia akan menjadi gadis.

Sebagaimana diceritakan dalam hadis, “Kami juga melihat Rasulullah SAW bercanda dengan seorang perempuan tua yang datang dan berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Doakan aku agar aku bisa masuk surga.’

Rasulullah SAW menjawab dan mengatakan kepada perempuan itu, ‘Tidak akan masuk surga, surga itu tidak akan dimasuki oleh orang tua.’

Kemudian perempuan tersebut menangis karena memahami perkataan apa adanya. Rasulullah SAW menjelaskan, ‘Bahwa pada saat ia masuk surga, maka ia tidak akan di usia senja, tetapi kembali menjadi seorang gadis terbaik.’

Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah SWT tentang perempuan-perempuan surga, ‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya.’ (QS al-Waqi’ah: 35-37).” Hadis ini diriwayatkan at-Tirmidzi dalam asy-Syamail, ‘Abdu bin Hamid, Ibnu al-Mundzir, al-Baihaqi, dan lainnya, dihasankan oleh al-Bani dalam Ghayatul Muram.

(6) Kisah laki-laki Damim. Adalah seorang laki-laki yang memiliki dua istri, kemudian ia menemui Rasulullah SAW dan menawarkan salah satu istrinya untuk dinikahi Rasulullah SAW.

Pada saat itu ‘Aisyah mendengar dan kemudian berkomentar, “Apakah salah satu istrimu tersebut lebih baik ataukah engkau?” Laki-laki itu menjawab, “Aku lebih baik dari istriku.”

Kemudian, Rasulullah SAW tersenyum dengan pertanyaan ‘Aisyah kepada laki-laki itu karena memiliki fisik yang kurang baik.

Sebagaimana diriwayatkan, “Dhahak bin Sufiyan Alkalabi meriwayatkan adalah seorang laki-laki yang berparas tidak bagus pada saat dibaiat oleh Rasulullah SAW, ia berkata, ‘Sesungguhnya aku memiliki dua perempuan yang lebih baik daripada Humairah. Pada saat itu ayat hijab belum turun. Apakah aku boleh melepaskan salah satunya agar engkau bisa menikahinya.’

Padahal, saat itu ‘Aisyah duduk dan mendengar perkataan itu, kemudian ‘Aisyah menjawab, ‘Apakah dia lebih baik ataukah dirimu?’ Ia menjawab, ‘Aku lebih baik dan lebih dermawan.’

Dan Rasulullah SAW tertawa dengan pertanyaan itu kepadanya karena ia adalah damim (fisiknya tidak begitu bagus).” (yus)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca