Rasulullah Membagikan Tiga Cara Dalam Memperlakukan Keluarga
Kebaikan adalah jenis romansa yang paling sah. Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW dikatakan:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan akulah yang terbaik terhadap keluargaku.” (At-Tirmizi)
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW. dikatakan:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَار ُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap wanitanya.” (At-Tirmizi)
Rasulullah kaya akan keteladanan dalam kebaikan yang ditunjukkan kepada keluarganya, khususnya kepada istri-istrinya.
Saat menunjukkan rasa sayang, Rasulullah akan berbaring di pangkuan Sayyidah Aisyah dan memanggilnya dengan julukan ‘Humaira’ yang berarti ‘si merah’, mengacu pada kulitnya yang putih.
Rasulullah SAW juga akan melakukan pekerjaan rumah tangga dan mencuci pakaiannya sendiri tanpa merepotkan istrinya.
Bahkan ketika kesabarannya diuji, dia tidak pernah berbuat jahat dalam perkataan atau perbuatannya. Apakah kita memperlakukan pasangan kita dengan cara yang sama?
- Komunikasi menjadi kunci
Berbicara dengan lemah lembut merupakan salah satu ciri Rasulullah SAW. Nabi tidak pernah menggunakan kata-kata kasar kepada siapa pun. Dia sangat lembut terhadap istri dan anak-anaknya, bahkan ketika ada kebutuhan untuk mengoreksi mereka.
Ada banyak komunikasi di rumah Nabi. Rasulullah SAW menghormati dan menghargai istrinya serta kontribusi dan pendapat mereka. Dia mendengarkan, menerima masukan dan memperhatikan nasihat mereka.
Rasulullah SAW sangat mencintai putrinya Fatimah sehingga setiap kali dia melihatnya masuk, dia akan berdiri, menciumnya dan menyuruhnya duduk di tempat dia duduk.
Tindakannya terhadap keluarganya memberikan cerminan jelas nilai-nilai yang dijunjungnya. Kelembutannya dalam memperlakukan istri dan anak-anaknya memberikan contoh bagi umat Islam untuk meneladaninya saat berinteraksi dengan keluarga. (yat)
Baca juga :
- Hari Santri Nasional 2026: Santri Ponpes Mahabbatul Qur’an Raih Prestasi Membanggakan dalam MHQ Kota Bekasi & Tangerang Tahun 2026
- Kanwil Kementerian Haji Dan Umrah NTT: ‘Selamat Memperingati Hari Santri Nasional’
- Hari Santri Nasional 2026: Meneladani Peran Rumah Tahfidz Qur’an Opung Membina Generasi Qurani
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


