Rasulullah Membagikan Tiga Cara Dalam Memperlakukan Keluarga

Dengarkan Artikel Ini

Jika cinta memang memudar, Islam tetap menekankan pentingnya saling menghormati antara suami dan istri.

Salah satu ulama besar generasi awal Islam (Tabi’un), Hasan Al-Bashri, pernah berpesan kepada seorang ayah yang sedang menanyakan ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih calon suami bagi putrinya:

“Berikan dia kepada laki-laki yang bertaqwa. Jika dia mencintai putrimu, dia akan memperlakukannya dengan baik, dan jika dia membencinya, dia tidak akan menindasnya.”

  1. Memperlakukan keluarga dengan baik

Seseorang belum dipandang Allah sebagai mukmin seutuhnya jika ia tidak memperlakukan keluarganya dengan baik.

Mukmin sejati adalah yang berpegang teguh pada ajaran Rasulullah SAW secara menyeluruh, dan tidak memilih-milih hanya berdasarkan kecenderungan pribadinya.

Rasulullah SAW tumbuh di masa ketika perempuan hanya mempunyai sedikit hak. Masa itu, perempuan dianggap inferior dan seringkali diperlakukan sebagai properti.

Saat memperkenalkan Islam, Rasulullah menyerukan kepada semua orang untuk memperlakukan perempuan dengan rasa menghargai dan menghormati.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi SAW dikatakan,

مَا مِنْ رَجُلٍ تُدْرِكُ لَهُ ابْنَتَانِ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِمَا مَا صَحِبَ


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca