Menghafal Al Qur’an Kunci Kemajuan Keilmuan Islam

Dengarkan Artikel Ini

Korteks Serebral merupakan bagian terbesar dari otak manusia yang berhubungan dengan fungsi otak yang lebih tinggi seperti berpikir dan bertindak.

Tindakan mendengarkan Al-Qur’an dan mengucapkannya secara akurat saat menghafal merangsang Lobus Temporal, yang berisi Hippocampus, pusat memori otak.

Pengaktifan konsisten ini melalui hafalan Al-Qur’an meningkatan retensi memori.

Demikian pula, lobus parietal kiri dan kanan, yang memproses saat membaca, menulis, berbicara, hubungan logika visuospasial dan pemahaman ekspresi wajah, secara konsisten juga dirangsang untuk menghasilkan peningkatan keterampilan logika dan matematika serta keterampilan visuospasial yang lebih kuat.

Hal ini dapat menjelaskan keberhasilan peradaban Islam di bidang astronomi dan matematika, seperti Al Kindi dan Al-Khawarizmi.

Menyadur About Islam, mendengarkan Al-Qur’an setara dengan menikmati musik. Penelitian terbaru menunjukkan kebiasaan ini dapat menyebabkan pelepasan dopamin.

Dopamin merupakan senyawa kimia dalam otak yang dapat meningkatkan suasana hati dan berperan dalam menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh.

Fungsi lain dari hormon dopamin antara lain, memberikan sinyal ke tubuh untuk menekan rasa sakit atau nyeri juga memberikan stimulus pada saraf dan otot pada penderita stroke atau cedera lain.

Sistem pendidikan umat Islam memang menjadi landasan kebangkitan peradaban. Pendidikan yang berpusat pada pemahaman Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan spiritualitas, tetapi juga meningkatkan kemampuan mental, sehingga memungkinkan keberhasilan di bidang sains, teknologi, kedokteran, astronomi, matematika dan banyak lagi.

Karena itu, kata Ghilan, untuk mencapai kesuksesan, umat Muslim perlu untuk menghidupkan lagi warisan peradaban awal Islam lewat sistem pendidikan tradisional dan teknologi secara bersamaan. (yus)

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *