Membangun Relasi Hubungan Anak dengan Orang Tua Menurut Al Qur’an

Dengarkan Artikel Ini

Isi kandungan:

Allah mengetahui yang lahir dan batin, serta akan mempertimbangkan dan memperhitungkannya. Jika kita benar-benar tulus menyayangi orang tua, sekalipun kita terlanjur berbuat salah, minta maaflah kepada mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun bagi orang yang ingin bertaubat.

وَاٰ تِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَا لْمِسْكِيْنَ وَا بْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا (٢٦)

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (26)

Isi kandungan:

Berikanlah hak kepada keluarga baik dari pihak Bapak atau Ibu, bantuan berupa zakat, sedekah, silaturahim. Berikan juga kepada orang miskin walaupun bukan saudara dan juga orang yang dalam perjalanan (ibnu sabil). Jangan boros dalam membelanjakan harta pada jalan yang tidak benar.

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَا نُوْۤا اِخْوَا نَ الشَّيٰطِيْنِ ۗ وَكَا نَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا (٢٧)

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (27)

Isi kandungan:

Orang yang menghambur-hamburkan harta dalam hal yang tidak benar, perbuatannya disamakan dengan perbuatan setan. (yat)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca