Gus Yahya : Kenaikan Biaya Haji Diharapkan Tidak Memberatkan Jamaah

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1445 H/ 2024 M disepakati oleh Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR sebesar Rp93.410.286. Dari jumlah tersebut, jamaah membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp56.046.172 (60 persen). Sementara sisanya akan dibayarkan dengan menggunakan nilai manfaat pengelolaan dana haji sebesar Rp37.364.114 (40 persen).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berharap kenaikan biaya haji itu tak terlalu memberatkan jamaah. Sebab ia menilai, meski terjadi kenaikan biaya haji tetapi sebagian biaya tersebut masih dapat ditanggulangi oleh dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Hal ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak kenaikan biaya terhadap masyarakat yang berkeinginan menunaikan ibadah haji.

“Biasanya itu tidak bayar penuh. Berapa pun yang ditetapkan, itu sebagian akan dibayar dengan dana abadi haji, BPKH itu. Mudah-mudahan tidak terlalu memberatkan,” urai Gus Yahya.

Gus Yahya juga menyoroti bahwa pada tahun sebelumnya, biaya haji yang harus dibayar oleh jamaah sekitar Rp50 juta dan kenaikan menjadi sekitar Rp90 juta di tahun kemarin, sehingga kenaikannya kali ini masih dianggap sebagai kisaran yang wajar.

“Tahun kemarin sudah sekitar Rp90-an juta dan jamaah bayar sekitar Rp50 juta. Saya kira masih normal,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca