Melihat Makam Imam Bukhori

Dengarkan Artikel Ini

Pada 1956, kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, bahkan menurut Azizi pemandu perjalanan saya di Uzbekistan menyebutkan sengaja disembunyikan. Bahkan Soekarno menginap di Samarkand selala tiga hari untuk bertanya kpd masyarakat.

Tak ada yg berani menunjukkan di mana letak kuniran Imam Bukhori karena akan ada amcaman dari pemerintah yg anti agama saat itu. Hingga akhirnya pada malam ketiga, di tengah malam ditunjukkan oleh masyarakat tempat quburan (maqbarah) Imam Bukhori.

Soekarno sempat mengusulkan jasad Imam Bukhori dipindahkan ke Indonesia. Namun pemerintah Soviet tidak mengizinkan. Dan, Soekarno meminta agar dirawat makam Imam Bukhori, hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut permintaan Presiden Soekarno.

Menurut cerita Aziz, Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukan dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak menuju makam Imam Bukhori.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca