Makna Asmaul Husna Al-Lathif Sang Mahalembut
Dia juga mengkritik dominasi filsafat empiris dan ilmiah yang hanya mengakui apa yang dapat diukur oleh panca indera.
Menurutnya, pandangan ini telah menjadikan banyak orang menjauh dari keimanan kepada Allah SWT dan justru membawa mereka pada keadaan keagamaan yang kritis.
“Mereka mengatakan bahwa apa yang ada di pikiran tapi tidak ada di indera adalah kebohongan. Ini adalah kata yang membenarkan kecenderungan yang menyimpang dari Allah subhanahu wa Ta’ala dan cenderung ateisme,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syekh Al Tayyeb menyampaikan, Al-Lathif” menunjukkan adanya eksistensi yang tersembunyi, yang jauh lebih dalam daripada apa yang dapat dirasakan oleh panca indera manusia.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


