Kefanaan Waktu Insaniyah dan Keabadian Waktu Illahiyah
Apalagi kalau tiba tiba semesta ini musnah atau rusak salahsatunya. Dimanakah gerangan “sang waktu”?
Apakah ini yang disebut sebagai waktu abadi milik Sang Maha Transenden? Inikah yang disebut waktu Illahiyah?
Kehadiran tahun baru Gregorian ini sering disambut dengan pesta dan hura hura dengan penuh suka cita bahkan lupa diri.
Ada baiknya kita mengikuti jejak tradisi masyarakat Jawa ketika menyambut tahun baru 1 Suro dengan perilaku yang reflektif, laku prihatin, “withdrawl and return”, melakukan tapa kungkum, laku mbisu, mandi besar dan juga membersihkan atau jamasan benda benda pusaka. Sebagai laku perenungan dan membersihkan diri lahir batin.
Sebab seiring berjalannya waktu, jasmani akan semakin rapuh dan semestinya jiwa semakin menguat. Kesadaran waktu adalah kesadaran spiritual, betapa fana dan tidak abadinya kehidupan ini.
Seandainya ruang tiada, jasad tiada, bumi dan semesta tiada, dimanakah gerangan sang waktu?
Keabadian yang tak terperi dan tak terbayangkan. Itulah maha misteri semesta tanpa ruang tanpa waktu, keabadian tak terperi yang hanya milik Tuhan. Dzat Transenden Maha Agung yang Hanya Satu bagi semua manusia dan seluruh isi semesta. (yat)
Baca juga :
- RTO/RTQ Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani: ‘Selamat Atas Diselenggarakannya SPU LPPTKA BKPRMI’
- LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bekasi Gelar Silaturahmi Pembinaan Unit (SPU)
- Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


