Kefanaan Waktu Insaniyah dan Keabadian Waktu Illahiyah
Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengetahuan dan kesadaran kita tentang waktu, tidak terlepas dari kesadaran dan pengetahuan kita tentang ruang. Kita berada di ruang bumi yang berputar pada porosnya serta mengitari pusat semesta dengan teratur.
Keteraturan beredar dan berputarnya bumi pada poros dan jalurnya, beredarnya matahari dan bulan yang tetap tak berubah. Telah memampukan manusia sebagai makhluk berakal membangun sistem perhitungan waktu. Angka2 tahun, nama-nama bulan, nama-nama hari, angka-angka tanggal bahkan akhirnya terwujud dalam sistem kalender yang beragam berdasarkan perhitungan benda langit, dapat diciptakan.
Kita mengenal kalender gregorian, kalender hijriyah, kalender çaka, kalender jawa, kalender china, kalender jepang, kalender maya, dan lain sebagainya.
Kalender tersebut menghasilkan ilmu tentang semesta, tentang siklus dan liniernya sang “waktu”, tentang zodiac astrologi, ilmu falak dan astronomi, siklus pasaran, wuku, ilmu tentang musim dan cuaca bahkan ilmu meramal masa depan.
Kalender menjadi sangat penting sebagai penanda dan pencatat peristiwa penting dalam hidup kemanusiaan. Kalender mencatat dan menandai hari lahir dan mati manusia, peristiwa peristiwa bersejarah, bangun dan runtuhnya peradaban, rencana2 masa depan manusia, juga menentukan hari2 suci keagamaan dan bahkan memperhitungkan bencana dan bahagia masa depan manusia. Juga me”ramal”kan seluruh semesta ini entah kapan pasti binasa.
Kalender seharusnya menjadi rekakarya manusia yang menyadarkan dirinya betapa fana dan maya hidupnya.
Beberapa hari ke depan, angka tahun 2023 sudah berganti menjadi 2024 dalam perhitungan kalender Gregorian berdasar peredaran matahari, yang dipakai sebagian besar umat manusia di dunia sebagai penanda perjalanan waktu.
Ada sistem kalender lain yang didasarkan peredaran bulan atau kombinasi keduanya. Seperti sistem kalender Jawa karya Sultan Agung.
Waktu bisa diukur dan diperhitungkan, sistem kalender bisa dibuat, karena kita berada di bumi sebagai bagian dari semesta yang perputaran dan peredaran kosmologisnya sangat teliti, detil dan presisi. Manusia sadar waktu, karena “diri” masih terbungkus jasad.
Entah apa yang terjadi kalau jasad kita musnah karena kematian. Entah apa yang terjadi kalau planet bumi, ruang tempat tinggal semua makhluk, perputaran dan peredarannya bergeser nol koma nol derajat saja.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


