Ibu Melahirkan Termasuk Jihad Yang Paling Utama
Jika dalam keadaan damai seperti saat ini, jihad bermakna sangat luas. Makna itu tidak boleh dipersempit. Seorang ibu yang tengah mengandung lalu merawat kandungan dengan baik sampai melahirkan adalah jihad fi sabilillah.
“Seorang ayah yang keluar mencari nafkah apapun profesinya, sepanjang diniatkan untuk ibadah itu juga adalah jihad fi sabilillah,” ucapnya.
Makna jihad ataupun syahid sangat luas. Siswa yang tengah belajar sepanjang diniatkan untuk ibadah kepada Allah, maka itu adalah jihad fi sabilillah. Kalau wafat tentu mati syahid. Semua aktivitas dan pekerjaan yang diniatkan untuk ibadah kepada Allah, maka itu adalah jihad fi sabilillah.
“Jadi yang dimaksud oleh Al-Qur’an dan Sunnah dengan jihad itu adalah berjuang menggunakan segala kemampuan yang dimiliki untuk menghadapi musuh agama dan musuh kemanusiaan di berbagai bidang, obsesi, penyakit, kemiskinan, keterbelakangan dan hal-hal lain,” ujar Abu Hurairah.
Maka itu, dia menegaskan, jihad tidak selalu identik dengan peperangan, terutama dalam keadaan dan situasi yang damai. Jihad umat Islam saat ini adalah membantu mereka yang tidak punya, membantu yang memiliki keterbatasan, ikut mencerdasakan kehidupan bangsa serta ikut andil dalam membangun, memajukan dan mengharumkan bangsa Indonesia di mata dunia. (yan)
- Persija Sementara Unggul 1-0 Atas Persib dalam Super Big Match
- Lowongan Kerja Product Representative di DepoProyek.id untuk Penempatan Bekasi Raya dan DKI Jakarta
- SPEK Dukung Penguatan Tata Kelola YPK dan Masa Depan IKOPIN University
- Turnamen Sepak Bola U-16 ‘H Jalal Cup 2026’ Digelar di Jatimulya-Kabupaten Bekasi
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


