Empat Contoh yang Bisa Membuat Masjid Jadi Pusat Penyebaran Najis

Dengarkan Artikel Ini

Kondisi ketiga, lanjut Gus Nasrul, tata letak tempat wudhu dan toilet masjid juga kerap menjadi sumber penyebaran najis. Dia mencontohkan, ada masjid yang tempat wudhunya berada di belakang, sedangkan posisi toilet di bagian depan.

“Orang yang berwudhu kan harus melepas sepatu/sandalnya. Sedangkan yang tidak berwudhu, bebas keluar masuk toilet dengan sepatu/sandal mereka. Akibatnya, orang yang habis berwudhu dan telah suci akhirnya kembali menginjak lantai yang terkena najis,’’ ucap Gus Nasrul.

Gus Nasrul juga menyoroti banyaknya posisi WC yang lebih tinggi dari ember atau wadah air untuk bercebok. Hal tersebut bisa membuat air untuk cebok jadi menciprati wadah air. Bahkan, air seni juga akan menyiprat ke dalam ember atau wadah air karena perbedaan ketinggian tersebut.

Untuk itu, Gus Nasrul menekankan pentingnya pemahaman mengenai fikih taharah di kalangan pengurus masjid dan petugas kebersihannya. Dengan demikian, mereka tidak melakukan kesalahan yang berakibat pada najisnya masjid dan tidak terpenuhinya syarat sah shalat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol kesucian umat Islam. Jadi kebersihan dan kesuciannya harus dijaga dengan baik,’’ tutup Gus Nasrul. (yan)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca