Dengan Suhu 46 Derajat Celcius, Jamaah Haji Tetap Melaksanakan Wukuf

Dengarkan Artikel Ini

Mustafa, seorang jamaah dari Aljazair yang hanya menyebutkan nama depannya, berpegang erat pada payung yang dibagikan oleh penyelenggara haji. Pria lain, seorang warga Mesir yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan dia minum “banyak jus dan air” dan telah dua kali beristirahat di pinggir jalan.

Lebih dari 10.000 kasus gangguan kesehatan terkait panas tercatat tahun lalu. Sepuluh persen di antaranya adalah serangan panas. Seorang pejabat Saudi mengungkapkan hal ini kepada AFP pekan ini.

Ahmad Karim Abdelsalam, jamaah berusia 33 tahun dari India, mengaku bahwa ia merasa “sedikit takut” dengan prospek berdoa di puncak Gunung Arafah. Namun dengan bantuan payung dan semprotan air, “Insya Allah, semuanya akan berjalan lancar,” katanya.

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. Semua umat Muslim yang mampu wajib melaksanakannya setidaknya sekali seumur hidup. Namun, visa haji yang dibagikan ke setiap negara berdasarkan sistem kuota bisa sulit didapatkan.

“Ini kesempatan yang hanya datang sekali seumur hidup. Saya tidak mungkin tidak datang,” ungkap Abdulrahman Siyam, jamaah berusia 55 tahun asal Irak. Ia melaksanakan ritual haji dengan kaki palsu.

Setelah wukuf di Gunung Arafah, para jamaah akan menuju Muzdalifah. Di sana mereka akan mengumpulkan kerikil untuk melakukan ritual simbolis “melempari setan” di Mina pada hari Minggu.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca