Dampak Perundungan Dalam Kesehatan Mental
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan bahwa trauma akibat perundungan di masa kecil dapat menyebabkan masalah psikologis yang berlanjut hingga dewasa, yang mempengaruhi kemampuan korban untuk menjalin hubungan interpersonal yang positif dan mempercayai orang lain.
Dampak jangka panjang lain meliputi kekurangan kepercayaan diri dan kesulitan mempertahankan hubungan sosial yang baik. Banyak orang dewasa yang pernah diintimidasi mengaku sulit menjalin hubungan sosial yang solid karena takut akan perlakuan buruk lagi.
Di lingkungan kerja, intimidasi juga bisa menyebabkan beberapa orang merasa sulit berinteraksi dan merasa kurang percaya diri untuk mencapai kesuksesan, baik dalam karir maupun kehidupan personal.
Trauma yang tidak ditangani dapat menyebabkan kecenderungan untuk menggunakan zat atau perilaku destruktif sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit emosional yang dalam.
APKI menyatakan bahwa korban perundungan yang tidak mendapatkan perawatan psikologis yang tepat memiliki risiko lebih tinggi untuk menunjukkan perilaku destruktif sebagai cara untuk mengatasi luka emosional mereka.
Perundungan tidak hanya mempengaruhi psikologis, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan hasil belajar korban. Sering kali, anak-anak dan remaja yang sering menjadi korban bullying mengalami kesulitan fokus di sekolah, yang menyebabkan penurunan hasil belajar.
Menurut laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, anak-anak bisa kesulitan fokus dan menyelesaikan masalah di lingkungan sekolah akibat tekanan dari bullying. Selain itu, para korban bullying seringnya memilih untuk tidak masuk sekolah guna menghindari orang yang melakukan kekerasan, hal ini menyebabkan penurunan dalam pencapaian akademis mereka.
Selain itu, orang yang menjadi korban perundungan sering menghadapi kesulitan dalam memperoleh keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan untuk kehidupan mereka ke depan.
Studi yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Anak Indonesia menyarankan bahwa intimidasi yang terjadi saat masa kecil bisa menghambat kemajuan kognitif, mempengaruhi cara berpikir, dan menurunkan kemampuan memecahkan persoalan. Ini akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan akademis dan profesional pada masa yang akan datang.
Dengan mempertimbangkan dampak psikologis yang sangat merusak dari perundungan, intervensi awal sangat penting untuk mencegah kerusakan jangka panjang. Keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menangani perundungan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan aman dan mendukung bagi korban.
Inisiatif pencegahan perundingan, diprakarsai oleh Kemendikbud dan Yayasan SEJIWA, bertujuan meningkatkan kesadaran akan resiko perundungan dan memperkuat budaya sekolah yang inklusif.
Terus, korban perundungan harus bisa mendapatkan layanan konseling psikologis untuk membantu mereka dalam proses pemulihan dari trauma yang dirasakan.
Menurut Persatuan Psikolog Indonesia, terapi individu dan kelompok bisa membantu korban dalam menghadapi pengalaman mereka dan meningkatkan rasa percaya diri. Cara pengobatan ini bisa membantu orang untuk mengatasi rasa malu, takut, dan depresi, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik.
Dari kajian ini ada benang merah yang bisa kita tarik dalam kesimpulan dimana perundungan berdampak besar secara psikologis dan berlangsung lama terhadap kesejahteraan mental individu yang menjadi korbannya.
Rasa takut, kesedihan, dan stres yang terus-menerus bisa dirasakan oleh korban, tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial dan emosional mereka, tetapi juga prestasi akademis dan prospek masa depan mereka.
Memberikan dukungan yang memadai dan melakukan tindakan pencegahan penting bagi semua pihak, seperti sekolah, orang tua, dan masyarakat, dalam menghadapi korban.
Dengan intervensi awal yang sungguh-sungguh, kita dapat mengurangi dampak perundungan serta memberikan kesempatan bagi korban untuk pulih dan tumbuh sebagai individu yang sehat secara mental dan emosional. (Iin)
Baca juga :
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


