Cara Menjaga Lidah Kita Agar Terhindar dari Keburukan
Keempat, hal paling penting adalah bahwa ada pahala yang besar dalam menjauhi ghibah. Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menjaga kehormatan saudaranya ketika ia tidak ada, maka Allah akan menjaga wajahnya dari api neraka pada hari kiamat.” (Sunan at-Tirmidzi)
Berbicara hal baik-baik atau diam. Ucapan Anda bisa berupa khayr (baik), syarr (jahat), atau laghw (sia-sia). Selain ucapan yang baik, diam juga bisa menjadi pendorong produktivitas yang hebat! Diam bisa menjadi ibadah. Diam adalah perhiasan tanpa permata dan benteng tanpa tembok.
“Diam membebaskan kita dari keharusan meminta maaf kepada siapa pun, malaikat pencatat tidak mencatat apa pun saat kita diam, dan kesalahan kita disembunyikan,” kata Khawlah melalui laman about Islam, Sabtu (11/11/2023).
Tiga Cara Mengendalikan Lidah
- Berpikir
Imam Asy-Syafi’i berkata: “Jika Anda ingin berbicara, maka wajib bagi Anda untuk berpikir sebelum berbicara. Jika menurut Anda ada kebaikan di dalamnya, maka berbicaralah dan jika tidak, maka jangan berbicara.
Sebelum Anda berbicara, tanyakan pada diri Anda sendiri: Apakah perkataan saya ini akan menyenangkan Allah? Apakah perkataan saya ini akan mendekatkan saya kepada Allah? Apakah perkataan ini akan menghasilkan ketaatan kepada Allah? Jika ya, bicaralah, jika tidak, diamlah.”
- Berteman dengan Orang Baik
Kelilingi diri Anda dengan teman-teman yang baik dan ingatkan diri Anda dan orang lain untuk berkata-kata yang baik. Dibutuhkan dua orang untuk bergosip. Cari tahu dan pelajari hukuman bagi orang yang berbicara buruk. Bayangkan bagaimana hukuman di alam kubur. Jika malaikat maut mencabut nyawa Anda, apakah Anda ingin kata-kata buruk menjadi kata-kata terakhir Anda? - Hukum Diri Sendiri
Anda bisa menggunakan toples. Idenya adalah untuk menyimpan sebuah toples di rumah. Anda harus mewajibkan diri sendiri memasukkan sejumlah uang ke dalam toples jika menggunakan bahasa yang buruk, misalnya setiap kali mengumpat atau bergosip.
“Jumlah yang Anda masukkan harus cukup besar untuk membuat Anda merasa menyesal dan mengingat betapa besar kerugian yang akan Anda terima di akhirat! Anda dapat menyumbangkan uang tersebut untuk amal,” tutur Khawlah.
- Perbanyak Perkataan Baik
Ada banyak ucapan-ucapn baik yang bisa diamalkan oleh lidah seorang muslim. Misalnya, menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur’an. Belajar atau mengajarkan ilmu, amar ma’ruf nahi mungkar, tidak perlu terlalu banyak bicara (bicara yang berlebihan akan mengeraskan hati meskipun itu bukan perkataan yang buruk), dan berlatihlah untuk lebih banyak diam.
“Tidaklah sulit untuk menghentikan kebiasaan berbicara kotor. Gantilah dengan dzikir. Kapanpun Anda bisa, mulailah mengganti kata-kata umpatan Anda dengan Alhamdulillah, atau Subhanallah atau kata-kata dzikir lainnya. Dengan cara ini Anda mendapatkan pahala dari mengingat Allah dan Anda membersihkan hati dan lidah Anda dari kata-kata kotor, karena Allah membenci kata-kata kotor!” pungkas Khawlah. (yat)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


